Matatelinga - Medan, Menteri Negara BUMN, Dahlan Iskan, berjanji akan tetap mendorong anak
muda untuk bangkit dan percaya diri menekuni dan memajukan bidang
ilmu-ilmu kedokteran di Indonesia. Untuk itu, Dahlan menyatakan akan
melakukan apa saja untuk kemajuan dunia kedokteran di tanah air. Atas
dasar itu ketika mendengar ada anak muda yang membuka klinik bedah saraf
pertama di Sumatera, Dahlan mengaku terharu dan langsung menyatakan
diri ke Medan hanya semata-mata untuk menghadiri peresmian klinik bedah
saraf di Rumah Sakit Adenin Adenan yang pertama dan satu-satunya di
Sumatera. Meskipun sejumlah jadwal kerjanya sebagai Menneg BUMN harus
ditinggalkannya.
"Saya
pernah operasi besar ganti hati. Saya hanya mau ditangani oleh dokter
muda saja. Bahkan istri saya pernah juga menderita penyakit tulang
punggung, dan alhamdulillah dioperasi oleh dokter muda di Surabaya.
Karena di Indonesia hanya beberapa rumah sakit saja yang memiliki klinik
khusus bedah saraf tapi dapat dijamin alat dan kualitas dokternya, ,"
katanya ketika meresmikan beroperasinya Klinik Spesialis Bedah Saraf
"Neurosurgery Spine and Pain Clinic" pertama di Pulau Sumatera di Medan,
Sumatera Utara, Jumat (19/9/2014) siang.
Dahlan
memastikan klinik "Neurosurgery Spine and Pain Clinic" hanya ada dua di
Indonesia, yakni di Surabaya dan Medan. "Di Jakarta saja belum ada."
Pengalamannya
ditangani oleh dokter-dokter muda baik di China maupun di Indonesia,
membuat Dahlan Iskan mengaku kagum dengan Dr.dr. Ridha Dharmajaya,Sp.BS
yang
masih berusia 41 tahun namun dengan berani membuka klinik spesialis
yang tergolong langka di Indonesia.
Saat
ini Dahlan mengaku masih rutin meminum obat karena memiliki virus
transmac di tubuhnya. Virus tersebut tidak bisa dihilangkan dan belum
ada pasien yang sembuh alias terbebas dari virus tersebut. Namun,
belakangan ada dokter muda yang menawarinya untuk menjadi pasiennya
untuk dihilangkan virusnya.
"Saya
pun menyerahkan diri saya ke dokter muda di Surabaya itu, dan
alhamduliLlah kini virus itu dapat dihilangkan untuk pertama kalinnya di
Indonesia. Sejak itu saya berjanji untuk mendukung kemajuan dokter muda
di bidang kedokteran di Indonesia," katanya.
Sementara
itu, pendiri dan pemimpin "Neurosurgery Spine and Pain Clinic" di RSU
Adenin Adenan,
Dr.dr.Ridha Dharmajaya,SpBS mengatakan sampai saat ini banyak penderita
nyeri punggung, nyeri pundak dan leher serta nyeri kepala, memiliki
gangguan pada tulang belakang. Hal terbaik yang dilakukan adalah mencari
penyebab sumber nyerinya. Menurutnya, hal ini sangat penting diketahui,
karena bila benar terjadi penekanan atau penjepitan saraf maka harus
secepatnya diketahui seberapa jauh penjepitan jauh tersebut. Sehingga
dapat dihindari penekanan yang merusak saraf, yang mengakibatkan
kelumpuhan, gangguan fungsi buang air kecil, buang air besar, serta
gangguan fungsi seksual.
"Penderita
saraf terjepit memiliki banyak pilihan dalam terapinya. Pada banyak
kasus yang masih awal dapat disarankan untuk melakukan pain intervention
dan dianjurkan untuk melakukan beberapa latihan tertentu. Beruntung, RS
Adenin Adenan menjadi RS pertama yang memiliki klinik bedah syaraf yang
kita resmikan hari ini," kata Ridha Dharmajaya
didampingi Dahlan Iskan.
Menurutnya,
banyak sekali pasien yang mengalami tanda-tanda penyakit saraf atau
gangguan pada tulang belakang namun pergi memeriksakan penyakitnya
hingga keluar negeri. Padahal, di Medan, RS Adenin Adenan memiliki
klinik dengan fasilitas dan tenaga dokter yang berkualitas dan tidak
jauh lebih baik dari di luar negeri.
Ridha
Dharmajaya, mengatakan klinik khusus bedah saraf tulang belakang dan
nyeri yang dipimpinnya ini merupakan klinik pertama dan satu-satunya di
Sumatera yang mengembangkan teknik minmal invasive (endoskopi) dalam
operasi tulang belakang. " Klinik ini hadir untuk memberikan pelayanan
menyeluruh kepada masyarakat terhadap penderita nyeri dan gangguan
tulang belakang,"katanya.
"Tahun ini, kami memberanikan diri untuk menjadi RS sakit pertama yang memiliki Klinik Bedah Saraf di
Sumatera, untuk memudahkan masyarakat berobat dan tak perlu keluar negeri lagi," tambahnya.
(Mt)