MATATELINGA, Jakarta : Nilainya kerap sekali mengalami perubahan hampir pada setiap harinya dan kali ini pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi Wib) harga emas berjangka turun. Harga emas dunia diserang aksi ambil untung dan menghentikan kenaikan dua hari beruntun setelah menembus level psikologis USD2.000.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS pulih dari level terendah hampir dua minggu, meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Para pedagang sekarang fokus pada data PDB triwulanan AS yang akan dirilis pada Kamis, diikuti oleh indeks pengeluaran konsumsi pribadi inti pada Jum'at (28/04/2023), pengukur inflasi pilihan Fed.
Baca Juga:Dr Safrida Dilantik Sebagai Rektor UISU, Edy Rahmayadi Beri Pesan Penting
Pasar memperkirakan peluang 3-dalam-4 bank sentral AS menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan 2-3 Mei.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 0,60 sen atau 0,02%, menjadi ditutup pada 24,876 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli terangkat 7,80 dolar AS atau 0,71%, menjadi menetap pada 1.106 dolar AS per ounce.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, tergelincir USD8,50 atau 0,42% menjadi USD1.996 per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di USD2.020,20 dan terendah di USD1.993,70. Seperti dikutip dari Okezone, Kamis (27/04/2023).
Saham First Republic Bank mencapai rekor terendah setelah sebuah laporan mengatakan pemerintah AS tidak mau campur tangan dalam proses penyelamatan pemberi pinjaman bermasalah.
[br]
"Itu adalah katalis harga emas untuk kembali ke level yang sedikit lebih tinggi," kata Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Securities.
Data ekonomi yang dirilis Rabu (26/04/2023) mengurangi daya tarik emas. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa pesanan barang tahan lama AS tumbuh 3,2% pada Maret setelah jatuh dari revisi 1,2% pada Februari. Para ekonom memperkirakan pesanan barang tahan lama naik 0,8%.
Defisit perdagangan barang-barang AS menyusut 8,4% pada Maret ke level terendah empat bulan sebesar 84,6 miliar dolar AS, berpotensi memberikan sedikit dorongan untuk produk domestik bruto pada kuartal pertama yang akan dirilis Kamis. Defesit perdagangan barang-barang turun dari 92 miliar dolar AS pada Februari.