Didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Drs Legianto Pardamean Manurung MAP, Wesly dan Ny Liswati memetik langsung cabai merah dari pohonnya. Tampak, tanaman cabai tumbuh subur dengan buah yang banyak dan ukurannya cukup besar.
Baca Juga:
Sekda Pematangsiantar selaku Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Junaedi Sitanggang didampingi Legianto Pardamean Manurung dan Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sari Dewi Rizkiyani Damanik, menerangkan, tahun lalu cabai menjadi salah satu komoditi penyumbang inflasi terbesar di Kota Pematangsiantar.
Oleh karena itu, dilaksanakan kontrak tani dengan petani cabai agar harapan ketergantungan terhadap cabai merah dari daerah di luar Pematangsiantar, bisa berkurang. Kini, harga cabai merah bisa di bawah Rp35 ribu per kilogram.
Baca Juga:
"Dengan program ini, semoga petani sejahtera, harga stabil, dan inflasi terkendali, diharapkan 3,5 persen secara nasional," terang Junaedi.
Legianto Pardamean Manurung menambahkan, tanaman cabai mulai disemai, hanya menunggu sekitar empat bulan untuk panen perdana. Kemudian, bisa panen terus dalam setahun, bahkan hingga 14 bulan.
Baca Juga:
"Dari lahan dua rante ini, bisa panen cabai merah 50 kilogram setiap minggu. Dan di minggu berikutnya, hasil panen bisa makin banyak," sebutnya.
Baca Juga:
Turut hadir, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johannes Sihombing SSTP MSi, Camat Siantar Utara Marlon Brando Sitorus SSTP MSi, serta jajaran Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian. (sip)