Matatelinga.com, Saham-saham di Amerika Serikat (AS) berakhir lebih rendah untuk sesi ketiga berturut-turut. Saham Apple tercatat berada dalam posisi terendahnya dalam lebih dari enam bulan.
Saham pembuat iPhone tersebut turun 3,21 persen menjadi USD114,64, di bawah rata-rata pergerakan 200-harian. Pelemahan perusahaan bersutan Steve Jobs tersebut, menjadi penghambat terbesar pada tiga indeks utama AS.
"Apple sedang memiliki sentimen yang lemah saat ini. Tapi jika Anda melihat dari segi sektor, hampir semua turun dengan pengecualian bahan baku," jelas ahli strategi investasi senior dan direktur alokasi aset di RidgeWorth Investments, Alan Gayle, seperti dilansir dari Reuters dan dikutip laman okezone.com, Rabu (5/8/2015).
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,27 persen menjadi 17.550, indeks S&P 500 merosot 0,22 persen menjadi 2.093, dan Nasdaq Composite turun 0,19 persen dan berakhir di 5,105.55.
Delapan dari 10 sektor S&P besar bergerak di zona negatif, dengan 1,64 persen penurunan terjadi di indeks utilitas. Di sisi lain, The Fed mengatakan perlu melihat pemulihan ekonomi yang berkelanjutan sebelum menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade.
Data ekonomi yang lemah telah mendorong beberapa investor berspekulasi bahwa Fed mungkin menunda menaikkan suku sampai Desember. Setelah pertemuan Fed pekan lalu, investor diharapkan kenaikan tarif pada bulan September.
Sebanyak 6,4 miliar saham berpindah tangan di bursa saham AS, di bawah rata-rata lima hari sebesar 7,0 miliar bulan ini, demikian dicatatkan oleh data BATS Global Markets.
(Fit)