Minggu, 28 Juni 2026 WIB
BI

BI Catat Defisit Neraca Pembayaran USD4,0 Miliar

Admin - Minggu, 15 November 2015 10:35 WIB
BI Catat Defisit Neraca Pembayaran USD4,0 Miliar
google
Ilustrasi

Matatelinga.com, Bank Indonesia (BI) mencatat defisit transaksi berjalan dalam Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) triwulan III-2015 sebesar USD4,0 miliar (1,86 persen PDB). Posisi ini membaik dibandingkan dengan defisit di triwulan III-2014 sebesar USD7,0 miliar (3,02 persen PDB) maupun defisit di triwulan II-2015 sebesar USD4,2 miliar (1,95 persen PDB).

"Neraca perdagangan kita bagus, kita juga liat neraca transaksi berjalan kita membaik, memang kita ada transaksi modal finansial yang menurun, sehingga ada defisit di neraca pembayaran kita, tapi secara umum kita mempunyai neraca perdagangan yang manageble dan kita akan terus upayakan untuk membaik," kata Gubernur BI Agus Martowardojo di Yogyakarta, Sabtu (14/11/2015).

Lebih lanjut dia mengatakan, komitmen pemerintah dalam melakukan reformasi struktural dengan paket kebijakan akan membantu perbaikan neraca perdagangan Indonesia.

Mengutip website BI, disebutkan perbaikan kinerja transaksi berjalan terus berlangsung terutama ditopang oleh neraca perdagangan nonmigas.

Perbaikan kinerja transaksi berjalan tersebut terutama ditopang oleh perbaikan neraca perdagangan nonmigas akibat penurunan impor yang relatif tajam (18,2 persen yoy) seiring masih terbatasnya permintaan domestik. Di sisi lain, ekspor nonmigas mengalami penurunan yang lebih kecil (11,0 persen yoy) terutama karena menurunnya harga komoditas, meskipun secara riil mencatat peningkatan sebesar 4,5 persen (yoy). Dilansir laman okezone.com

Sementara itu, neraca perdagangan migas mencatat defisit yang relatif sama dengan triwulan sebelumnya karena penurunan surplus yang terjadi pada neraca perdagangan gas terkompensasi oleh penurunan defisit pada neraca perdagangan minyak. Perbaikan kinerja transaksi berjalan juga didukung oleh penurunan defisit neraca jasa karena menurunnya impor jasa pengangkutan (freight) seiring penurunan impor barang dan meningkatnya surplus jasa perjalanan (travel) seiring naiknya jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia.



(Fit)

SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru