Senin, 14 September 2026 WIB

Harga Minyak Melesat 2% di akhir Perdagangan, Ini Pemicunya!

Redaksi - Sabtu, 11 Februari 2023 09:30 WIB
Harga Minyak Melesat 2% di akhir Perdagangan, Ini Pemicunya!
Hand over
Ilustrasi
MATATELINGA, Jakarta : Nilainya kerap sekali mengalami perubahan hampir pada setiap harinya, dan kali ini di akhir perdagangan Jum'at harga minyak melesat 2%. Secara mingguan, harga minyak naik lebih dari 8% karena Rusia berencana mengurangi produksi minyak bulan depan.


Pemotongan produksi menunjukkan bahwa batasan harga dan larangan Uni Eropa baru-baru ini terhadap produk minyak Rusia, yang mulai berlaku pada 5 Februari, memiliki beberapa dampak.

“Sebagian besar analis telah memperkirakan produksi Rusia turun 700.000-900.000 pada tahun 2023. Kunci minyak mentah untuk ke luar dari kisaran perdagangan saat ini adalah pemulihan permintaan China,” kata Pedagang Energi Senior CIBC Private Wealth AS, Rebecca Babin, seperti dikutip dari Okezone, Sabtu (11/02/2023).

Baca Juga:Korupsi Rp32 M di BSM Perdagangan, DPO Terpidana Memet S Siregar Diamankan Tim Tabur Kejati Sumut

Produksi minyak Rusia tahun lalu menentang prediksi penurunan, tetapi penjualan minyaknya akan terbukti lebih sulit karena menghadapi sanksi baru.

Sedangkan OPEC+ tidak merencanakan tindakan setelah Rusia mengumumkan pengurangan produksi minyak.


"Dalam jangka sangat pendek, (pemotongan produksi Rusia) tidak terlalu berarti karena ada jadwal pemeliharaan kilang yang signifikan mengurangi permintaan hari ini, tetapi seiring kita melangkah maju dan permintaan minyak dunia terus pulih, itu meningkatkan defisit pasokan," kata Presiden Konsultan Lipow Oil Associates, Andrew Lipow.

Kekhawatiran ekonomi masih menekan harga, dengan lemahnya data permintaan dari China dan kekhawatiran resesi di Amerika Serikat. Yang juga membatasi kenaikan adalah peningkatan klaim pengangguran mingguan AS dan persediaan minyak yang lebih tinggi.

Goldman Sachs pun menurunkan perkiraan harga Brent 2023 menjadi USD92 per barel dari USD98 dan perkiraan harga 2024 menjadi USD100 dari USD105.

[br]

Minyak mentah berjangka Intermediate West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret naik USD1,66 atau 2,1% menjadi USD79,72 per barel di New York Mercantile Exchange

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April bertambah USD1,89 atau 2,2% menjadi USD86,39 per barel di London ICE Futures Exchange. Brent membukukan kenaikan mingguan sebesar 8,1%, sementara WTI naik 8,6%.

Baca Juga: Rusia Ngadu Susah Pasok Minyak Mentah ke RI, Luhut Sentil Pertamina

Melesatnya harga minyak setelah Wakil Perdana Menteri Rusia, Alexander Novak mengatakan bahwa negara berencana mengurangi produksi minyak mentahnya pada Maret sebesar 500.000 barel per hari (bph), atau sekitar 5,0% dari produksi.

Hal ini karena negara-negara Barat memberlakukan pembatasan, mencoba menghentikan pendapatan minyak Rusia sebagai tanggapan atas tindakan negara tersebut di Ukraina.
Editor
: Rizky
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru