Jumat, 29 Mei 2026 WIB

Jelang Rilis Data Inflasi, Kilau Emas Berjangka Meredup

- Selasa, 13 Juli 2021 07:30 WIB
Jelang Rilis Data Inflasi, Kilau Emas Berjangka Meredup
Ilustrasi
MATATELINGA. Jakarta - Harga emas tertekan oleh dolar yang lebih kuat ketika para investor bersikap hati-hati menantikan data inflasi AS yang dapat mempengaruhi alur waktu Federal Reserve untuk mengurangi pembelian obligasinya. Harga emas berjangka turun pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi Wib).


Laporan indeks harga konsumen (IHK) AS yang diawasi secara ketat akan dirilis pada Selasa waktu setempat. Sementara itu, Ketua Federal Reserve Jerome Powell dijadwalkan akan bersaksi di depan Kongres pada Rabu (14/07/2021) dan Kamis (15/07/2021).

"Kami hampir berada di lingkungan ini di mana kabar baik adalah kabar buruk dan kabar buruk adalah kabar baik," kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures, merujuk pada data IHK dan dampaknya terhadap kebijakan Fed.

Baca Juga:Bansos Tunai Rp600.000 Cair Pada Juli dan Agustus 2021

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, jatuh USD4,7 atau 0,26% menjadi ditutup pada USD1.805,90 per ounce, dilansir oleh wartawan, Selasa (13/07/2021).

Emas juga berada di bawah tekanan jual setelah membukukan kinerja terbaiknya dalam tujuh minggu, menurut analis pasar. Emas terangkat 1,53% sepanjang minggu lalu, kenaikan mingguan ketiga berturut-turut dan kenaikan paling tajam sejak pekan yang berakhir 21 Mei.


Jika data inflasi menjadi lebih jinak, The Fed akan merasa sedikit kurang cenderung untuk mengurangi pembelian asetnya yang seharusnya menguntungkan emas, tetapi jika The Fed khawatir tentang inflasi, kemungkinan besar akan "menginjak pedal rem", menekan emas, tambah Meger.

Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan harga konsumen inti AS akan naik 0,4% pada Juni. Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama sainggannya naik 0,1% membuat harga emas lebih mahan untuk pemegang mata uang lainnya.

Analis di JP Morgan menyatakan dalam catatan mingguannya bahwa sikap hati-hati investor emas dibenarkan mengingat pandangan mereka tentang imbal hasil yang terus meningkat dan dolar didukung di sekitar level saat ini hingga akhir tahun ini.

[br]

Bank tersebut memperkirakan emas rata-rata akan mencapai 1.686 dolar AS per troy ounce tahun ini. Pelaku pasar tampaknya melihat lonjakan kasus varian Delta dari virus corona di beberapa negara telah terlewati.


Tampaknya sangat tidak mungkin bahwa varian Delta akan memiliki dampak ekonomi yang luas, sehingga permintaan safe-haven untuk emas dan perak tidak mungkin meningkat dalam jangka pendek, kata Carsten Menke, analis pada Julius Baer.

Logam mulia lainnya, p​​​erak untuk pengiriman September naik 0,5 sen atau 0,02%, menjadi ditutup pada USD26,239 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik USD27,30 atau 2,49%, menjadi ditutup pada USD1.123 per ounce. (Mtc/Okz)

Editor
: Rizky
Sumber
: Okezone
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru