Jumat, 29 Mei 2026 WIB

Ketua DPP Himpak Citra E Capah : Suku Pakpak Itu Ada 5 Suak dan Menjunjung Tinggi Falsafah Sulang Silima

- Minggu, 05 Mei 2024 10:00 WIB
Ketua DPP Himpak Citra E Capah : Suku Pakpak Itu Ada 5 Suak dan Menjunjung Tinggi Falsafah Sulang Silima
Matatelinga/James
Ketua Umum DPP Himpak Dr. Citra Effendi Capah

MATATELINGA, Medan-Sumatera Utara dikenal dengan beragam suku, adat, dan budaya. Tidak hanya itu, kuliner khas dan makanan tradisionalnya juga sangat beraneka rasa dan rupa. Dari sisi suku, Sumut memiliki Suku/Etnis Melayu, Toba, Simalungun, Karo, Mandailing, Angkola, Minang, dan ada juga Pakpak.

Kali ini kita akan mengulas tentang suku Pakpak yang memiliki 5 Suak dan memegang teguh falsafah Sulang Silima, kalau di suku Batak ada falsafah Dalihan Na Tolu (Somba marhula-hula, sangap mardongan tubu dan elek marboru - hormat kepada paman (adek isteri/mama, hormat kepada semarga terutama saudara laki-laki kandung dan baik kepada adik perempuan).



Ketua Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Masyarakat Pakpak (DPP Himpak) Dr. Drs. H.Citra Effendi Capah, MSP menjelaskan bahwa Suku Pakpak terbagi menjadi 5 Sub-Suku atau disebut juga Suak. Kelima suak suku Pakpak ini tersebar mulai dari Barus Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Dairi, Kabupaten Pakpak Bharat, Kabupaten Singkil dan Kota Subulussalam Provinsi Aceh.

Lima Suak dalam suku Pakpak seperti diceritakan Citra Effendi Capah :

1. Suak Simsim
Suak Simsim ini adalah suku Pakpak yang menetap dan memiliki hak ulayat di daerah Kabupaten Pakpak Bharat. Beberapa marga yang termasuk suak ini adalah marga Berutu, Padang, Solin, Banurea, Cibro, Sitakar, manik dan lain-lain. Kelompok suak ini juga menyebar di seluruh wilayah Kabupaten Dairi dan kabupaten lainnya di sumut dan Aceh



2. Suak Keppas
Suak Keppas adalah suku Pakpak yang tinggal dan berdialek Keppas, dan golongan suak ini banyak berdiam di Kabupaten Dairi. Beberapa marga yang masuk ke golongan ini adalah marga Capah, Gajah Manik, Sinamo, Kudadiri, Ujung, Bintang, Angkat, Bako, Maha, dan lain-lain.

Suak Keppas ini antara lain berdiam hampir di semua Kecamatan di Sidikalang di Kabupaten Dairi.

3. Suak Pegagan
Suak Pegagan ini adalah suku Pakpak memiliki dialek Pegagan. Beberapa marga yang termasuk ke suak ini adalah marga Lingga, Mataniari, Maibang, Manik, Siketang, dan lain-lain.

Golongan suak ini banyak bermukim di Kecamatan Sumbul, Pegagan Hilir, dan Kecamatan Tigalingga di Kabupaten Dairi.


[br]


4. Suak Boang
Suak Boang adalah suku Pakpak yang menyebar bermukim di Kabupaten Aceh Singkil, Kota Subulusssalam Propinsi Aceh . Mereka menuturkan bahasa Pakpak dengan dialek Boang. Beberapa marga yang masuk dalam suak Boang adalah marga Sambo, Penarik, dan Saraan serta marga lainnya.

5. Suak Kelasen
Suak ini adalah sub-suku Pakpak yang bermukim di daerah Kelasen, yaitu di sekitar perbatasan Kabupaten Dairi dan sebagian Kabupaten Humbang Hasundutan, khususnya Kecamatan Parlilitan, Tarabintang dan Pakkat. Suak ini juga menyebar di Kabupaten Tapanuli Tengah (Kecamatan Barus, Barus Utara, Sosar Gadong, Andam Dewi, Manduamas dan Dirandorung).



Beberapa marga yang masuk dalam golongan ini adalah marga Tumangger, Siketang, Tinambunan, Anak Ampun, Kesogihen (Hasugian), Maharaja, Meka, Berasa, dan lain-lain.

"Untuk falsafah yang kita junjung tinggi namanya Sulang Silima. SULANG SILIMA adalah falsafah PAKPAK yang terdiri dari seperangkat nilai-nilai luhur budaya, kaidah-kaidah dan norma-norma adat istiadat suku Pakpak yang sudah melekat sejak individu lahir sampai meninggal dunia yang terdiri dari :
1. Kelompok Per isang isang / Senina Tertua /Turunan Tertua
2. Kelompok Per Tulan tengah /Senina turunan Pertengahan/Tonga
3.Kelompok Per ekur ekur / Senina yg bungsu
4. Puang/Kula kula
5. Anak berru (Pihak yg mengambil anak gadis)




"Jadi dalam kehidupan.sehari-hari berlaku tutur berdasarkan Sulang Silima. Itu sebabnya, kalau kita bertemu dengan sesama suku Pakpak atau saat berkenalan, kita tanya marga apa yang bersangkutan, langsung kita tahu tutur-nya. Apakah.panggil Puhun, panggil Senina atau panggil Silih atau tutur lainnya," jelas Citra Capah yang juga Asisten I Pemkab Deli Serdang.

Kemudian, kalau dalam acara adat atau acara-acara khusus, lanjutnya pihak pembuat acara pasti menyediakan makanan khas Pakpak, namanya Pelleng, kalan dalam suku Jawa namanya tumpeng. Karena nasinya warna kuning dan ayamnya ayam kampung.

Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru