Minggu, 18 Oktober 2026 WIB

THM Dikisaran Tetap Ramai Dikunjungi Penikmat"Dugem"

Didiek Eddy Susanto - Minggu, 18 Oktober 2026 07:30 WIB
THM Dikisaran Tetap Ramai Dikunjungi Penikmat"Dugem"
Matatelinga
tiga THM di graha kisaran

MATATELINGA, Asahan:Malam achir pekan di Minggu kedua Balan Oktober 2026 , masih banyak pengunjung yang meramaikan THM di kisaran Asahan, meskipun seminggu lalu terjadi salah seorang Lady companion ditemukan tewas di kamar mandi ruang arena dugem " Salon Kecantikan Neeta" di komplek Ruko Graha Kisaran.
Dan hingga saat ini hasil otopsi jenazah Lady companion berinisial "WH" (30) warga Siumbut umur Kecamatan Kisaran Timur belum usai dalam penyelidikan , Sabtu (17/10/2026).

Tanto (52) yang kerap mangkal di kedai kopi depan THM tanpa nama di areal komplek Graha Kisaran mengatakan , kalau pingin liat ramainya pengunjung tempat dugem disini ya ditunggu tengah makam nanti bang, kalau jam segini ya masih sepi.

Tanto juga mengatakan itupun kalau nanti ada razia biasanya arena THM semuanya pada kompak menutup tempat tersebut, dan bila sudah lewat dan pergi petugas yang merazia, THM itu kembali buka, sudah seperti dikondisikan dan lagi saya yakin kaki tangan dari pengurus atau pengawas dari THM sudah mengetahuinya terlebih dahulu, ujarnya.

Tanto juga dengan gamblang mengatakan seperti kejadian seminggu lalu tepatnya di hari Senin 12 Oktober 2026 sekira pukul 04.00 wib seorang wanita yang berprofesi sebagai Lady companion di Salon Kecantikan "Neeta" yang beralih fungsi menjadi tempat dugem milik pengusaha berinisial "Nit" warga Asahan dan yang dibekingi oleh aparat penegak hukum, terdapat kejadian tewasnya "WH" ditengarai akibat Over Dosis dari penggunaan obat terlarang.

Dan menurut kabar sebelum "WH" ini tewas di kamar mandi ruang private di Salon Kecantikan Neeta tersebut, dia bersama kawannya juga berasa di salah satu THM yang berada di Jalinsum kisaran, dan pada saat THM tersebut hendak tutup, beberapa orang itu pindah ke Salon Neeta dan dari situlah di sekitar pertokoan Graha menjadi geger dan "WH" langsung dievakuasi ke RS bunda Mulia yang tidak jauh dari THM tersebut, namun malang nyawa "WH" tidak tertolong dan dinyatakan tewas .

Kalau malam Minggu ini THM yang ada di kisaran masih pada buka, jelas ini pihak penegak Perda kabupaten Asahan serta pihak APH tidak menjalankan tugasnya dengan baik, ya seharusnya THM ini ditutup dahulu untuk menghindari adanya kejadian seperti ini lagi, terlebih lagi di lokasi ini peredaran obat terlarang seperti pil ekstasi sangat banyak dan mudah diperoleh bila dipesan oleh kaki tangan pengedarnya, ungkap Tanto mengakhiri ceritanya.

Editor
: Admin
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
 
Komentar
 
Berita Terbaru