Minggu, 06 September 2026 WIB
Sevendy Napitupulu:

Kalau Bukan Kita, Lalu Siapa Lagi Yang Jaga Kelestarian Alam Danau Toba

- Jumat, 18 Oktober 2019 17:32 WIB
Kalau Bukan Kita, Lalu Siapa Lagi Yang Jaga Kelestarian Alam Danau Toba
Matatelinga.com
Drs. Sevendy Napitupulu, M.Hum
MATATELINGA, Medan: Siapa yang tidak kenal dengan wisata alam Danau Toba yang dulu sangat banyak dikunjungi wisatawan asing. Sejak krisis ekonomi melanda negeri ini, arus kunjungan wisatawan asing ke kawasan wisata Danau Toba, khususnya Pulau Samosir yang kini menjadi Kabupaten Samosir.

Menurut Wakil Rektor IV Universitas Methodist Indonesia (UMI) Medan Drs. Sevendy Napitupulu, M.Hum, Jumat (18/10/2019) kawasan wisata Danau Toba yang bersinggungan langsung dengan 7 kabupaten membuat Danau Toba indah dipandang dari kabupaten mana saja. Dari Karo ada Sipiso-piso, Simalungun ada Parapat dan dari daerah lainnya kawasan wisata ini tetap menarik dipandang mata.


[adx]




"Permasalahan yang sering mengemuka adalah, masih banyak warga masyarakat dan pengunjung yang datang ke kawasan wisata ini membuang sampah dengan sembarangan. Membuang sampah adalah hal kecil bagi banyak orang, tapi akan berdampak besar di kemudian hari," paparnya.

Lebih lanjut Sevendy menyampaikan, bahwa secara kelembagaan, UMI Medan telah menjalin kerjasama dengan beberapa kabupaten di kawasan Danau Toba. Antara lain dengan Toba Samosir dan Samosir. Beberapa kegiatan sudah digelar sebagai upaya penyadaran kepada masyarakat untuk menjaga kelestarian alam danau dengan menanam pohon dan membuang sampah pada tempatnya. Kegiatan lainnya adalah memberikan pelatihan Bahasa Inggris dan kemampuan mengoperasikan komputer. Ada juga penyuluhan kesehatan dan pertanian.


[adx]




"Hari ini mungkin kita hanya buang bungkus permen, akan tetapi dalam jangka waktu panjang bungkus permen yang kita buang belum terurai. Ada lagi yang buang kantongan plastik, bungkus makanan dan sampah lainnya. Sekarang saatnya kita menyadari bahwa perlakuan kita terhadap alam akan berdampak negatif di kemudian hari. Kalau bukan kita, lalu siapa lagi yang perduli dengan kelestarian alam dan kebersihan Danau Toba," tandasnya.

Sevendy menambahkan, aksi kecil dengan tidak membuang sampah ke danau dan tidak membuang sampah sembarangan akan menjadikan kawasan wisata Danau Toba terawat keindahannya. Kalau bukan sekarang, lalu kapan lagi? Apakah kita akan mewariskan kawasan wisata yang sudah tercemar dan rusak kepada generasi penerus kita?
Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru