Kamis, 28 Mei 2026 WIB

Harga Emas Tergelincir Di Akhir Perdagangan

Redaksi - Kamis, 09 Maret 2023 08:15 WIB
Harga Emas Tergelincir Di Akhir Perdagangan
Hand over
Ilustrasi
MATATELINGA, Jakarta : Nilainya kerap sekali mengalami perubahan hampir pada setiap harinya dan kali ini di akhir perdagangan Rabu harga emas tergelincir. Hal ini pun memperpanjang penurunan dalam dua hari berturut-turut karena Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengindikasikan suku bunga naik lebih dari perkiraan semula.


Harga emas pun mencatat hari terburuk dalam lebih dari sebulan pada Selasa (07/03/2023) dengan anjlok hampir 2,0%.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 4,80 sen atau 0,24% menjadi USD20,151 per ounce. Platinum untuk pengiriman April terdongkrak USD4,30 atau 0,46% menjadi USD940,60 per ounce.

Baca Juga:Hadiri Rakernas & Konferensi PTNU 2023, Bobby Nasution : Terus Berkontribusi Dalam Kemajuan Pendidikan

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange turun USD1,40 atau 0,08% menjadi USD1.818,60 per ounce.

Sebenarnya emas sempat menyentuh posisi tertinggi di USD1.828,70 dan terendah di USd1.813,40. Seperti dikutip dari Okezone, Kamis (09/03/2023).


Powell bersaksi dalam Komite Perbankan Senat untuk mempercepat laju kenaikan suku bunga yang lebih agresif. Kemudian dalam kesaksian di hari kedua,

kepada panel Jasa Keuangan DPR, Powell juga mengindikasikan bahwa Bank Sentral keputusan mengenai ukuran potensi kenaikan suku bunga diputuskan dalam pertemuan akhir Maret.

[br]

Dirinya juga memperingatkan bahwa bank sentral dapat kembali ke laju kenaikan yang lebih tajam pada Maret, yang melihat peningkatan mayoritas pedagang mulai menetapkan perkiraan kenaikan suku bunga dalam 50 basis poin (bps) akhir bulan ini.

Kesaksian ini membuat logam mulia membalikkan hampir semua kenaikannya baru-baru ini dan jatuh mendekati level yang terakhir terlihat pada akhir Desember.
Editor
: Rizky
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru