Selasa, 04 Agustus 2026 WIB

Perawat di Sumut Masih Terima Honor Dibawah UMR

- Rabu, 13 Mei 2020 06:45 WIB
Perawat di Sumut Masih Terima Honor Dibawah UMR
Hand Over
ilustrasi
MATATELINGA,Medan: Perhatian pemerintah pusat terhadap perawat hingga saat ini diduga masih sangat rendah. Mirisnya masih banyak sekali perawat yang mendapat honor dibawah UMR, bahkan ada yang tidak dibayar Tenaga Suka Rela (TSR).


Wakil Ketua DPW Persatuan Perawatan Nasional Indonesia Provinsi Sumut (PPNI Sumut) Hj Misrah Panjaitan SKep Ns MKep mengatakan sebanyak 500-an perawat yang bekerja di RS swasta dan RS pemerintahan se Sumut masih menerima honor dibawah UMR .

"Mirisnya lagi, masih ada perawat yang menerima honor Rp750.000 per bulannya. Kami sebagai pengurus PPNI dan seluruh senior keperawatan memiliki impian ke depan, perawat lebih dihargai, dan diperhatikan pemerintah pusat dan daerah," kata Hj Misrah Panjaitan kepada wartawan di Medan, Selasa (12/5/2020), memperingati Hari Perawat Internasional ke 74 yang tepatnya tanggal12 Mei.

Wakil Ketua PPNI Bidang Organisasi dan Kaderisasi ini menegaskan di seluruh dunia, perawat bekerja tanpa lelah untuk memberikan perawatan dan perhatian yang dibutuhkan orang, kapanpun dan dimanapun mereka membutuhkannya. Tak terkecuali perawat Indonesia begitu juga perawat di Sumut.

Perawat memiliki peran unik, mereka bekerja dengan orang-orang sejak lahir sampai kematian sangat diperlukan dalam pengambilan kebijakan kesehatan. Begitu juga pada masa pandemic saat ini, perawat, dokter serta tenaga kesehatan lainnya bekerja keras untuk menangani pandemi Covid-19 ini.


"Banyak tantangan yang sejawat kami hadapi di lapangan tapi semangat mereka luar biasa untuk masyarakat. Ya sekali lagi untuk keselamatan masyarakat dan tentunya semua ini untuk Bangsa Indonesia segera keluar dari pandemi Virus Corona," tegasnya.

Menjadi perawat, dokter maupun tenaga kesehatan itu pilihan, ketika sudah memilih perawat, artinya siap menahan air mata untuk melukis senyuman penuh kebahagiaan untuk orang lain. "Yaitu  pasien kami, kami perawat juga sama seperti yang lain.

[br]

Kami punya keluarga, punya hati, harapan dan impian, yaitu impian untuk hidup layak, impian punya keluarga bahagia dan impian dapat memberikan pendidikan yang layak kepada anak-anak kami serta impian untuk dihargai.

Kami perawat dan mereka pasien, namun kami seperti keluarga yang sama-sama berjuang. Kami gantikan peran anda sebagai keluarganya yang selalu ada di setiap detik keinginannya. Bahkan kami pikul pula tanggung jawab dalam wujudkan pelayanan prima serta memohon kesembuhan dalam doa dan ikhtiar bersama keluarga," ujarnya.


"Kami sadar kedekatan kami ini beresiko, tapi kami selalu sabar dalam setiap langkah pengabdian dalam merawat pasien. Kami sedekat ini karena mereka juga bagian keluarga kami. Mari kita semua gotong royong untuk memutus mata rantai Virus Corona," tambahnya.

Pada kesempatan ini juga, Misrah berharap terhadap perawat Indonesia, agar mampu bersaing di tingkat internasional, baik dari bahasa, skill dan knowladge, serta kurikulum dan praktek pembelajaran di tingkat pendidikan keperawatan Indonesia setara dengan luar negeri.

"Kami akan terus belajar, dan melatih untuk lebih meningkatkan lagi kualitas pelayanan  keperawatan di Indonesia," ungkap Misrah Panjaitan yang juga Ketua Komite Keperawatan RSUP H Adam Malik ini mengakhiri. (mtc/edi/rel)
Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru