Selasa, 18 Agustus 2026 WIB

Gubernur Bobby Nasution: Kemerdekaan Harus Diisi Kerja Nyata dan Kolaborasi Menuju Indonesia Emas 2045

James Pardede - Selasa, 18 Agustus 2026 10:44 WIB
Gubernur Bobby Nasution: Kemerdekaan Harus Diisi Kerja Nyata dan Kolaborasi Menuju Indonesia Emas 2045
Matatelinga/Istimewa
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution beserta Ketua TP PKK Kahiyang Ayu, Wakil Gubernur Sumut Surya, Sahli I TP PKK Titiek Sugiharti, Pj Sekdaprov Timur Tumanggor beserta Istri, seluruh OPD serta FORKOPIMDA, dan seluruh Konsul Negar

MATATELINGA - Medan : Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan bahwa kemerdekaan tidak cukup hanya dirayakan, tetapi harus diisi dengan kerja nyata agar hasil pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mewujudkan Sumut yang maju sekaligus berkontribusi menuju Indonesia Emas 2045.

Hal tersebut disampaikan Bobby Nasution di hadapan para Konsul Jenderal (Konjen) negara-negara sahabat dan para undangan pada Resepsi Kenegaraan dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tingkat Provinsi Sumatera Utara di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Nomor 41, Medan, Senin (17/8/2026) malam.

Bobby mengatakan, cita-cita dan harapan harus diwujudkan melalui kerja bersama seluruh pemangku kepentingan. "Cita-cita itu baru cukup kalau sudah menjadi kenyataan dan sudah tercapai," tegas Bobby.

Baca Juga:
Menurutnya, Sumut memiliki kekayaan alam dan potensi yang luar biasa. Danau Toba serta berbagai sumber daya alam lainnya merupakan anugerah yang harus dijaga, dikelola, dan diperkuat agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Karena itu, Bobby mengajak seluruh unsur pemerintah, dunia usaha, masyarakat, serta negara-negara sahabat membangun kolaborasi yang kuat dalam mewujudkan Sumut yang maju dan sejahtera.

Kolaborasi tersebut juga diharapkan menjadi bagian penting dalam upaya mencapai visi Indonesia Emas 2045.

"Semangat kolaborasi itu sejalan dengan pesan Konjen Malaysia yang mengibaratkan pembangunan seperti perlombaan panjat pinang. Untuk mencapai puncak, tidak ada satu pihak pun yang dapat berdiri sendiri. Ada yang memanjat, menopang, memberi arah, sekaligus memastikan agar tidak terjatuh. Dengan semangat kebersamaan tersebut, 'hadiah' di puncak bukan sekadar hadiah perlombaan, melainkan kemakmuran, kesempatan, dan masa depan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Sumut," ucap Bobby.

Baca Juga:
Bobby juga mengapresiasi pesan Konsul Jenderal (Konjen) Malaysia mengenai pentingnya membuka berbagai "duri" yang masih menjadi hambatan dalam pembangunan. Menurutnya, pemerintah harus hadir memberikan pelayanan terbaik dan tidak menciptakan kesulitan bagi masyarakat maupun dunia usaha.

"Jangan mempersulit orang. Kita saja sebagai umat manusia kalau dipersulit sesama manusia, kesalnya luar biasa," ujarnya.

Bobby berharap semangat kemerdekaan terus diwujudkan melalui kerja nyata, pelayanan publik yang semakin baik, penguatan investasi, serta pengelolaan seluruh potensi daerah secara berkelanjutan.

"Dengan sinergi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan negara-negara sahabat, Sumut diharapkan mampu semakin berdaya saing dan memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Kita berharap Sumatera Utara menjadi emas yang paling bersinar di 2045 nanti," ujarnya.

Baca Juga:
Sementara itu, mewakili negara-negara sahabat, Konsul Jenderal (Konjen) Malaysia di Medan Shahril Nizam Abdul Malek menyampaikan apresiasi terhadap potensi dan arah pembangunan Sumut. Ia mengibaratkan pembangunan daerah seperti perlombaan panjat pinang yang tidak mungkin dimenangkan oleh satu orang dengan kekuatannya sendiri.

"Tidak ada satu orang pun yang bisa sampai ke puncak dengan kekuatan sendiri. Yang paling kuat berada di bawah, yang paling ringan mungkin berada di atas, yang berpengalaman mengatur strategi. Semua harus percaya kepada orang lain," ujarnya.

Konjen Malaysia juga menyoroti besarnya potensi Sumut, mulai dari sektor pertanian dan perkebunan, industri, hingga pariwisata. Namun, potensi tersebut harus didukung infrastruktur yang memadai, konektivitas yang kuat, serta kemudahan perizinan agar mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi, investasi, lapangan kerja, dan peningkatan keterampilan masyarakat.

Ia mengibaratkan potensi Sumatera Utara seperti durian. Dari luar terlihat menarik, tetapi untuk menikmatinya diperlukan cara yang tepat untuk membuka buah tersebut.

Baca Juga:
"Kalau salah membukanya, kita sendiri yang terluka. Kalau terlalu banyak duri dalam prosesnya, investor mungkin memilih makan buah yang lain," katanya.

Karena itu, ia menegaskan komitmen perwakilan negara-negara sahabat di Sumatera Utara untuk menjadi bagian dari proses membuka potensi tersebut melalui kerja sama di bidang investasi, pariwisata, pendidikan, perdagangan, dan hubungan internasional.

Mengakhiri sambutannya, Shahril juga menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Bobby Nasution dalam mendorong pembangunan infrastruktur dan transformasi ekonomi, termasuk perhatian terhadap pembangunan di Kepulauan Nias.

Turut hadir Ketua TP PKK Sumut Kahiyang Ayu, Wakil Gubernur Sumut Surya, Staf Ahli TP PKK Sumut Titiek Sugiharti, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Timur Tumanggor, Forkopimda Sumut, pimpinan BUMD, para rektor, pelatih, serta Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).

Baca Juga:

Editor
: Admin
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Bupati Asahan Ajak Generasi Muda Lanjutan Perjuangan Para Pahlawan Bangsa
Bobby Nasution Kukuhkan 74 Paskibraka Sumut, Tekankan Peran sebagai Teladan Persatuan
Bobby Nasution Lantik Timur Tumanggor sebagai Pj Sekdaprov Sumut, Titip Tiga Pesan
Bobby Nasution Terima Penghargaan, Sumut Terbaik I Implementasi Program 3 Juta Rumah
Perjuangkan Tambahan TKD untuk Daerah Terdampak Bencana, Bobby Nasution Minta Kepastian Acuan Anggaran 2027
Dukung Program Gubernur Sumut  Perumda Tirtanadi Gratiskan Biaya Pemasangan Pipa Distribusi Air Bersih ke Masyarakat
 
Komentar
 
Berita Terbaru