Matatelinga.com, Sahat Pardede tega membunuh
istrinya, Saor Barita Boru Panggabean ,65. Usai membunuh istrinya,
kakek berusia 72 tahun itu memilih bunuh diri dengan sebilah pisau yang
ditusukkan ke perutnya sendiri.
Informasi yang dihimpun, Minggu (24/4/2016), sehari sebelum terjadi
pembunuhan, Sahat dan istrinya bertengkar hebat. Namun, anak-anak
mereka dan warga tak menyangka, kakek itu akan bertindak nekat
menghabisi nyawa wanita yang telah dinikahinya puluhan tahun lalu.
Kejadian pembunuhan itu terjadi pada Jumat 22 April 2016 dini hari di
rumah pasangan tersebut, Jalan Merdeka, Kampung Salak Lingkungan I,
Kelurahan Wek I, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan,
Sumatera Utar.
Kejadian bermula, saat istrinya sedang tidur satu ranjang dengannya.
Sahat lalu bangun dan memukuli kepala istrinya dengan sepotong besi,
hingga darah bercucuran seperti dilansir Okezone.
Mendapat luka pukulan, Soar pun menjerit histeris, sehingga
membangunkan tiga anak, menantu dan cucunya. Mereka pun panik melihat
sang ibu telah menggelepar bersimbah darah. Dibantu tetangga, Boru
Panggabean lalu dibawa anaknya, David Pardede, ke Rumah Sakit Umum
Daerah (RSUD) Kota Padangsidimpuan.
Namun satu jam setelah mendapatkan perawatan, Saor pun meninggal
dunia. Seorang anaknya, David dan saudara-saudaranya lalu pulang ke
rumah untuk menyambut kedatangan jenazah ibunya dari rumah sakit.
Tapi begitu tiba di rumah, mereka pun menjerit histeris tak percaya
saat menemukan ayah mereka, Sahat Pardede telah tergeletak tewas dengan
pisau menancap di perutnya. Diduga, usai membunuh istrinya, Sahat kalut
dan nekat bunuh diri.
Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan, AKP DB Diriono SH,
Sahat tewas di atas tempat tidur dengan empat liang luka tikaman di
perut.
"Terkait pembunuhan, sejumlah saksi telah diperiksa," ujar AKP DB Diriono.
(Mtc)