Sabtu, 17 Oktober 2026 WIB
Update Covid-19 di Sumut,

Tiga PDP Dengan Kondisi Berat Meninggal di RS Martha Friska Multatuli

- Jumat, 10 April 2020 13:15 WIB
Tiga PDP Dengan Kondisi Berat Meninggal di RS Martha Friska Multatuli
Mtc/ist
MATATELINGA, Medan: Sudah 3  orang pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di Rumah Sakit Martha Friska Multatuli di Jalan Multatuli, Kecamatan Medan Maimun meninggal dunia hingga Jumat (10/4/2020) dini hari. 

Hal ini disampaikan Koordinator Medis dan Paramedis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Utara, dr. Restuti Hidayani Saragih Sp.PD  saat konferensi pers via streaming di YouTube  Humas Sumut pada Jumat (10/4/2020) pagi. 

Menurut Restuti, hal tersebut dapat dipahami karena memang rumah sakit tersebut ditujukan untuk penanganan PDP yang utamanya dalam kondisi sedang dan berat. 

"Yang meninggal dunia 3 orang sampai dengan dini hari tadi. Proses perawatan tidak lama, hanya beberapa jam sampai dengan 1 hari, kondisinya PDP berat bahkan bisa saya katakan sangat berat. Dengan berbagai keadaan yang menuju kepada gagal nafas," katanya.

Proses pemakaman terhadap 3 jenazah PDP tersebut lanjut Restuti dilakukan dengan baik dan dimakaman dilakukan dengan standar WHO.

"Pertama, pemulasaran jenazah sampai dengan pemakamannya tidak boleh lebih dari waktu 4 jam dan ditangani oleh dokter spesialis forensik beserta tenaga pendukung pemulasaran jenazah," katanya.

Lebih jauh dijelaskannya, RS Martha Friska Multatuli sudah beroperasi sejak 2 April 2020 setelah diresmikan oleh Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi yang sebelumnya memimpin glani resik dan simulasi alur penerimaan dan penanganan pasien yang diikuti oleh segenap petugas medis, para medis, tenaga pendukung, serta TNI dan Polri yang bertugas dalam pengamanan di RS Martha Friska Multatuli Medan. 

Dalam statusnya sebagai RS Darurat Rujukan Covid-19 yang dipersiapkan hanya dalam waktu  beberapa hari saja, kondisi standar optimal dalam bingkai RS darurat perlahan-lahan, telah banyak dipenuhi dari segi tenaga medis, para medis, tenaga pendukung yang akan bekerja selama sebulan ke depan dan seterusnya. 

Adapun sampai hari ini, jumlah pasien yang sedang dirawat inap sebanyak 10 orang pasien dengan keterangan, 7 orang pasien yang telah dilakukan rapid test sesuai dengan hari paparannya lebih kurang 7 hari dengan hasil rapid test positif. Rumah sakit ini, memiliki kapasitas 110 kamar. 

Restuti menambahkan, kondisi tenaga medis yang menangani pasien terkait Covid-19 pada fase awal sama seperti pasien, secara jujur ada fase adaptasi. Karena, lanjutnya, bukan hanya pasien yang dilakukan karantina 'isolasi', namun tenaga medis dan para medis harus berpisah dari keluarganya saat menunaikan tugas.  (mtc/amr)
Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru