Jumat, 01 Mei 2026 WIB
Kuliah Umum Yasonna H Laoly di Unika St. Thomas

"Kendalikan Jari Tanganmu, Jangan Sampai Lebih Cepat dari Otakmu"

- Jumat, 08 Maret 2019 16:49 WIB
"Kendalikan Jari Tanganmu, Jangan Sampai Lebih Cepat dari Otakmu"
Matatelinga/jamesppardede
Menkumham Yasonna H Laoly
MATATELINGA, Medan : Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia (Menkumham) Dr. Yasonna H Laoly dalam materi kuliah umumnya dihadapan ratusan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Katolik Santo Thomas (Unika Santo Thomas) Medan, menekankan agar mahasiswa sebagai calon intelektual tidak mudah terprovokasi menyebarkan berita hoax.


"Kendalikan jari tanganmu jangan sampai lebih cepat dari otak. Itu artinya, setiap kali kita menerima informasi yang tidak jelas jangan langsung di share, pastikan dulu informasi yang kita dapat apakah berita benar atau hanya berita hoax. Jangan langsung disebar luaskan," kata Yasonna Laoly di Aula Bina Media, Unika Santo Thomas, Jalan Setia Budi Medan, Jumat (8/3/2019).

Kuliah Umum di Unika Santo Thomas Medan mengusung topik tentang  "Penanganan Hoax dalam rangka Persatuan dan Kesatuan Bangsa". Walaupun sudah banyak pelaku penyebar hoax yang sudah ditindak tegas, kata Yasonna H Laoly tapi tetap saja bermunculan orang-orang yang suka menyebarkan berita hoax.


"Kita sekarang sedang berada di era industri generasi ke-empat atau industri 4.0. Dimana, hampir semua pekerjaan sudah menggunakan internet. Salah satu contoh yang sudah kita jalankan adalah proses penerimaan pegawai secara online. Ini akan memutus mata rantai praktik percaloan," kata Yasonna Laoly.

Kemajuan teknologi harus dimanfaatkan dengan bijaksana agar terhindar dari hal-hal negatif yang menggiring kita ke perbuatan melawan hukum. Undang-undang Informasi dan Teknologi sudah ada dan menjadi pagar bagi kita untuk tidak terjebak dalam perilaku penyebar hoax atau pembuat berita hoax.


Dalam materinya, Yasonna Laoly juga menampilkan beberapa data dan fakta terkait hoax. Pengguna media sosial terbesar saat ini adalah Facebook, WhatsApp, Instagram, Twitter dan yang lainnya. Kelompok umur pengguna terbesar adalah kelompok usia sekolah yang terbilang sangat mudah dipengaruhi oleh oknum tertentu dalam menyebarkan berita hoax.

"Pembuat berita hoax biasanya berasal dari kalangan tertentu yang menginginkan perpecahan kesatuan bangsa. Kita harus tetap berpegang teguh pada Pancasila dan UUD 1945. Bahwa kita bisa maju kalau kita bersatu dan memiliki tekad memajukan bangsa," kata Yasonna Laoly.


Sebelum menyampaikan materi, Yasonna Laoly menandatangani naskah kerja sama dengan Unika Santo Thomas dalam bidang penangaan masalah hukum dan peresmian Sentra Hak Kekayaan Intelektual (Haki).

Wakil Rektor I Unika St. Thomas Prof. Posman Sibuea dalam sambutannya menyampaikan dengan adanya kuliah umum ini semua mahasiswa bisa membuka wawasan dan tidak menjadi penyebar berita hoax.


"Manfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan dari seorang menteri Hukum dan HAM yang juga putra kelahiran Sumatera Utara," kata Posman Sibuea.

Sementara Dekan Fakultas Hukum Unika Santo Thomas Prof. Maidin Gultom yang juga moderator Yasonna Laoly dalam penyampaian kuliah umum dihadapan mahasiswanya menegaskan, sekarang sudah jaman serba teknologi. Mahasiswa harus memanfaatkan teknologi dengan baik dan bukan menjadi penyebar berita hoax.

Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru