MATATELINGA, Hamparan Perak : Desa Buluh Cina, yang terletak di Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, memiliki sejarah panjang yang erat kaitannya dengan perkebunan dan tradisi masyarakat setempat.
Menurut tokoh masyarakat, nama Buluh Cina berasal dari sebuah bambu yang dulu digunakan sebagai tambatan perahu di tepian sungai. Bambu tersebut dikenal dengan sebutan "Bambu Cina", yang dalam dialek Melayu kemudian berubah menjadi "Buluh Cina". Seiring waktu, penyebutan itu juga berkembang menjadi "Bulu Cina".
Selain di Deli Serdang, nama Buluh Cina juga ditemukan di daerah lain, seperti Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, serta di wilayah Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Warisan masa kolonial Belanda masih dapat dilihat di desa ini, terutama dari sisa-sisa bangunan peninggalan perkebunan. Dahulu, Buluh Cina dikenal sebagai salah satu penghasil tembakau terbaik, yang menjadi komoditas unggulan pada masanya.
Kini, Desa Buluh Cina tetap menjadi bagian penting dari sejarah dan budaya masyarakat setempat, dengan jejak peninggalan masa lalu yang masih terasa hingga sekarang.