Sabtu, 12 September 2026 WIB

Ratusan Kapal Nelayan Tradisional 'Serbu' Mako Ditpolair Polda Sumut, Ini Tuntutannya

Rompas - Jumat, 21 September 2018 19:10 WIB
Ratusan Kapal Nelayan Tradisional 'Serbu' Mako Ditpolair Polda Sumut, Ini Tuntutannya
mtc/rompas
HNTI (Himpunan Nelayan Tradisionil Indonesia) mendukung tindakan Kapolda Sumatera Utara memberantas oprasinya kapal-kapal pukat harimau yang menyalahi peraturan Pemerintah Inpres no.71.
MATATELINGA, Belawan: HNTI (Himpunan Nelayan Tradisionil Indonesia) mendukung tindakan Kapolda Sumatera Utara memberantas oprasinya kapal-kapal pukat harimau yang menyalahi peraturan Pemerintah Inpres no.71.


Hal tersebut dikatakan oleh Basir ketua nelayan (HNTI) asal Kelurahan Bagan Deli Kecamatan Medan Belawan dikantor Ditpolairud Polda Sumatera Utara di Belawan pada Jumaat pagi (21/09/3018).

Para nelayan ini mendatangi mako Polairud di Belawan menggunakan seratusan kapal ikan nelayan.

Basir bersama teman temannya meminta agar Satpolairud benar benar melaksanakan tugasnya ditengah laut untuk menangkap kapal kapal ikan yang menggunakan jaring trawl. 

"Pemerintah melalui Kapoldasu dan aparat terkait sudah melarang kapal pukst trawl tersebut beroprasi tapi di Belawan kapal kapal tersebut masih beroprasi yang bersngkatnya dari Pelabuhan Perikanan Samudra Gabion Belawan pada malam hari,"ucapnya.


Kedatangan seratusan kapal nelayan bersama nelayan sekitar 300 orang ke mako Polairud Polda Sumatera Utara menggunakan kapal nelayan, kapal kapal nelayan tradisionil mereka langsung disandarkan di dermaga Satpolair Polda Sumstera Utara dan para ABK kapal tersebut langsung naik keatas dermaga.

Di dermaga kedatangan ratusan nelayan asal Kelurahan Bagan Deli ini langsung disambut oleh Kasat Gakkum Polairud AKBP Nagari Sishaan didampingi KBO (Kepala Bidang Oprasi) Tomas Sihombing dan para pejabat teras lainnya karena saat itu Direktur Polairud Kombes Pol Yosi dan wakilnya tidak berada ditempat sudang rapat di Mapolda.

Setelah mereka diterima oleh para pejabat Polairud Polda Sumatera Utara,kemudian AKBP Drs.Tomas Sihombing minta maaf kepada seluruh nelayan tradisionil yang baru datang karena Direktur dan wakilnya tidak ada ditempat. 

"kami janji aspirasi ini akan kami sampaikan ke pimpinan,"sebut Thomas.

Kemudian seratusan kapal kapal nelayan tradisionil asal Kelurahan Bagan Deli Kecamatan Medan Belawan tersebut meninggalkan mako Polairud Polda Sumatera Utara pulang ke pangkalan mereka ke Bagan Deli.(mtc/rompas)

Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru