Senin, 28 September 2026 WIB

Buntut Status WhatsApp,Kantor Kajari Tanjung Balai diselubungi Asap Hitam

- Senin, 03 Juli 2023 22:32 WIB
Buntut Status WhatsApp,Kantor Kajari Tanjung Balai diselubungi Asap  Hitam
Mtc
Asap hitam menyelubungi Kantor Kejari Tanjung Balai 
MATATELINGA, Tanjungbalai: Aksi unjuk rasa gabungan Aktivis kota tanjung balai mulai memanas, para demonstran melakukan bakar ban, akibatnya kantor Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanjung Balai -Asahan yang berada dijalan Sudirman diselubungi asap hitam pekat. Senin,(3/7/2023).


Aksi itu buntut dari status WhatsApp Kepala Seksi Intelijen Kejari Tanjung Balai, Andi Sahputra Sitepu, yang berisikan kalimat yang tidak pantas yang dinilai ditujukan kepada para aktivis kota tanjung balai.

Dalam status WA tersebut Andi mengupload gambar dengan latar belakang aksi unjukrasa di depan kantor Kejari Tanjung Balai.


"Entah siapa yang salah?? Dunia ini panggung sandiwara". Pada deskripsi di gambar status tersebut Andi juga menuliskan "Hari ini anjing, besok babi, lusa monyet, Akhirnya jadi taik"


Sejumlah petugas kepolisian tampak berjaga jaga dan beberapa kali terlihat bentrok dengan massa aksi yang mencoba memadamkan api.


Andrian Sulin, Kordinator aksi mengaku aksi ini dilakukan atas bentuk kekecewaan koalisi aktivis Kota Tanjungbalai terhadap postingan Kasintel Kejari Tanjungbalai, Andi Shaputra Sitepu yang menujukan kata-kata yang tidak pantas dilakukan seorang pejabat publik.

[br]

"Dalam statusnya tersebut mengungkapkan kata-kata anjing, babi, dan monyet. Bahkan tai dengan latar belakang aksi unjuk rasa ," kata Andrian Sulin.


Menurut Sulin, pihaknya juga telah melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Tanjungbalai dalam dugaan pencemaran nama baik dan UU ITE.

Untuk diketahui, unjukrasa yang digelar massa Aktivis Kota Tanjung Balai berawal dari status WhatsApp Kasi Intelijen Andi Sahputra Sitepu yang dianggap menghina aktivis.


Kepada wartawan, Andi menampik status WA miliknya tidak ditujukan terhadap aktivis di Kota Tanjung Balai melainkan unek-unek pribadi yang hanya dipahami oleh dirinya sendiri dengan maksud tidak menghina pribadi maupun kelompok.

Pantauan di lapangan, hingga berita ini ditayangkan demonstran masih berada di halaman Kantor Kejari Tanjung Balai dan mereka telah mendirikan tenda untuk aksi menginap hingga tuntutan mereka dipenuhi agar Kajari meminta maaf atas nama institusi Kejaksaan. (Riki)

Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru