Matatelinga - Jakarta, "Bila subsidi dipotong yang ribut itu rakyat,
kalau belanja birokrasi dipotong pegawai negeri, kalau kita potong
belanja bayar utang dunia internasional kita dari good boy menjadi bad boy.
Tapi ya solusinya bisa kombinasi dari alternatif itu atau dengan
meningkatkan penerimaan semua tergantung pemerintah,".
Pemerintahan baru yaitu Joko Widodo dan Jusuf kala harus melakukan
perubahan agar memperoleh dana yang dapat dialokasikan terhadap rencana
kerja di pemerintahan mereka mendatang.
"Apakah dana itu diambil
dari penerimaan atau dari pemangkasan belanja-belanja negara, apapun ini
harus menjadi perhatian," kata anggota Komisi XI dari Fraksi Partai
Golkar Harry Azhar Azis dalam diskusi Polemik Sindo di Warung Daun,
Jakarta, Sabtu (30/8/2014).
Dia mengatakan, ke depan harus ada
penggenjotan terhadap penerimaan dana atau pun belanja negara dengan
baik. "Apakah itu yang digenjot pajak, digenjot cukai, digenjot
penerimaan negara bukan pajak," jelasnya.
"Agar bisa tercapai
kalau begitu tentu cara lain menghemat, kalau menghemat berarti dipotong
belanja, belanja subsidi dipotong salah satu alternatif, belanja
birokrasi dipotong salah satu lagi alternatif, belanja utang dipotong
juga alternatif lagi," tambah dia.
Namun, dia melihat solusi
tersebut memiliki dampak negatif terhadap masyarakat. Oleh karena itu,
dia meminta pemerintah mendatang mengambil sikap yang bijak dalam setiap
keputusannya.
(Mt/Okz)