MATATELINGA, Medan: Hujan yang cukup deras menyebabkan sejumlah sungai di Medan meluap. Akibatnya banjir melanda sejumlah kawasan. Khususnya yang berada di dekat sungai.
Hingga pagi pukul 11.00 WIB, banjir tak kunjung surut. Bahkan banjir juga mengepung kampus Universitas Sumatera Utara (USU).
"Dari subuh tadi naik air sampai kampus," kata Pakpahan, warga yang sedang membantu mengatur arus lalu lintas.
Banjir merendam Pintu 1 USU Jalan Universitas, Pintu 2 Jalan Sivitas Akademika, Pintu 3 Jalan Almamater dan Pintu 4 Jalan Tri Dharma. Ketinggian air di ke empat jalan utama kampus itu rata-rata semata kaki orang dewasa.
Banjir paling parah terjadi di depan Kampus USU, Jalan dr Mansur. Air mencapai tinggi pinggang orang dewasa.
Kondisi ini menyulitkan pengendara. Tak sedikit pengendara yang harus berbalik arah. Tapi tidak sedikit juga yang memaksa menerobos. Padahal warga sudah mengingatkan untuk tidak melintas. Tak pelak kendaraan mereka mogok di tengah banjir.
"Kalau di gunung masih hujan sampai sekarang, gak akan cepat surut ini airnya," ujar Pakpahan.
Selain Kampus USU daerah lainnya juga terdampak banjir. Seperti pemukiman jalan Dipanegara di dekat Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Padang Bulan. Ratusan rumah terendam hingga ketinggian dua meter.
Banjir juga merendam pemukiman warga di Gang Merdeka, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun. Gang Merdeka memang sudah menjadi langganan banjir. Karena letak pemukiman tepat berada di tepi Sungai Deli.
Air juga merendam kawasan Jalan Partimura Kota Medan. Sejumlah toko di sana juga ikut terendam.
Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin dikabarkan sudah melakukan pemantauan sejak tadi malam. Drainase menjadi fokus perhatian Wali Kota dalam peninjauan tersebut.
Banyak lubang inlet di jalanan yang tertutup. Sehingga air menggenang di jalan.
"Jika lubang inlet tidak tersumbat dan drainase tidak mengalami sendimentasi, insya Allah genangan air tak terjadi di Jalan Sudirman dan Imam Bonjol," tandasnya. (mtc/fae)