MATATELINGA. New York - Minyak Brent pun membukukan kenaikan bulanan keempat, karena permintaan tumbuh lebih cepat dan vaksinasi diperkirakan mengurangi dampak kebangkitan infeksi Covid-19 di seluruh dunia. Harga minyak naik lagi pada penutupan perdagangan Jum'at (Sabtu pagi Wib).
Di sisi lain, raksasa minyak AS Exxon Mobil dan Chevron melaporkan laba atau menjadi panduan dalam mengindikasikan pasar. Chevron mengatakan pihaknya memperkirakan untuk menambah setidaknya satu atau dua rig di cekungan Permian pada kuartal ketiga atau keempat dan mengatakan pihaknya melihat permintaan untuk sebagian besar produk, selain bahan bakar jet internasional, mulai kembali ke tingkat pra-pandemi.
Jumlah rig minyak AS telah meningkat selama 11 bulan berturut-turut, tetapi turun dua rig menjadi 385 rig minggu ini, menurut data dari perusahaan jasa energi Baker Hughes.
Baca Juga:Pemprov Sumut Usulkan Pusat Ekspor untuk Produk UKM di Forum IMT-GT
"(Perusahaan) Minyak besar tidak meningkatkan pengeluaran di sumur baru dan fokus pada pengurangan utang, yang seharusnya membuat OPEC+ senang dengan rencana kuat mereka untuk meningkatkan produksi," Analis Pasar Senior Amerika, Edward Moya.
Sementara itu, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman September bertambah 33 sen atau 0,5% menjadi USD73,95 per barel.
Kedua harga acuan minyak mencatat kenaikan lebih dari 2,0% pada minggu ini. Brent naik 1,6% pada Juli atau kenaikan bulanan keempat berturut-turut. WTI tidak berubah untuk bulan ini
Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September yang berakhir pada Jum'at (30/07/2021) terangkat 28 sen atau 0,4% menjadi USD76,33 per barel. Kontrak yang lebih aktif untuk pengiriman Oktober mengakhiri sesi dengan menguat 31 sen menjadi USD75,41 per barel.
Analis mengatakan tingkat vaksinasi yang lebih tinggi membatasi kebijakan penguncian wilayah yang memusnahkan permintaan selama puncak pandemi tahun lalu.
[br]
"Kompleks minyak tampaknya telah melihat kedua faktor virus corona dalam menentukan bahwa permintaan hanya akan mengalami sedikit penurunan, setidaknya satu yang akan terbukti sangat kecil sehubungan dengan penurunan konsumsi tahun lalu," kata Presiden Ritterbusch and Associates, Jim Ritterbusch, disadur oleh wartawan, Sabtu (31/07/2021).
Analis menunjuk rebound cepat dalam konsumsi bensin dan produksi industri India menyusul lonjakan Covid-19 sebagai tanda bahwa ekonomi lebih tangguh.
Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengatakan konsumsi minyak meningkat di seluruh dunia.
“Permintaan meningkat, konsumsi meningkat. Tentu saja, virus corona masih ada tetapi, tidak ada penguncian seperti sebelumnya,” katanya.
Sebuah survei Reuters menemukan produksi minyak OPEC naik pada Juli ke level tertinggi sejak April 2020, karena kelompok itu semakin mengurangi pembatasan produksi.
Produksi minyak mentah AS naik hanya 80.000 barel per hari pada Mei menjadi 11,23 juta barel per hari. (Mtc/Okz)