Matatelinga - Jakarta, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) membukukan pertumbuhan kredit sebesar 20,1
persen pada triwulan I-2014 menjadi Rp470,4 triliun dari Rp391,6 triliun
pada periode yang sama ditahun sebelumnya, dengan rasio NPL net 0,67
persen.
Akan tetapi, Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri
Riswinandi mengakui, pertumbuhan kredit Mandiri akan mengalami penurunan
pada triwulan II-2014. Hal tersebut terjadi lantaran kondisi makro
ekonomi dan situasi perekonomian dalam negeri.
"Kami perkirakan
akan melambat karena adanya kondisi makro ekonomi luar negeri dan
situasi dalam negeri yang sedang menunggu pemilu maka kredit Bank
Mandiri tidak akan setinggi pada kuartal 1 2014," kata Riswinandi usai
paparan publik laporan keuangan triwulan I-2014 Bank Mandiri, di
Kantornya, Jakarta.
Riswinandi menuturkan,
pada triwulan I-2014, perseroan berhasil membukukan pertumbuhan kredit
yang cukup tinggi dari target sekitar 15 persen sampai 16 persen pada
akhir tahun. Riswinandi mengungkapkan, melambatnya pertumbuhan kredit
pada triwulan II-2014 akan mempengaruhi perolehan laba perbankan pelat
merah tersebut.
"kami memang sudah menyesuaikan dengan asumsi bahwa pertumbuhan ekonomi melambat," tutupnya.
(KNIA/Okz)