MATATELINGA, Medan :Harapan Agun untuk segera mendapat bantuan belum terwujud. Sebulan lebih sejak rumahnya tertimpa pohon milik Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, ia masih harus bertahan di rumah yang kemarin rusak parah sambil menunggu janji Wali Kota Medan Rico Waas.
Hingga Selasa (14/7/2026), belum ada bantuan materiil maupun kepastian waktu pencairan yang diterima korban.
Agun mengaku terpaksa mencari pinjaman ke tetangga dan kerabat untuk memperbaiki rumahnya agar bisa kembali ditempati bersama keluarga.
"Hingga kini belum ada tanda-tanda realisasi bantuan yang dijanjikan Wali Kota Medan. Sudah lebih satu bulan sejak kejadian," kata Agun saat ditemui di kediamannya, Kelurahan Masjid, Kecamatan Medan Kota.
Dengan nada kecewa, ia menilai janji yang disampaikan saat peninjauan dulu belum ditepati.
"Sedih rasanya. Janji Wali Kota Medan sepertinya hanya omon-omon. Sampai kini sedikit pun tidak ada realisasi bantuan yang saya terima," ujarnya.
Asuransi: Berkas Masih dalam Proses di Pusat
Upaya konfirmasi juga dilakukan kepada pihak asuransi yang menangani klaim ke
rusakan.
Melalui pesan WhatsApp, Hendra selaku perwakilan asuransi menyampaikan bahwa berkas permohonan masih berproses.
"Pagi pak, iya pak, berkas saat ini masih berproses di kantor pusat pak. Kami juga sudah sampaikan ke Dinas. Segera kami informasikan ya pak," tulisnya.
Menurut Hendra, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup terkait proses administrasi klaim tersebut.
Kelurahan Belum Ada Keterangan
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Lurahan Masjid, Kec. Medan Kota Safril Anis Pane sudah dikonfirmasikan.
DLH Medan Surati Kembali
Pihak Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan melalui Dian, mengatakan akan menyurati kembali pihak Asuransi Bumi Indah.
"Iya bang, kami akan menyurati kembali Asuransi Bumi Indah, agar segera di proses," ucapnya
Padahal, sesaat setelah kejadian, Wali Kota Medan Rico Waas sempat mendatangi lokasi dan menyampaikan akan membantu meringankan beban korban.
Namun hingga lebih dari sebulan berlalu, bantuan yang dijanjikan itu belum terlihat realisasinya.
Kondisi ini membuat Agun dan keluarga harus berjuang sendiri memperbaiki rumah demi bisa kembali berteduh dengan layak.