Selasa, 25 Agustus 2026 WIB

Hutan Terbakar KPH dan Dishut Berseteru

Admin - Kamis, 31 Maret 2016 23:35 WIB
 Hutan Terbakar KPH dan Dishut Berseteru
Matatelinga.com
Matatelinga.com,  Kebakaran Hutan Lindung dan hutan milik rakyat yang terkenal dengan nama Dolok Tolong Kecamatan Balige dan Tampahan Kabupaten Tobasa, beberapa hari yang lalu menyisakan persoalan antara Dinas Kehutanan dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH).

Kebakaran Hutan Lindung dan hutan masyarakat tersebut terjadi tepatnya Senin, (29/3/2016) di Kecamatan Tampahan. Awal mula api di duga bersumber dari wilayah pemakaman umum desa Hinalang Kecamatan Balige. “Kemungkinan api berasal dari warga yang membakar sampah di area pemakaman dan akhirnya merambat kehutan milik masyarakat dan Hutan Lindung” terang Andi Siahaan Kepala Desa Hinalang beberapa waktu lalu kepada matatelinga.com.

Api yang membakar lahan warga marga Siahaan dan Hutan Lindung ini membuat petugas pemadam kebakaran kewalahan karena personil yang kurang dan alat pemadam  yang  tidak memadai. Kepala Dinas Kehutanan Alden Napitupulu tidak tampak di lokasi, sementara Kapolres Tobasa dan 100 orang anggota polri sudah terjun memadamkan api. Hal ini membuat Kapolres Tobasa AKBP Jidin Siagian SH. MH berang dan meminta agar kepala dinas kehutanan tersebut sesegera mungkin ke lokasi kebakaran.“Mana kadis kehutananmu, suruh dia kesini, handphonenya juga mati” ungkap Kapolres kepada salah satu pegawai dishut.

Beberapa saat kemudian kadishut Alden Napitupulu tiba di lokasi bersama bupati Tobasa Ir. Darwin Siagian dan wakilnya Ir. Hulman SitorusM.Ma. Dalam keterangannya kepada matatelinga.com di hadapan kadis perhubungan Pargaulan Sianipar serta Kadis PU Bresman Simanguncong mengatakan bahwa kedatangan beliau berada di lokasi tersebut membantu hanya karena tanggung jawab moril.“Gak mungkin saya tidak kesini membantu walaupun ini bukan wilayah kerja saya” ungkap Alden. Beliau berpendapat jika lokasi kebakaran ini adalah wilayah kerja KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan).

Sri Dika Sianipar kepala KPH XIV Aek Natolu ketika dihubungi via seluler pada Selasa 29/3/16 mengatakan kepada matatelinga.com bahwa, sebenarnya lokasi yang terbakar adalah masih wilayah kerja kadishut Tobasa. “Lokasi yang terbakar itu adalah wilayah kerja dishut Tobasa yaitu Tampahan dan Balige. Bapak bisa lihat peta wilayah kerja kami”ungkap beliau.

Sementara wilayah KPH XXII Lintas Tobasa-Labura adalah Nassau yang berbatasan dengan Labura.“Wilayah kerja kami KPH XIV Aek Natolu ada beberapa daerah tidak termasuk Tampahan dan Balige.Tampahan dan Balige adalah wilayah kerja dishut Tobasa” tegas Sri Sianipar. “Namun kami tetap memberikan bantuan personil untuk memadamkan api tersebut walau pun itu bukan wilayah tugas kami” ungkap Sri Sianipar.“Coba kalian cek pak DPA nya pasti ada untuk itu” lanjut Sri Sianipar.

Sementara Leonardo Sitorus kepala KPH XXII Lintas Tobasa-Labura ketika dihubungi juga via selulernya mengatakan bahwa wilayah kerja  KPH XXII Lintas Tobasa-Labura adalah Nassau. “Jadi jangan ketika terjadi seperti ini kadishut Tobasa lempar bola” ungkap beliau.


(Mtc/Pintor)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru