Kamis, 28 Mei 2026 WIB
Ekonomi Global

Dolar AS Berhasil Ungguli Pamor Euro Dan Yen

Admin - Kamis, 12 Februari 2015 09:37 WIB
Dolar AS Berhasil Ungguli Pamor Euro Dan Yen
google
Ilustrasi
TOKYO - Matatelinga, Euro diperdagangkan fluktuatif menantikan berita negosiasi Yunani dengan kreditur internasionalnya di Brussels. Dana talangan Yunani akan berakhir akhir Februari, dan pemerintahan baru Yunani tidak ingin memperpanjang program tersebut.
Akibatnya, pasar mencemaskan adanya konflik antara Yunani dengan kreditur internasionalnya dapat memicu keluarnya Athena dari zona Euro. Menteri Keuangan Yunani menyatakan siap mempertahankan keputusan Yunani untuk meninggalkan penghematan, dan mengakhiri kerjasama dengan pihak-pihak terkait bailout.

Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras telah menginjak garis tipis antara memenuhi janji kampanye untuk memanggil kembali penghematan dan menghindari default, atau meningkatkan upah minimum yang melanggar ketentuan bailout.

Para menteri keuangan pun berkumpul untuk pertemuan darurat hari Rabu di Brussels, karena Yunani berusaha mendapatkan pendanaan lebih lanjut untuk menghindari krisis uang tunai pada akhir Februari.

"Ini hanya masalah waktu sebelum semua orang mengakui bahwa perpisahan adalah strategi terbaik," kata mantan Ketua the Federal Reserve, Alan Greenspan, seperti dilansir dari Bloomberg dan dikutip laman okezone.com, Kamis (12/2/2015).

Euro jatuh sebanyak 20 persen menjadi 90 sen AS, level yang tidak terlihat sejak 2002. Euro sempat menguat 0,8 persen terhadap dolar AS ke USD1,1293 kemarin. Sementara yen Jepang melanjutkan pelemahannya terhadap mata uang utama lainnya pada hari Rabu, menyusul komentar dari Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda.

Kuroda mengatakan bahwa negara G20 tidak mengkritik kebijakan pelonggaran moneternya yang agresif atau mendiskusikan pelemahan yen, yang telah menekan turun nilai tukarnya. Dolar AS menyentuh level tertinggi satu bulan terhadap yen, naik ke atas level 120, ditopang oleh kenaikan yield obligasi AS belakangan ini.

(Fit)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru