Kamis, 28 Mei 2026 WIB

Rupiah Terkoreksi Tajam

- Jumat, 09 November 2018 18:29 WIB
Rupiah Terkoreksi Tajam
Google
MATATELINGA, Medan:  Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini mengalami koreksi tajam hingga 0,9% dengan level terendah di level Rp 14.681per dolar AS. Rupiah hari ini tak mampu mengungguli dolar AS setelah dolar AS mendapatkan energi baru dari sentimen positif The Fed. The Fed mengumumkan untuk tidak menaikkan suku bunga di Bulan November ini namun akan menaikkan suku bunganya pada akhir tahun nanti dengan alasan ekspansi ekonomi yang berkelanjutan, pasar tenaga kerja yang kuat, dan inflasi di kisaran 2% dalam jangka menengah.



Menurut pengamat ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin, kebijakan ini mempertegas langkah-langkah The Fed dalam menaikkan suku bunganya 4 kali di tahun 2018 ini. "Hal ini membuat dolar AS menguat terhadap hampir seluruh mata uang emerging market kecuali mata uang Yen (Jepang). Yang masih dapat bertahan di tengah penguatan dolar AS. Investor tentunya saat ini akan beralih ke obligasi AS yang cenderung lebih aman dan menguntungkan," jelas dia.

Kebijakan kenaikan suku bunga The Fe, sambungnya, biasanya akan diikuti oleh kenaikan suku bunga pada negara-negara lain yang mana ini akan menaikkan taraf suku bunga secara global.



Disisi lain, lanjut Gunawan, sentimen dari dalam negeri yang mendorong penguatan Rupiah saat ini juga sangat minim sehingga penguatan rupiah sepekan ini tidak dapat bertahan lama. "Imbas dari pelemahan Rupiah hari ini juga diikuti oleh pelemahan IHSG. Dimana IHSG melemah 102 poin atau melemah 0,71% di level 5.874 level tertinggi ihsg berada di 5.936 dan terendah di level 5.859 IHSG hari ini nyaris tidak menyentuh zona hijau, IHSG berada di teritori negatif sepanjang transaksi," tuturnya.

Tak hanya IHSG yang mengalami pelemahan, seluruh indeks saham di bursa Asia juga mengalami tekanan. Hal ini ditopang oleh penguatan dolar AS dimana investor tampaknya lebih memilih pada investasi treasury AS.indeks Hangseng melemah 2,38%, Nikkei melemah 1%, Thailand Stock Exchange melemah 0,86%, Shanghai melemah 1,39%.



Selain itu, aksi profit taking dan minimnya sentimen positif turut menekan pelemahan IHSG, lagi-lagi IHSG terkoreksi menguji level psikologinya di level 6000. "Sebelumnya sentimen politik AS turut memberikan peluang bagi IHSG dan Rupiah menguat cukup tinggi namun setelah The Fed memberikan sentimen akan adanya kenaikan suku bunga bulan depan hal ini membuat sebagian investor panik dan menjual sahamnya," ungkap dia.

Pelemahan ini turut membawa pelemahan harga saham terutama sektor konsumer yang sebelumnya menguat cukup tinggi dengan pelemahan hingga 5%.  Diikuti pelemahan sektor manufaktur 3,2%.

(Mtc/amel)


Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru