MATATELINGA, Medan: Seorang warga Rantauprapat menjadi korban perampokan di kota Medan, Minggu (18/8/2019) pagi kemarin. Korban baru saja tiba di Medan dengan menumpang kereta api.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, korban bernama Nana Ariani dan Ahmad Raihan. Keduanya pada Sabtu malam (17/8/2019) kemarin, berangkat dari kota Rantauprapat menuju Medan, menaiki kereta api Sri Bilah.
Sesampainya Minggu (18/8/2019) di stasiun KA Medan, korban menaiki sebuah becak bermotor menuju rumah orang tua di jalan Perhubungan Benteng Hilir, Medan.
[adx]
Ironisnya, di tengan perjalanan, parbetor membawa via jalan potongan yang sepi. Tiba-tiba parbetor memberhentikan becak di jalan Sumatra simpang jalan Kalimantan seolah becak sedang rusak.
Kemudian datang dua pria menaiki sepeda motor dan langsung menarik tas ransel warna biru Tosca milik korban dari atas becak. Melihat aksi pelaku, korban juga menarik tas. Tarik-tarikan terjadi. Nahas, akibatnya korban tersungkur ke aspal dari atas betor. Berdampak badan luka-luka
Akibat peristiwa itu, sejumlah barang dalam tas korban dibawa pelaku. diantaranya, pakaian, KTP, SIM STNK Sp Motor Honda BK-5559-CH, laptop merek Acer, uang tunai Rp10 juta dan sebuah handphone merek Nokia. Serta sejumlah kartu ATM dan buku tabungan.
Peristiwa ini dilaporkan korban ke Mapolsek Medan Kota dengan Laporan/Pengaduan bernomor: STL131 K VII/2019/SU/POLRESTABES Medan Kota.
Suami korban, Fajar mengaku melihat semakin tingginya angka kejahatan yang terjadi, kepolisian dinilai bakal gagal memberi rasa aman kepada warga. Jika grafik angka kejahatan terus terjadi peningkatan.
Buktinya belakangan sering terdengar kasus begal, rampok, curanmor dan kejahatan jalanan lainnya di wilkum Mapoldasu. "Belum lagi kasus-kasus dugaan penyalahgunaan narkoba yang dituding sebagai pemicu kejahatan di lapangan," katanya
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Medan Kota Akp Riki Rhamadan membenarkan adanya laporan tersebut.
"sedang kita lakukan penyelidikan,"tukasnya. (mtc/amr)