Rabu, 19 Agustus 2026 WIB

Razia Tempat Maksiat, Tim Terpadu diduga Lakukan Tangkap Lepas

Admin - Rabu, 28 September 2016 16:30 WIB
 Razia Tempat Maksiat, Tim Terpadu diduga Lakukan Tangkap Lepas
Matatelinga.com
Matatelinga.com - Tim terpadu Asahan yang terdiri dari beberapa instansi diantaranya Polres Asahan, Sub.Denpom Asahan, Dinas Sosial Pemkab Asahan serta Polisi Pamong Praja Asahan melakukan penertiban tempat hiburan serta rumah kos kosan yang dianggap rawan maksiat, Selasa 27 September 2016 sekira pukul 23.00 wib.

Keterangan Kasat Pol Pamong Praja Asahan Isa Harahap saat dikonfirmasi Matatelinga.com di ruang kerjanya Rabu 28 September 2016 membenarkan adanya razia disejumlah tempat hiburan, hotel dan rumah penginapan kelas melati, serta warung remang remang yang berada di pinggir jalinsum kecamatan kota kisaran timur maupun kecamatan Sei dadap.

"Razia penertiban terpadu ini dilaksanakan bersama Polres Asahan, Sub Denpom Asahan, Dinas Sosial Asahan serta pihak terkait," ujarnya.



Isa Harahap juga mengatakan dalam gelar razia tersebut dapat terjaring beberapa warga masyarakat yang ditengarai berbuat mesum bukan dengan pasangannya yang resmi, diantaranya 3 pasang yang ditengarai berbuat mesum dan terjaring dari kamar hotel Mwr yang berada di Jalinsum jalan A.Yani kisaran, 2 pasang selingkuh serta 3 wanita penghibur yang terjaring di cafe bendang Air joman, dan 3 orang waria dapat diciduk dari warung remang remang yang berada di jalinsum kecamatan kisaran timur.

Dari semua hasil razia tersebut seterusnya kami limpahkan ke pihak Dinas Sosial Pemkab. Asahan guna proses lanjutan, dan hendaknya pihak Dinsos Asahan juga memberlakukan penidakan tegas terhadap wanita penghibur yang sudah berulang kali terjaring dalam perkara yang sama, sehingga tidak ada lagi kesan masyarakat bahwa razia terpadu ini digelar hanya bersifat melepaskan kerja rodi serta tangkap lepas semata.



Secara terpisah Kadis Sosial Asahan Misli M.Noor melalui Warno Kasi Rehabilitasi Dinsos Asahan saat dikonfirmasi melalui selularnya mengatakan semua pelaku pasangan sekingkuh.

"Pekerja sex komersial maupun waria yang telah terjaring oleh tim penertiban oleh pihak Dinsos akan diberikan pembinaan mental dan didata, sementara untuk pekerja seks komersial bila kedapatan sudah beberapa kali terjaring akan dikirim ke panti rehabilitasi yang berada di Brastagi tanah karo," kata Misli.

"Namun sebelumnya kami akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak Dinsos propinsi, untuk yang terjaring pada Selasa 27 September 2016, kami hanya memberikan pembinaan," ungkapnya lagi.

Mahmud (34) warga Kisaran barat menanggapi operasi penertiban ini hanya tersenyum dan mengatakan sudah seperti lazimnya pihak Dinsos Asahan hanya memberikan tausiah terhadap pelaku sexual ini, tidak pernah sekalipun Dinsos Asahan ini memberikan tindakan tegas, Asahan yang relegius yang dicanangkan Bupati Asahan seakan tidak tersahuti.

"Penertiban ini semata hanya eporia dan tangkap lepas dengan menggunakan dana anggaran pemerintah, dan yang lebih ironis lagi saat ini di kota Kisaran telah tumbuh dengan suburnya rumah tinggal kos kosan yang legalitasnya perizinanannya juga masih diragukan," tukasnya .


(Mtc/Ben)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru