Kamis, 28 Mei 2026 WIB

Dipicu Manufaktur Melemah di Sejumlah Negara Harga Minyak Dunia Jatuh

Redaksi - Selasa, 02 Agustus 2022 08:35 WIB
Dipicu Manufaktur Melemah di Sejumlah Negara Harga Minyak Dunia Jatuh
Hand over
Ilustrasi
MATATELINGA. Jakarta - Pada hari ini, Selasa (02/08/2022) Harga minyak jatuh pada akhir perdagangan. Hal tersebut dikarenakan harganya kian berubah ubah hampir pada setiap harinya.


Diketahui, pIndeks manajer pembelian (PMI) manufaktur terakhir S&P Global untuk zona euro turun di bawah angka penting 50 pada Juli menjadi 49,8, dari 52,1 pada Juni, data menunjukkan pada Senin (01/08/2022).

"Masih ada keterputusan dengan data ekonomi dan apa yang kami lihat di sisi penawaran," kata seorang analis Phil Flynn di grup Price Futures.

Baca Juga:Universitas Labuhanbatu Dies Natalis Ke-24 Tahun,Bupati Ucapkan Sukses, Unggul, Menjadi Terbaik

"Pasar minyak masih sangat ketat, dan pasar akan gelisah menjelang pertemuan OPEC+," tambahnya.

Sebagai informasi, kenaikan produksi minyak Libya, yang mencapai 1,2 juta barel per hari, naik dari 800.000 barel per hari pada 22 Juli, setelah pencabutan blokade pada beberapa fasilitas minyak.


Serta mengalihkan pandangan mereka ke Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang secara kolektif dikenal sebagai OPEC+, karena kelompok tersebut diperkirakan akan bertemu akhir pekan ini untuk membahas strategi produksi di masa depan.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman September tergelincir USD4,73 dolar 4,8%, menjadi menetap di USD93,89 per barel di New York Mercantile Exchange, setelah mencapai level terendah sesi di USD92,42 per barel. Seperti dikutip dari Okezone, Selasa (02/08/2022).

[br]

Hal ini karena data manufaktur yang lemah di beberapa negara memperlemah prospek permintaan ketika investor bersiap untuk pertemuan OPEC dan sekutu produsennya mengenai pasokan minggu ini.

Adapun minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober merosot USD3,94 atau 3,8%, menjadi ditutup pada USD100,03 per barel di London ICE Futures Exchange, setelah menyentuh terendah sesi di USD99,09 per barel.

Kemudian, pada reaksi pasar di atas muncul setelah data yang lemah dari ekonomi-ekonomi utama memicu kekhawatiran bahwa perlambatan pertumbuhan global akan membahayakan permintaan energi.
Editor
: Rizky
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru