Senin, 26 Oktober 2026 WIB

Pembangunan Masjid Terapung di Waterfront City Tidak tercantum dalam MOU Pemkot Tanjungbalai

- Rabu, 13 November 2024 19:13 WIB
Pembangunan Masjid Terapung di Waterfront City Tidak tercantum dalam MOU Pemkot Tanjungbalai
Matatelinga.com
Perakitan Kerangka Bangunan Mesjid apung dikawasan Waterfront City Tanjungbalai
MATATELINGA,Tanjungbalai: Kepala Bagian Hukum Pemkot Tanjungbalai, Herman Gultom, menyatakan pembangunan masjid terapung di kawasan Waterfront City Tanjungbalai tidak tercantum dalam perjanjian kerja sama (MOU) antara pemerintah kota dengan pemegang Hak Guna Bangunan (HGB) dikawasan tersebut.



"Pembangunan masjid terapung tidak ada di mou pak," kata Herman Gultom, menjawab konfirmasi yang dilayangkan wartawan. Rabu, (13/11).

Gultom menjelaskan bahwa keberadaan masjid terapung hanya dalam pernyataan kesediaan dari pihak pemegang HGB. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai aspek legalitas pembangunan masjid tersebut, termasuk apakah sudah memenuhi semua peraturan yang berlaku.


[br]

Lebih lanjut, pertanyaan mengenai siapa yang akan menjadi pemilik dan pengelola masjid terapung juga belum terjawab. Demikian pula dengan rincian isi MOU antara Pemkot Tanjungbalai dan pemegang HGB, yang seharusnya memberikan gambaran jelas mengenai kewajiban dan hak masing-masing pihak.

Kabar beredar bahwa pembangunan masjid terapung merupakan bentuk kompensasi atas rekomendasi peralihan HGB seluas 4 (empat) persil dari PT Sungai Asahan Lestari kepada seorang pengusaha. Surat rekomendasi tersebut dikeluarkan oleh Pemkot Tanjungbalai pada Januari 2023.

Walikota Tanjungbalai nonaktif, H Waris Tholib, dalam sebuah pemberitaan media onlinehariantv.comsebelumnya menyatakan bahwa biaya pembangunan masjid terapung berasal dari bantuan investor di Jakarta. Namun, hingga kini belum ada penjelasan yang jelas mengenai dasar hukum yang memungkinkan investor tersebut bersedia memberikan bangunan mesjid terapung itu, mengingat tidak adanya perjanjian tertulis yang melibatkan pihak ketiga.

Selain itu pembangunan mesjid ini diduga dijadikan sebagai ajang kampanye oleh sang petahana mengingat dalam pernyataannya bahwa mesjid apung itu akan dinamai sesuai dengan Jargonnya. Belum lagi pada Rabu, (13/11) siang, Waris Tholib melakukan peninjauan langsung atas perakitan kerangka mesjid itu, padahal publik tau saat ini Waris Tholib sedang cuti dari jabatan walikota.

Hingga berita ini diturunkan Waris Tholib maupun pihak pengelola kawasan Waterfront City atau pihak investor pembangunan mesjid terapung belum dapat dikonfirmasi awak media. (Riki)




Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru