Selasa, 18 Agustus 2026 WIB

Kepala BGN Sudaryono : Copot dan PDTH Sebagai ASN, Dapur SPPG Disuspen Dengan Status berat

Putra - Selasa, 18 Agustus 2026 09:27 WIB
Kepala BGN Sudaryono : Copot dan PDTH Sebagai ASN, Dapur SPPG Disuspen Dengan Status berat
Korban keracunan massal di Karo.

MATATELINGA,Berastagi : Dampak dari peristiwa keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dialami ratusan pelajar di Berastagi, SPPG yang mendistribusikan MBG itu, tidak saja dicopot tapi diajukan pemecatan dengan tidak hormat (PDTH) sebagai ASN.


Pernyataan itu, diungkapkan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, seusai menjenguk seorang korban keracunan MBG yang masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan, Minggu 16 Agustus 2026.

Selain itu, Sudaryono mengatakan dapur SPPG disuspen dengan status berat. Sehingga peristiwa keracunan ini, menurutnya menjalani pelajaran dan harus bertanggungjawab.

Baca Juga:
"Sanksinya yang pertama dapurnya disuspen berat. Kemudian Kepala SPPG-nya yang sanksi, yang bisa saya berikan bukan hanya dicopot, tapi saya ajukan pemecatan dengan tidak hormat, melalui badan kepegawaian negara status ASN-nya," jelas Sudaryono.


Berdasarkan informasi, Kepala SPPG Karo Berastagi Sempajaya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, diketahui bernama Eky Faisal Zendrato. Begitu juga, SPPG masih dalam proses investigasi tim gabungan untuk mengungkap penyebab keracunan massal terjadi di SMA Negeri 1 Berastagi, pada Kamis 13 Agustus 2026.

Lanjut, Sudaryono mengatakan belajar dari kasus keracunan di Kabupaten Karo ini ia mengimbau seluruh SPPG se-Indonesia harus bekerja dengan ekstra hati-hati. Karena ini, sangat berhubungan dengan nyawa seseorang.

"Jadi, mohon maaf ya, ini juga peringatan bagi yang lain, harus ekstra hati-hati dan kerja dengan sebaik-baiknya. Kalau enggak bisa, kau mundur. Kalau merasa enggak mampu mundur. Jangan nyawa orang jadi permainan ya," sebut Sudaryono.

Baca Juga:
"Jadi, kalau enggak mampu jadi kepala dapur, kalau enggak mampu jadi chef, kalau enggak mampu jadi petugas di situ, kau mundur aja. Karena nyawa seseorang enggak bisa dipertaruhkan begini, ya," kata Sudaryono.

Sudaryono mengatakan kondisi pelajar yang masih menjalani perawatan di RSU Haji Medan, terus berangsur membaik. Namun, tetap dalam pemantauan tim medis secara intensif. Termasuk, korban itu dalam masa pemulihan menuju kembali normal dan sehat-sehat.

"Kondisinya sudah di sini sudah 2 hari, ini hari yang ketiga. menurut laporan tadi sudah membaik ya. Jadi sudah, jadi treatment-nya adalah kondisi perut dipuasakan, kemudian karena ada bakteri, ada perintutan antibiotik sama pain killer, anti nyeri. Dan dipastikan bagaimana caranya kenapa diistirahatkan supaya toksin-toksinnya itu keluar," ungkap Sudaryono.

Sudaryono berharap dan diperkirakan satu atau dua hari kedepan kondisi korban akan kembali normal. "Saya ucapkan terima kasih kepada Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution sudah memfasilitasi korban dengan pembiayaan perobatan ditanggung oleh Pemprov Sumut," ujarnya.(**"**)

Baca Juga:

Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Gubernur Bobby Nasution Jenguk Murid Korban Keracunan MBG Karo di RS Haji, Pastikan Penanganan Hingga Pulih
Gubernur Bobby Nasution Pastikan Penanganan Murid Keracunan MBG Karo di RS Haji Medan
Rakor Khusus MBG, Pemprov Sumut Siap Dukung dan Perkuat Koordinasi Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis
Komitmen Perkuat MBG, Pemkab Deliserdang Siapkan Evaluasi
Pelindo Regional 1 Dukung Khitan Massal Memperingati Hari Anak Nasional
Cek Kandungan Kimia Hingga Rasa, Tim Dokkes Polres Simalungun Pastikan Keamanan Ribuan Porsi Makanan Program Makan Bergizi Gratis
 
Komentar
 
Berita Terbaru