MATATELINGA, Asahan: Pemilihan Kepala Desa serentak yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Asahan pada Rabu (18/12/2019) mengakibatkan ratusan orang warga desa Tinggi Raja Kecamatan Tinggi Raja mengalami keracunan akibat memakan nasi bungkus yang disediakan oleh pihak panitia Pilkades dimaksud.
Keterangan Kepala Puskesmas Tinggi Raja dr.Nina kepada matatelinga.com, Kamis (19/12/2019) di ruang rawat inap Puskesmas Tinggi Raja membenarkan adanya warga masyarakat desa Tinggi Raja yang mengalami gangguan pencernakan setelah mengkumsumsi makanan nasi bungkus dengan lauk sambal telur serta sayur daun ubi maupun sayur gori , ujarnya.
Lebih lanjut dr Nina mengatakan warga masyarakat desa Tinggi Raja yang dirawat di Puskesmas tinggi Raja , RSU Ibu Katini Kisaran maupun IGD RSUD HAMS Kisaran hingga Kamis 19 Desember 2019 malam hari telah mencapai 236 orang, pasien mengeluhkan sakit perut, mual dan muntah muntah serta demam tinggi.
Secara terpisah Camat Tinggi Raja Achad Syaiful Pasaribu juga mengatakan warga masyarakat desa Tinggi Raja Kecamatan Tinggi Raja kabupaten Asahan baru saja melaksanakan haknya dalam pemilihan kepala desa di desa Tinggi Raja ini, dan sekitar 3.000 bungkus nasi ummat dengan lauk telur serta sayur daun ubi tumbuk dan sayur gori yang disediakan oleh kelima calon kepala desa yang mengikuti konstestan tersebut.
Achmad Syaiful Pasaribu juga mengatakan bahwa setelah warga melaksanakan pencoblosan kertas suara pada Pilkades tersebut, setiap warga mendapatkan satu bungkus nasi ummat tersebut, namun setelah dikomsumsi selang beberapa jam kemudian warga mulai terserang sakit perut hingga muntah serta mengalami demam tinggi, dan itu berlanjut hingga Kamis 19 Desember 2019 tengah malam korban sudah memenuhi ruang rawat inap Puskemas Tinggi Raja dan sekitar 20 orang korban terpaksa di evakuasi ke RSUD HAMS Kisaran untuk mendapatkan perawatan medis yang lebih intensif.
Secara terpisah penuturan korban keracunan makanan nasi bugkus Abu Bakar Sirait (70) mengatakan awalnya setelah makan nasi bungkus yang di bagikan panitia pelaksana Pilkades di desa Tinggi Raja, dan selang beberapa jam kemudian mulai terasa sakit perut ini, dan muntah muntah hingga pada malam harinya saya terpaksa di bawa ke Puskesmas ini ini untuk mendapatkan penangan medis, pungkasnya (ben)