Aceh Selatan Resmi Canangkan Sensus Ekonomi 2026, 238 Petugas Siap Turun ke Lapangan
MATATELINGA, Aceh Selatan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Aceh Selatan secara resmi mencana
Aceh
MATATELINGA, Simalungun :Jelang Ramadan 1447 H, Humas Polres Simalungun mengeluarkan imbauan tegas: hentikan tradisi "perang sarung" yang sering berujung perkelahian, cedera, bahkan gangguan keamanan. "Ramadan bukan tentang siapa yang paling berani, tetapi tentang siapa yang mampu menjaga diri," tegas Kasi Humas Polres Simalungun mengingatkan masyarakat untuk mengisi Ramadan dengan kegiatan yang lebih bermanfaat.
Baca Juga:
Namun, apa yang dimulai sebagai permainan sering berakhir dengan cedera serius. "Yang awalnya main-main, sering kali jadi serius. Ada yang terpukul terlalu keras sampai luka, ada yang tersinggung dan membalas dengan lebih keras, akhirnya jadi perkelahian massal. Sudah banyak kasus perang sarung yang berujung pada penganiayaan bahkan tawuran," kata Kasi Humas menjelaskan eskalasi.
Baca Juga:"Cedera yang ditimbulkan dari perang sarung bisa sangat serius: memar, luka robek, patah tulang, bahkan ada yang sampai masuk rumah sakit. Ini bukan lagi permainan, ini sudah jadi tindak kekerasan yang membahayakan," tambah AKP Verry menekankan bahaya.
Selain cedera fisik, perang sarung juga mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat. "Perang sarung biasanya dilakukan di jalan-jalan, di kampung-kampung, bahkan di depan rumah warga. Suara teriakan, kegaduhan, dan perkelahian sangat mengganggu ketenangan warga. Apalagi kalau dilakukan malam hari saat orang sedang istirahat atau beribadah," ungkap Kasi Humas.
Yang paling ironis, perang sarung sering dilakukan justru saat Ramadan. "Ramadan adalah bulan suci untuk beribadah, memperbaiki diri, dan meningkatkan ketakwaan. Tapi ironisnya, ada yang malah isi Ramadan dengan perang sarung yang penuh kekerasan. Ini sangat bertentangan dengan semangat Ramadan," kata Kasi Humas dengan prihatin.
Baca Juga:"Ramadan mengajarkan kita untuk menahan diri, mengendalikan emosi, dan menjaga perilaku. Tapi perang sarung justru memicu kekerasan, emosi, dan perkelahian. Ini adalah kontradiksi yang sangat tidak pada tempatnya," ungkap AKP Verry.
Humas Polres Simalungun mengajak masyarakat untuk mengisi Ramadan dengan kegiatan yang lebih bermanfaat. "Yuk, kita isi Ramadan kali ini dengan kegiatan yang lebih bermanfaat: tadarus Al-Quran, shalat tarawih, kajian agama, santunan anak yatim, buka puasa bersama, dan kegiatan sosial lainnya. Ini jauh lebih bermakna daripada perang sarung," kata Kasi Humas mengajak.
Kasi Humas juga menyampaikan pesan filosofis tentang Ramadan. "Ramadan bukan tentang siapa yang paling berani, tetapi tentang siapa yang mampu menjaga diri. Berani yang sebenarnya adalah berani menahan nafsu, berani mengendalikan emosi, berani menjauhi hal-hal buruk. Bukan berani pukul-pukulan dengan sarung," ungkap AKP Verry dengan bijak.
Baca Juga:"Orang yang benar-benar kuat adalah orang yang bisa mengendalikan dirinya, bukan orang yang bisa memukul orang lain. Ini yang harus dipahami oleh anak-anak muda kita," tambah Kasi Humas.
Polres Simalungun juga memberikan peringatan hukum. "Perang sarung yang mengakibatkan cedera atau perkelahian bisa diproses secara hukum sebagai penganiayaan atau kekerasan. Pelaku bisa dijerat dengan KUHP dan diproses pidana. Jadi ini bukan main-main, ini ada konsekuensi hukumnya," kata AKP Verry memberikan peringatan.
Humas juga mengajak orang tua untuk berperan aktif. "Kepada para orang tua: tolong awasi anak-anak kalian. Jangan biarkan mereka ikut perang sarung. Arahkan mereka untuk ikut kegiatan positif di masjid atau di rumah. Orang tua punya tanggung jawab besar dalam mendidik anak," ungkap AKP Verry.
Baca Juga:"Kalau anak kalian terluka atau ditangkap polisi karena perang sarung, yang rugi adalah kalian sendiri sebagai orang tua. Lebih baik cegah dari awal daripada menyesal di kemudian hari," tambah Kasi Humas mengingatkan.
Tokoh agama juga diminta untuk memberikan pencerahan. "Kami juga mengajak para tokoh agama, ustadz, dan kyai untuk memberikan ceramah dan pencerahan kepada anak-anak muda tentang bahaya perang sarung dan pentingnya mengisi Ramadan dengan kegiatan bermanfaat," kata AKP Verry.
Baca Juga:
MATATELINGA, Aceh Selatan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Aceh Selatan secara resmi mencana
Aceh
MATATELINGA Anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) terus dibayangi oleh tekateki pembiayaan energi yang tidak pernah usai. Salah s
Nasional
MATATELINGA, Medan Perayaan Milad ke109 Aisyiyah yang dirangkaikan dengan Gebyar Muktamar Muhammadiyah bukan sekadar seremonial biasa. Di
Lifestyle
MATATELINGA, Karo Perumda Tirtanadi Perusahaan Umum Daerah Minum Tirtanadi milik pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang dipimpin Adri
Berita Sumut
MATATELINGA, Lingga Sebagai wujud nyata kepedulian dan Kemanunggalan TNI dengan Rakyat (KTR), Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 06/Sen
TMMD
MATATELINGA, Lingga Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 06/Senayang, Sertu Harun Ginting, mengikuti rapat koordinasi (rakor)/musyawarah
TMMD
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution berharap pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke40 Tingkat Provinsi Sumut menjadi mom
Berita Sumut
MATATELINGA, Deliserdang Polisi menggagalkan aksi tawuran kelompok geng motor di jalan Desa Ramunia I, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Del
Berita Sumut
MATATELINGA, Medan Sebanyak 357 orang yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 11 Debarkasi Medan, terdiri atas 351 jemaah haji dan 6
Berita Sumut
MATATELINGA, Madin Aktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite oleh sebuah becak motor yang telah dimodifikasi dengan tang
Berita Sumut
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution berharap Partai Amanat Nasional (PAN) dapat mendorong lebih banyak program peme
Berita Sumut
MATATELINGA, Deliserdang Staf Khusus Menteri Dalam Negeri (Stafsus Mendagri) Bidang Keamanan dan Hukum, Prof. Dr. Hoiruddin Hasibuan, S.H.,
Lifestyle