Minggu, 26 Juli 2026 WIB

GM GRIB Jaya Madina Kritik Keras: Longsor Berulang, Pemprov Sumut Seolah Tutup Mata

Magrifatulloh - Selasa, 21 April 2026 18:40 WIB
GM GRIB Jaya Madina Kritik Keras: Longsor Berulang, Pemprov Sumut Seolah Tutup Mata
Grib Madina

MATATELINGA, Madina :Longsor kembali menutup total jalur lintas Panyabungan–Natal di titik Bulu Soma, Kecamatan Batang Natal, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Akses vital penghubung pesisir barat Mandailing Natal kini lumpuh total. Aktivitas masyarakat terhenti, distribusi barang terganggu, dan akses layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan ikut terhambat.
Yang menjadi sorotan serius, kondisi ini bukan kejadian insidental, melainkan pola berulang yang telah lama terjadi tanpa penyelesaian konkret. Jalur ini sejak lama dikenal sebagai titik rawan longsor, namun hingga hari ini tidak terlihat adanya langkah strategis, permanen, dan terukur dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Di tengah situasi darurat, masyarakat kembali dipaksa bergantung pada kemampuan sendiri. Tidak tampak respons cepat yang signifikan, tidak tersedia alat berat secara memadai, dan tidak ada kejelasan penanganan jangka pendek maupun jangka panjang. Negara, dalam konteks ini pemerintah provinsi, dinilai absen di saat paling dibutuhkan.
Sekretaris Generasi Muda GRIB Jaya Kabupaten Mandailing Natal, Alfin Sahani , menegaskan bahwa peristiwa ini tidak bisa lagi dipandang sebagai bencana semata, melainkan sebagai kegagalan tata kelola infrastruktur.
"Setiap tahun, setiap hujan deras, titik ini kembali lumpuh. Ini bukan kejadian baru, ini kegagalan yang dipelihara. Ketika pemerintah tahu ini titik rawan, tetapi tidak ada langkah pencegahan yang serius, maka ini bukan lagi kelalaian biasa—ini pembiaran yang sistematis," tegas Alfin Sahani
Ia juga menyoroti ketimpangan perhatian pembangunan yang dirasakan masyarakat di wilayah pesisir barat Mandailing Natal."Masyarakat tidak butuh janji atau narasi pembangunan. Mereka butuh jalan yang bisa dilalui. Ketika akses utama lumpuh berulang kali tanpa solusi, itu menunjukkan bahwa ada wilayah yang seolah tidak menjadi prioritas," lanjutnya.
Lebih lanjut, Generasi Muda GRIB Jaya menilai bahwa lambannya respons dan nihilnya solusi permanen berpotensi memperdalam dampak sosial dan ekonomi masyarakat. Aktivitas perdagangan tersendat, harga kebutuhan pokok berpotensi naik, dan mobilitas warga menjadi terisolasi.
Peristiwa ini sekaligus mempertegas bahwa persoalan infrastruktur di jalur Panyabungan–Natal bukan lagi isu teknis, melainkan persoalan keberpihakan dan keseriusan pemerintah dalam menjamin hak dasar masyarakat atas akses dan konektivitas.
Generasi Muda GRIB Jaya Kabupaten Mandailing Natal menegaskan bahwa situasi ini tidak boleh terus dinormalisasi sebagai "risiko alam", sementara akar persoalan dan tanggung jawab penanganannya dibiarkan tanpa arah yang jelas.

Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Sinergi PLN UP3 Padangsidimpuan dan Polres Madina Tingkatkan Keamanan dan Kenyamanan
KMI Akan Gelar Aksi di KPK RI, Soroti Dugaan Praktik Korupsi Kepala Dinkes di Mandailing Natal
Sengketa Informasi Desa Mandailing Natal Memanas, Amarullah Ajukan Eksekusi ke PTUN Medan demi Transparansi Dana Desa
Update Penanganan Longsor di Deli Serdang
Ketua LMP Madina Tuding  Kejari Madina Lamban Tak Bernyali Periksa Dinas Pendidikan
Sukseskan Program Pemko Medan, Rico Waas Ajak GPIB Immanuel Bersinergi Bangun Kota
 
Komentar
 
Berita Terbaru