Matatelinga.com, Koalisi Masyarakat Sipil Sumatera Utara meminta Podomoro City Deli bertanggung jawab atas terganggunya sinyal siaran TVRI Sumut
"Pembangunan proyek Podomoro City Deli mengakibatkan terganggunya sinyal TVRI. Gangguan ini membuat stasiun TVRI tidak dapat melakukan siaran langsung," terang masyarakat peduli TVRI, Hasyim Purba kepada Waspada Online di Gedung TVRI, Jalan Putri Hijau, Kecamatan Medan Barat, Selasa (15/3/2016).
Menurutnya, saat ini siaran-siaran yang disampaikan TVRI kepada publik kini tidak dapat lagi dinikmati masyarakat Sumatera Utara.
"TVRI Sumut adalah stasiun pertama yang ada di luar jawa dan ke tiga di Indonesia. Keberadaan TVRI sebagai salah satu lembaga publik tidak hanya dipandang sebagai stasiun televisi, namun lebih jauh merupakan identitas budaya masyarakat sumatera utara," ujarnya.
Diungkapkan Hasyim, pembangunan gedung yang dilakukan Podomoro City sebagai bentuk arogansi pemodal yang hanya memikirkan keuntungan semata.
"Pihak Podomoro City sama sekali tidak memikirkan dampak yang terjadi di sekitarnya. Hal itu membuat TVRI mengalami kerugian yang cukup besar. Selain TVRI masyarakat sumut juga ikut terkena imbas karena tidak dapat lagi menyaksikan siaran TVRI tersebut," ungkapnya.
Selain itu, disebutkannya, pihak TVRI Sumut sudah memberitahukan kepada pihak Agung Podomoro City melalui Surat Nomor: 48/II.4/TVRI/2016 tertanggal 04 Januari 2016. "Namun hingga kini belum ada niat baik dari Podomoro terkait gangguan sinyal TVRI tersebut," sebut Hasyim.
"Mendesak Podomoro City Deli segera bertanggung jawab atas terganggunya sinyal TVRI yang mengakibatkan tidak bisa siaran langsung. Menuntut Podomoro City Deli untuk segera memperbaiki sinyal TVRI Sumut. Serta Podomoro City mengganti kerugian TVRI Sumut dan masyarakat Sumatara Utara baik materil dan non materil akibat terhalangnya sinyal TVRI Sumut," pungkas Hasyim.
Bentuk penyelamatan yang dilakukan masyarakat sipil terhadap TVRI Sumut dengan menggelar panggung rakyat oleh beberapa komunitas yang ada di Kota Medan.
"Kegiatan ini sebagai bentuk solidaritas kita terhadap TVRI Sumut yang kini tidak dapat melakukan siaran langsung memberikan informasi kepada masyarakat," terang salah seorang komunitas.
(Fit/Mtc)