Kepada LBH Medan dan KontraS, DS menceritakan bahwa dirinya ditangkap secara brutal.
"Korban dicekik, dipiting, dibanting, kemudian diseret dan dijatuhkan. Bahkan wajahnya diinjak-injak berkali-kali seperti yang tampak di video yang beredar. Saat dipukuli, korban juga diteriaki, 'Mati kau, mati kau!'," ungkap Irvan.
Baca Juga:
Setelah tidak sadarkan diri, DS justru ditinggalkan begitu saja oleh aparat. Beruntung, sejumlah pegawai Bank Mandiri yang berada di dekat lokasi kejadian menolong korban.
"DS dibawa ke musala, kemudian sore harinya dilarikan ke RS Malahayati Medan. Biaya pengobatan ditanggung oleh pegawai Mandiri karena DS tidak memiliki biaya. Saat kejadian, handphone milik DS juga hilang dan diduga diambil oleh polisi," jelas Irvan.
Akibat dugaan penyiksaan tersebut, DS mengalami pendarahan di bagian kepala dan hanya menjalani pengobatan rawat jalan karena keterbatasan biaya. LBH menyebut korban kini mengalami trauma berat dan kesulitan berbicara.