Rabu, 12 Agustus 2026 WIB

BBM Langka, Ratusan Nelayan Tradisional Pangkalan Brandan Tak Melaut

- Kamis, 27 Oktober 2022 14:57 WIB
BBM Langka,  Ratusan Nelayan Tradisional Pangkalan Brandan Tak  Melaut
Matatelinga.com
Perahu bersandar karena bbm langka dan nelayan tak melaut.
MATATELINGA, Langkat : Ratusan nelayan tradisional yang tinggal di pesisir pantai laut Babalan Pangkalan Brandan tidak dapat melaut. Hal tersebut dikarenakan sulitnya untuk mendapatkan BBM jenis solar sebagai bahan bakar perahu nelayan.

Sebagaimana yang terlihat di perkampungan nelayan Pasar Pompa Borboran, Kelurahan Sei Bilah, Kecamatan Sei lepan, Kabupaten Langkat ratusan perahu nelayan bersandar tanpa aktivitas, karena kelangkaan BBM jenis solar dan itu terjadi sejak beberapa hari lalu.

Menurut Syafrizal (45) salah seorang nelayan Pasar Pompa, dengan kelangkaan BBM tersebut sangat menyulitkan bagi kami, sudah hampir 1 minggu nelayan tidak mendapatkan solar sebagai bahan bakar mesin perahu mereka, Akhirnya kami tidak dapat melaut. “ kami sebagai nelayan, kalau tidak melaut anak bini kita mau kasi makan apa, katanya Kamis (27/10/2022),


“ Pemerintah hendaknya melihat situasi dan kondisi ini, ekonomi masyarakat sudah sulit jangan bikin tambah sulit,” Sebut Syafrizal.

Sofyan (40) juga mengatakan, selama ini nelayan membeli minyak solar melalui agen dan penyalur, karena untuk membeli di SPBU tidak diperbolehkan membeli BBM memakai derigen. Sementara untuk membeli minyak di SPBN tidak pernah dapat karena jatahnya sedikit.

“Selain mahal kelangkaan BBM jenis solar sangat memberatkan nelayan, bagaimana kita mau melaut jika solar tidak ada, adapun SPBN yang di khususkan untuk nelayan namun kita tidak dapat jatah,” jelas Sofyan.

Selama ini, para nelayan membeli BBM jenis solar kepada agen atau penyalur dengan harga Rp 8.500/liter, jauh lebih tinggi dari harga resmi yang ditetapkan pemerintah dengan harga Rp 6.800/liternya.

Warga nelayan berharap, pemerintah meninjau keberadaan SPBU dan SPBN yang ada di kota Pangkalan Brandan, karena penyaluran BBM di duga kuat tidak tepat sasaran dan dialihkan kepada pengusaha-pengusaha tertentu demi meraup keuntungan yang lebih besar.

“Polres Langkat harus turun tangan melakukan investigasi penyaluran BBM di SPBU dan SPBN di Pangkalan Brandan, karena penyaluran BBM yang ada diduga kuat disalah gunakan kepada oknum-oknum tertentu, jika kelangkaan BBM tidak dapat diatasi, maka kami para nelayan akan melakukan aksi demo secara besar-besaran.” Kata sejumlah warga tersebut. (mtc/By)





Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru