Tutup Turnamen antar PTM Medan, Rico Waas: Tenis Meja Tetap Eksis di Tengah Tren Olahraga Baru
MATATELINGA, Medan Di saat olahragaolahraga baru seperti padel dan pickleball tengah naik daun di Kota Medan, tenis meja justru membuktika
Berita Sumut
Matatelinga.com, Sebanyak 18 PSK diamankan dari Jalan KH Wahid Hasyim, Jalan Gatot Subroto, Jalan Iskandar Muda, Jalan Gajah Mada, Jalan Setiabudi dan dua 'hotel melati' Jalan Jamin Ginting. Dari 18 PSK yang diamankan, kedapatan salah seorang di antaranya sedang hamil tujuh bulan. Adalah Mirna (nama samaran), penduduk Jalan Pabrik Tenun. Mirna diamankan dari kawasan Jalan Gajah Mada dan kemudian dibawa ke Kantor Dinsosnaker Medan, Jalan KH Wahid Hasyim.
Mirna yang sempat diwawancarai mengaku dipaksa suaminya, Indra, untuk menjadi PSK. Karenanya, Mirna pun menolak untuk dipulangkan petugas ke rumahnya lantaran takut dipukuli suaminya. "Aku enggak mau pulang ikut suamiku, aku mau dibawa ke panti aja. Aku takut dipukul suamiku kalau pulang ke rumah," ungkap Mirna sembari menangis.
Diutarakan Mirna, apabila dirinya di rumah dan tidak menjual diri maka suaminya akan menghajarnya. "Aku selalu ditampar dan dianiaya bila tidak kasih uang. Aku dipaksa menjual diri di Taman Gajah Mada (Jalan Gajah Mada)," sebut wanita berusia 25 tahun ini.
Mirna mengungkapkan, setiap malam ia diantar suaminya ke Taman Gajah Mada dan juga Jalan KH Wahid Hasyim untuk menjual diri. Bila menolak, kata dia, suaminya akan memukul dan menampar serta melakukan tindakan kekerasan lainnya.
"Aku enggak berani menolak perintahnya. Karena, kalau aku tolak langsung dipukulnya. Kalau aku jual diri, suamiku jadi tukang parkir di taman itu sambil lihat-lihat pelanggan," ucap Mirna dengan sedih.
Dilanjutkannya, meskipun ia sedang hamil tetap dipaksa melayani nafsu pria hidung belang dengan tarif sekali kencan Rp 200 ribu. "Sebenarnya aku enggak mau jadi lonte, tapi karena dipaksa dan diancam suamiku makanya aku terpaksa begini," katanya.
"Selama ini aku kos sama suamiku di Jalan Pabrik Tenun. Aku sudah bolak-balik pulang ke rumah orang tuaku tapi diusir ayahku. Alasannya, ayahku malu karena aku sedang hamil kok tinggal sama orang tua. Makanya aku diusir orang tuaku. Aku sudah enggak tahan sama suamiku, aku enggak mau pulang," keluhnya.
Ia menceritakan, ketika usia kehamilannya masih dua bulan, suaminya pernah menjualnya kepada bandar sabu-sabu. "Waktu masih hamil muda (dua bulan), teman suamiku datang kasih sabu-sabu untuknya. Jadi, temannya bilang suka samaku dan ingin berhubungan badan. Lalu, suamiku menyuruhku untuk melayaninya," ungkap Mirna.
Awalnya, lanjut Mirna, ia tak mau melayani. Akan tetapi, suaminya langsung marah-marah dan mengancam akan memukulinya. "Jelas enggak mau, tapi suamiku marah-marah jadi. Aku dibawanya ke Hotel Novi, Simpang Barat. Lalu, aku dibawa ke dalam kamar hotel itu. Ternyata, kawannya sudah ada di dalam kamar dan aku dipaksa melayaninya selama satu malam," bilang Mirna yang terus menangis.
Setelah melayani teman suaminya, sambung Mirna, ia mendapat bayaran Rp 500 ribu. Namun, uang tersebut diminta sebagian oleh suaminya. "Dikasih uang aku sama kawannya Rp 500 ribu, tapi suamiku minta Rp 100 ribu untuk beli sabu-sabu di Kampung Kubur," bilang Mirna.
Ia menuturkan, dirinya sakit hati dengan perbuatan suaminya yang tega menjual istrinya sendiri. "Sakit kali perasaanku, suamiku sendiri menjualku sama temannya. Entah dimana otaknya, enggak ngerti aku. Uda gitu, abis aku melayani kawannya, dibilang pula lumayankan dapat Rp 500 ribu," tuturnya.
"Aku sudah lelah hidup bersamanya, terkadang aku berpikir mau mati saja. Pernah juga waktu aku selesai melayani pelanggan, suamiku tiba-tiba menggedor-gedor kamar hotel. Dibilangnya aku selingkuh marah-marah. Dia mengacam aku mau lapor polisi. Lalu, supaya enggak dilapor dibilangnya berdamai aja dan harus memberikan uang Rp 1 juta," bebernya.
"Tolong saya, bawa saja ke panti sosial. Di sana aku dapat makan dan bisa melahirkan dan merawat anak. Soalnya, suamiku bilang kalau anak ini lahir akan diberikan sama orang. Aku enggak mau anakku dikasih orang lain," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinsosnaker Kota Medan Syarif Armansyah Lubis mengatakan, Mirna dikirim ke Panti Parloha milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang ada di Brastagi. Menurutnya, di panti tersebut Mirna dan para PSK lainnya akan dibimbing dan dibina untuk memperoleh pengalaman baru.
"Selama di panti, para PSK yang diamankan dibina. Nantinya akan dilatih untuk menjahit," kata Armansyah.
Ia menuturkan, setelah keluar dari panti diharapkan para PSK ini bisa memiliki pekerjaan baru yang lebih baik. Minimal, para PSK sudah punya keterampilan tersendiri dalam hal menjahit pakaian.
"Sampai kapan mereka di sana itu tergantung pihak panti. Kalau sudah punya keterampilan, pasti langsung dipulangkan," ungkap Armansyah.
Ia menambahkan, razia PSK tersebut merupakan program rutin yang dilaksanakan pihaknya setiap tahun. "Razia biasa dilakukan pertiga bulan sekali dan saat ini yang keempat kalinya di tahun 2015," pungkasnya.
(Fit/Mt)
MATATELINGA, Medan Di saat olahragaolahraga baru seperti padel dan pickleball tengah naik daun di Kota Medan, tenis meja justru membuktika
Berita Sumut
MATATELINGA,Rantauprapat Buron selama 18 hari, Zulfadly alias Bagong, akhirnya berhasil kembali diciduk petugas dari tim Satres Narkoba Pol
Berita Sumut
Stan PLN menjadi salah satu tujuan pengunjung PRSU 2026 yang ingin mengenal lebih dekat berbagai inovasi layanan kelistrikan sekaligus mempe
Berita Sumut
Produk UMKM kota yang dijuluki Kota Ikan itu memiliki berbagai keunggulan yakni Kesegaran & Kelimpahan di mana hasil tangkapan nelayan lokal
Berita Sumut
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Branch Office (BO) Panyabungan tetap membangun sinergi dan silaturahmi tetap terjalin dengan Polres M
Berita Sumut
Stan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sumatera Utara di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026 menjadi salah satu pusat e
Berita Sumut
MATATELINGA, Labuhanbatu Paska Diberitakan Media Online Matateling.Com, Plang Proyek Pembangunan Balai Nikah Dan Layanan Haji Kecamatan Ran
Berita Sumut
MATATELINGA, Belawan Bentrok antara dua kelompok Pemuda di kawasan terowongan Jalan Tol, Kelurahan Sei Mati Kecamatan Medan Labuhan, Minggu
Berita Sumut
MATATELINGA,Pen Pancawara Upacara Penyambutan Personel Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RIPNG Batalyon Parako 463 Pas
Berita
MATATELINGA,Tapaktuan Kurang dari 24 jam, tim gabungan Polres Aceh Selatan yang didukung personel Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Aceh
Aceh
MATATELINGA, Medan Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Golkar, El Barino Shah, SH., M.H., menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda)
Berita Sumut
MATATELINGA,Jakarta Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyampaikan keprihatinan dan penyesalan atas pernyataan Advokat Hotman Paris
Nasional