Kamis, 18 Juni 2026 WIB

Hingga Siang Ini Testing PPDB Di SMA 4 Medan Terkendala Jaringan

- Jumat, 14 Juni 2019 16:10 WIB
Hingga Siang Ini Testing PPDB Di SMA 4 Medan Terkendala Jaringan
Hand Over
MATATELINGA, Medan:  Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Sekolah Menegah Atas (SMA) Negeri 4 Medan hingga siang ini masih belum terlaksana, hal tersebut dikarenakan adanya gangguan pada sistim jaringan untuk pelaksanaan testing melalui jalur online.



Hal tersebut dikatakan Kepala Sekolah SMA Negeri 4 Medan, Drs Ramly. Ia mengatakan, hingga saat ini testing untuk PPDB masih belum terlaksana. "Tadi testing nya di mulai dari jam 08.00 Wib, namun hingga kini masih terkendala juga," ujarnya saat dihubungi selulernya Jumat (14/6/2019) siang.

Ramly mengatakan, untuk PPDB sistim online sendiri pihaknya melaksanakan mulai dari tanggal 14-15 Juni 2019. "Total kita ada enam sesi, hari ini sesi pertama sampai empat, namun hingga sesi ketiga tadi sudah tidak berjalan, sehingga calon siswa kita kembali pulang, namun saat ini sesi keempat masih berjalan dan mudahkanlah tidak ada kendala," ujarnya.



Lanjut dikatakannya, untuk testing ulangnya sendirian, Ramly mengaku belum mengetahui kapan dijadwalkan kembali. "Untuk susunannya tunggu keputusan dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara," ungkapnya.

Sementara itu, Ramly mengatakan untuk Sekolah SMA Negeri 4 Medan membuka pendaftaran penerimaan peserta didik Baru (PPDB) melalui dua jalur, yakni jalur online dan jalur zonasi (jarak tempat domisili dengan sekolah). Untuk jalur pendaftaran dimulai tanggal 10-12 Juni 2019. sedangkan untuk jalur zonasi di mulai pada tanggal 19-25 Juni 2019.

"Penerimaan peserta didik baru melalui jalur online saat ini sedang berlangsung testing onlinenya. hasilnya nanti di umumkan pada tanggal 18 Juni. Penentuan dilakukan dinas pendidikan provinsi sumut", Ujarnya.



Ditambahkan nya utuk tahun ajaran baru ini, SMA Negeri 4 Medan menerima sekitar 430 lebih siswa dengan menyediakan sekitar 12 ruangan belajar (kelas). Dari jumlah penerimaan siswa yang di terima nantinya, sebesar 10% merupakan siswa yang lulus melalui jalur online dan 90% melalui jalur Zonasi.

"Siswa dari jalur online 10%nya kan sekitar 43 orang, ini nanti dijadikan 2 ruangan belajar, sisa 10 ruangan itu nantinya untuk jalur zonasi," ungkap Ramly.

Ia juga menjelaskan dari 90 persen penerimaan siswa melalui jalur Zonasi, 20 persennya merupakan untuk calon siswa yang kurang mampu.

" Jalur donasi ini tidak berdasarkan nilai yang siswa dapat lagi, namun kalau rumahnya dekat dengan sekolah paling jauh rentang 20KM, ini berpeluang untuk bisa di terima disini. serta untuk siswa yang kurang mampu berpeluang juga untuk diterima, asalkan surat-surat yang menyatakan keterangan kurang mampu dilengkapi", ungkapnya.
Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru