MATATELINGA, Tebingtinggi: Warga seputaran jalan Taman Bahagia, Gang Sepakat, Kelurahan Tanjung Marulak Hilir resah akan peredaran narkotika, sehingga melaporkan hal tersebut ke Mapolres Tebingtinggi.
Menjawab ketesahan warga tersebut Polres Tebingtunggi melalui Sat Narkoba langsung menurunkan timnya guna melakukan lidik akan laporan warga tersebut, hingga akhirnya berhasil menangkap seorang pria berinisial MAH alias Tomi (43), warga Jalan Taman Bahagia Gang Sepakat Kelurahan Tanjung Marulak Hilir, Kota Tebing Tinggi pada Kamis malam (24/04/2025) kemarin.
Menurut keterangan Kasatres Narkoba Mapolres Tebingtinggi melalui Kasi Humas, AKP. Mulyono, menerangkan bahkawa penangkapan terhadap di duga pelaku bermula dari informasi masyarakat mengenai aktifitas mencurigakan yang dilakukan oleh pelaku sehingga meresahkan masyarakat sekitar.
BACA JUGA:
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Sat Resnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan penggerebekan dilokasi yang dimaksud.
"Dalam penggeledahan dirumah pelaku, petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa dua bungkus plastik klip transparan berisi serbuk kristal diduga narkotika jenis sabu dengan berat 3,95 gram. Selain itu, turut diamankan plastik klip kosong, satu pipet plastik runcing, satu unit Handphone,
uang tunai, satu lembar kertas biru bertuliskan Vivo, potongan plastik hitam dibalut lakban, serta selembar potongan tisu," ungkap Kasat Resnarkoba Polres Tebingtinggi AKP Wisnugraha Paramaartha, melaui Kasi Humas, AKP. Mulyono pada Jumat malam (02/05/2025).
[br]
Saat diinterogasi singkat dilokasi, pelaku mengakui bahwa seluruh barang bukti tersebut adalah miliknya. Pelaku dan barang bukti selanjutnya dibawa ke Kantor Sat Resnarkoba Polres Tebingtinggi untuk pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.
Polres Tebingtinggi akan terus berupaya keras dalam memberantas peredaran narkoba diwilayah hukumnya, dan menghimbau masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi.
"Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan. Tanpa dukungan masyarakat, upaya pemberantasan narkoba akan sulit berjalan maksimal," pungkas Kasat Resnarkoba.