Rabu, 13 Mei 2026 WIB

Bawa Sajam, Rendi Terjaring Razia

Admin - Minggu, 06 November 2016 20:07 WIB
Bawa Sajam, Rendi Terjaring Razia
Matatelinga.com
Matatelinga.com - Kedapatan membawa sejumlah senjata tajam (Sajam), seorang pria, Rendi Novrizal (26) warga Jalan Kapten Muslim Gang Pertama, Kelurahan Helvetia Tengah, Medan Helvetia, diringkus petugas Polsek Medan Timur saat melakukan razia di Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Sabtu (5/11) malam. Dari pelaku disita barang bukti berupa sebilah sangkur, 1 samurai sepanjang 40 Cm dan 1 gari (borgol) dan serta 1 unit sepedamotor.

Menurut data yang diperoleh, Minggu (6/11/2016), penangkapan terhadap pekerja Cleaning Service itu berawal saat petugas Reskrim Polsek Medan Timur melaksanakan razia anti begal di Jalan Perintis Kemerdekaan persis di depan gedung Indosat. Saat itulah, petugas menghentikan laju sepedamotor BK 2007 US yang dikemudikan oleh Rendi.



Kemudian petugas memeriksa dokumen kepemilikan sepedamotor dan menggeledah tubuh pria tersebut. Ternyata sepedamotor tersebut tanpa dilengkapi dokumen kepemilikan dan dipinggang Rendi terselip sebilah sangkur sedangkan di gantungan sepedamotornya ditemukan samurai.

Selanjutnya, petugas membuka jok sepedamotor dan ditemukan satu gari (borgol) dan dua nomor plat polisi kendaraan roda dua. Dari hasil pemeriksaan, nomor plat polisi BK 2007 US diduga palsu sehingga Rendi langsung diboyong ke Polsek Medan Timur.



Saat menjalani pemeriksaan, Rendi mengaku bahwa dirinya membawa senjata tajam untuk menjaga dirinya saja bila ada gangguan dari orang-orang tak dikenal pada malam hari.
"Sangkur dan samurai itu hanya buat jaga-jaga diri aja," sebutnya dan mengaku dirinya tak terlibat komplotan begal sepedamotor.

Sementara itu, Kapolsek Medan Timur Kompol BL Malau melalui Kanit Reskrim Iptu Hainul Yaqin menyebutkan, pria itu sudah menjalani pemeriksaan dan dijebloskan ke dalam sel karena membawa senjata tajam tanpa izin dan dijerat dengan Undang Undang Darurat. "Sesuai hasil pemeriksaan, tersangka membawa senjata tajam dengan alasan untuk berjaga-jaga diri dan tidak pernah ikut dalam komplotan begal," sebut Iptu Ainul Yaqin.



(Mtc)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru