Selasa, 05 Mei 2026 WIB

Wakil Walikota Medan Hadiri Taaruf Kolosal IMM UMSU

Admin - Kamis, 01 September 2016 18:53 WIB
Wakil Walikota Medan Hadiri Taaruf Kolosal IMM UMSU
Matatelinga.com
Matatelinga.com,  “Taaruf kolosal merupakan ide kreatif yang luar biasa. Terimakasih atas ide kreatif ini, karena kedepanya bangsa yang menang itu adalah bangsa yang memiliki ide kreatifitas dan inovatif. Tanpa inovasi dan kreatifitas kita akan menjadi bangsa yang tertinggal dan terkalahkan”.

Hal ini disampaikan Wakil Walikota Medan, Ir Akhyar Nasutin MSi saat menghadiri kegiatan taaruf kolosal Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumatera Utara di pelataran parkir A Kampus utama Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Jalan Kapten Mukhtar Basri, Kamis (1/9/2016).

Selain itu, Akhyar juga menerima cinderamata dari Rektor UMSU, Dr Agussani MAP dan menyematkan selempang masa taaruf kepada dua orang perwakilan mahasiswa baru UMSU.

Kepada peserta yang berjumlah lebih kurang 4900 orang Akhyar menyampaikan, bahwasanya tantangan kedepan tidak mudah didalam menghadapi dunia yang hanya sebesar gadget.

“seluruh informasi dunia ada disini, adik-adik saat ini memasuki masa informasi yang beragam, dari yang baik dan jahat, semua ada disini. Adik-adik harus memiliki banyak ilmu untuk bisa memanfaatkan gadget sebagai kebaikan dan kemasalahatan umat”, ungkap Akhyar.

Akhyar mengatakan, fakultas dan jurusan yang mengajarkan hal-hal teknis bersifat pelaksanaan memang sangat baik, namun diatas ilmu-ilmu tersebut, masih ada ilmu yang lebih tinggi, yaitu ilmu kearifan.

“ilmu kearifan bisa didapat melalui organisasi. Ketika adik-adik sudah berorganisasi, maka  harus mampu menyerap berbagai ilmu dari berbagai macam pendapat, pandangan, ilmu pengetahuan, yang diserap untuk dijadikan suatu kesimpulan”,ujarnya.

Setelah itu kata Akhyar, ada lagi ilmu yang lebih tinggi, yaitu ilmu iman. Karena segala sesuatu di alam ini merupakan ciptaan allah. “Pelajarilah apa itu ilmu allah, sehingga kalian bisa menerima segala keputusan allah. Sehebat apapun ilmu kita, kita tidak akan mampu melawan ilmu allah”, ungkap Akhyar.

Menurut Akhyar, selama ini kekuatan ekonomi, politik, sosial didominasi oleh kekuatan Amerika dan Eropa, namun saat ini kekuatan sudah mulai bergeser ke Asia. Saat ini kekuatan ekonomi Asia dan Eropa Amerika sudah dalam keseimbangan, dan pada 2020 diperkirakan kekuatan ekonomi , keamanan, pertahanan dunia, akan beralih ke Asia.

“Sekarang kita bangsa Indonesia harus mempersiapkannya ketika terjadi pergeseran-pergeseran kekuatan global yang merupakan tantangan kedepan. Untuk menuju persaingan itu, banyak prasyarat yang harus adik-adik perlu. Jangan mudah menyerah, terus belajar dan jangan pernah berhenti untuk belajar”, ujarnya.

Kemudian Akhyar mengungkapkan, persaingan kedepan sangat ketat, untuk mendapatkan suatu hal, semuanya harus siap untuk bersaing. “jangan menghindar dari persaingan ataupun kompetisi. Karena orang yang memenangi kompetisi itulah sebagai pemenang sejati”, ungkap Akhyar.

Selanjutnya Akhyar mengatakan, untuk membangun suatu daerah dan bangsa, yang harus pertama kali dibangun sesungguhnya adalah kultur dan budaya. Karena pembangunan budaya dan kultur akan menjadikan pembangunan yang efektif dan efisien.

“sehebat apapun APBD Kota Medan, jika kultur dan budaya warganya tidak dapat menjaga sarana prasarana, maka sebesar apapun ABPD Kota Medan akan jebol, tidak akan tercapai semuanya. Dimulai dari kultur dan budayalah efisiensi dan efektifitas pembangunan akan berhasil. Tanpa itu semua, pembangunan akan sangat luar biasa tidak efektifnya”.

Dr Agussani MAP selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara menyampaikan, IMM merupakan oganisasi intra dan ekstra kampus, sebagai ortom muhammadiyah, yang bergerak untuk mencapai tujuan muhammadiyah. IMM harus menjalankan tri dimensi kader, yakni kader umat, kader persyarikatan dan kader bangsa.

“kader umat, yakni harus memperjuangkan dan membela hak-hak umat islam, serta harus menjalankan nilai-nilai ajaran islam. Untuk kader persyarikatan, yakni menjalankan tujuan persyarikatan muhammadiyah, untuk menjadikan umat islam yang sebenar-benarnya, serta mematuhi segala aturan dan ketentuan di muhammadiyah”.

“Sedangkan kader bangsa, yakni memberikan kontribusi untuk bangsa dengan cara mencerdaskan generasi bangsa. Ketiga dimensi ini harus saling bersinergi dan tidak boleh bertentangan”. Tambah Agussani.

Sementara itu, Imawan Andi selaku Ketua Panitia mengatakan, kegiatan ini diikuti seluruh mahasiswa baru se-UMSU, dan setelah terlaksananya masa taaruf kolosal ini, akan dilaksankan masa taaruf di fakultas masing-masing pada tanggal 2 sampai 3 September 2016.

“mulai besok para siswa baru akan dikembalikan ke fakultas masing-masing, diharapkan agar dapat mengikuti kegiatan taaruf sampai dengan selesai”, ujarnya.

Hadir juga dalam kesempatan tersebut, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara, Prof Dr Hasyim Syah Nasution MA, Ketua Pimpinan Wilayah Aisiyah Sumut, Elinita, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Medan, Drs Anwar Sembiring, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Medan, Drs Hasan Basri MM, Camat Medan Timur, Drs Parulian Pasaribu MSi, Pengurus DPP IMM, Ratu Lala Syaila, Ketua Pimpinan Cabang IMM Kota Medan, Ridho Suwarno, serta Dosen dan Staf Pengajar UMSU



(Mtc)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru