Kamis, 20 Agustus 2026 WIB

Mengenal Sosok Pdt. Dr. Fernando Sibarani, Mengabdi dan Melayani Untuk Membawa Perubahan di GMI

James Pardede - Senin, 21 Juli 2025 16:54 WIB
Mengenal Sosok Pdt. Dr. Fernando Sibarani, Mengabdi dan Melayani Untuk Membawa Perubahan di GMI
Pdt. Dr. Fernando Sibarani

Menurut Gereja Methodist Indonesia, apa itu gereja? Lanjut Fernando Sibarani, kalau itu belum terumuskan dengan tepat sesuai dengan apa yang dihadapi sekarang, yaitu berhadapan dengan konteks dimana gereja itu berada.

"Rumusan tentang gereja yang dibuat puluhan tahun lalu, apakah tetap itu yang berlaku sampai sekarang sementara jaman sudah berubah. Sehingga seringkali langkah-langkah pelayanan kita di gereja itu seiring dengan perkembangan jaman tidak lagi kontekstual, tidak menyentuh jemaatnya secara esensial, baik tentang perilaku hidupnya dalam memperoleh keselamatan itu," paparnya.

Dengan adanya dasar teologis yang kuat dalam pelayanan gereja, kata Fernando Sibarani alumni S-2 dan S-3 UKDW Yogyakarta ini, maka segala sesuatu yang berhubungan dengan gereja perlu ditata dengan baik, jadi harus ditetapkan dulu dasarnya atau pondasinya.

Begitu juga dengan pelayanan lembaga-lembaga itu, kata Fernando Sibarani. Methodist selama ini dikenal dengan lembaga pendidikannya, seperti universitas dan sekolah-sekolah lainnya. Apa yang menjadi persoalan di lembaga-lembaga itu sama juga dengan pelayana di gereja tadi, seringkali melupakan dasar teologis dalam pendiriannya.

"Sebetulnya, pelayanan di lembaga itu sama persis dengan pelayanan di gereja. Lembaga itu adalah tempat dimana pekabaran injil terselenggara, jadi tidak seperti yang melekat selama ini adalah sebagai sumber dana semata. Bukan itu yang utama, tapi yang paling penting tujuannya adalah bagaimana lembaga itu sama seperti gereja menjadi tempat mengubah karakter masyarakat, mengabarkan injil dan keselamatan. Lembaga pendidikan itu jangan hanya berorientasi pada bisnis semata, ketika dasar teologis yang selama ini melekat dengan lembaga bergeser maka akan timbul masalah," paparnya.

Menanggapi keberadaan kepemimpinan di tubuh gereja saat ini, Pdt. Fernando Sibarani menyampaikan bahwa GMI sudah saatnya melakukan pembenahan sumber daya manusia. Tidak hanya di tubuh gereja, tapi juga di lembaga-lembaga yang selama ini terkesan lebih mengedepankan keterikatan keluarga dalam memegang sebuah jabatan, sementara kompetensi SDM-nya tidak memadai.

"Untuk melakukan perubahan di tubuh gereja dan di lembaga perlu kemali menata ulang keberadaan SDM yang ada selama ini apakah sudah tepat, the right man in the right place. Artinya, dalam program jangka pendek, menengah dan jangka panjang kita harus benar dalam menempatkan orang yang tepat di tempat yang tepat," tandasnya.

Lebih lanjut Fernando Sibarani menyampaikan bahwa salah satu kerinduannya terjun langsung dan ikut mencalonkan diri berdasarkan dukungan dari banyak kalangan adalah ingin membawa perubahan, tidak hanya di tubuh gereja tapi juga di lembaga yang ada dibawah naungan GMI.

Editor
: Admin
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Wagub Sumut Harapkan Pengawas Pemilu Terus Tingkatkan Kapasitas dan Integritas
Kunjungan Anggota DPRD Sumatera Utara Dapil 5 Diterima Wabup Asahan
Pemko Medan dan DPRD Kota Medan Lanjutkan Pembahasan Ranperda Tentang Perubahan Atas Perda Kota Medan No 3 Tahun 2014
Sorot Perubahan Perda KTR, FPKS Pertanyakan Definisi KTR, Jumlah Perokok Aktif dan Sanksi Pidana Denda
Perubahan Status Musholla Menjadi Masjid Diresmikan Bupati Asahan
Panitia Konferensi PWI Tebingtinggi Buka Pendaftaran Balon Ketua
 
Komentar
 
Berita Terbaru