Kamis, 28 Mei 2026 WIB

Rupiah Berpeluang Kembali Menguat

Admin - Jumat, 18 September 2020 07:45 WIB
Rupiah Berpeluang Kembali Menguat
Hand Over
MATATELINGA, Jakarta:   Jumat ini (18/9/2020), analis dan ekonom memperkirakan rupiah masih berpeluang kembali menguat. Keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga 7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRRR) pada level 4% membawa rupiah bergerak menguat pada Kamis (17/9/2020).



Analis Valbury Asia Futures Lukman Leong mengatakan suku bunga BI7DRRR yang dipertahankan pada level 4% mendukung penguatan rupiah. "Tingkat suku bunga Indonesia cukup tinggi di tengah kondisi ekonomi global yang sedang tertekan, faktor ini membuat rupiah menguat," kata Lukman, Kamis (17/9). 

Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail Zaini menambahkan, suku bunga BI yang tidak berubah membuat spread yield Surat Utang Negara (SUN) dan yield US Treasury menjadi stabil dan tetap tinggi. Alhasil, rupiah berhasil menguat. 

Namun, Lukman mengamati pelaku pasar saat ini masih menafsirkan dampak pernyataan The Fed yang tetap dovish. 

Mengutip Bloomberg, Kamis (17/9), rupiah menguat 0,07% ke Rp 14.833 per dolar AS. Namun, kurs tengah BI mencatat rupiah melemah 0,23% ke Rp 14.878 per dolar AS.

Dalam jangka pendek sikap The Fed yang akomodatif dan akan terus menyuntikkan likuiditas di pasar memberi sentimen positif pada rupiah. Namun, di saat yang sama The Fed yang memproyeksikan pelemahan ekonomi AS akan berlangsung lama ujungnya bisa memberikan sentimen negatif ke pasar keuangan global. 




Mikail memproyeksikan indeks dolar AS akan bergerak melemah karena pertumbuhan ekonomi AS stagnan. "Data ketenagakerjaan minggu ini diproyeksikan tumbuh stagnan karena ritel sales AS di periode Agustus juga stagnan, perbaikan ekonomi AS yang stagnan membuat dollar AS melemah," kata Mikail. 

Sementara, secara fundamental rupiah berpotensi masih bisa menguat karena dukungan surplus neraca perdagangan.

Mikail memproyeksikan rupiah Jumat (18/9) cenderung masih menguat di rentang Rp 14.790 per dolar AS hingga Rp 14.800 per dolar AS. 

Secara teknikal Lukman juga menganalisis rupiah berpotensi menguat di rentang Rp 14.750 per dolar AS-Rp 14.875 per dolar AS. 
Editor
:
Sumber
: ktn
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru