Sabtu, 12 September 2026 WIB

Direktur RSU HAMS Kisaran "Terlalu Dini Sebut Sebut Malpraktik"

Didiek Eddy Susanto - Senin, 01 Agustus 2022 23:20 WIB
Direktur RSU HAMS Kisaran "Terlalu Dini Sebut Sebut Malpraktik"
dieks/matatelinga.com
Direktur RSUD HAMS Kisaran. dr.Kurniadi Sebayang
MATATELINGA. Asahan - Issu yang merebak di tengah masyarakat atas terjadinya pasien yang diduga salah penanganan medis setelah dilakukan operasi pada benjolan yang ada ditubuhnya, dibantah oleh Direktur RSUD HAMS Kisaran dr.Kurniadi Sebayang.


Keterangan direktur RSUD HAMS Kisaran dr.Kurniadi Sebayang saat dikonfirmasi matatelinga.com Senin (01/08/2022) sekira pukul 22.10 Wib membenarkan adanya berita miring yang mengatakan pasien setelah dilakukan operasi pada benjolan pada ketiak sebelah kanan mengalami kelainan dan gatal gatal dan diduga telah terjadi malpraktik, issu tersebut sudah menyesatkan dan merugikan nama baik para dokter dan RSUD.HAMS Kisaran, ujarnya.

Lebih lanjut direktur RSUD HAMS Kisaran juga menjelaskan apa yang disebut dan ditudahkan ke RSUD HAMS Kisaran sama sekali tidak mendasar, "Malpraktik merupakan tindakan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan yang tidak sesuai dengan mestinya atau diluar prosedur yang ada", nah ini pasien berinisial PF (15) dalam menjalani operasi bedah beberapa Minggu lalu telah dilakukan sesuai prosedur kesehatan yang ada, dan semua tercatat dalam data medis.

Baca Juga:Dit Resnarkoba Polda Sumut dan Polres Labuhanbatu Ungkap Peredaran 25 Kg Sabu

Pasien tersebut setelah menjalani operasi dilakukan perawatan selama tiga hari dan pulang dengan catatan tetap melakukan kontrol seminggu sekali, namun setelah tiga minggu kemudian setelah pasien keluar dari RSUD HAMS Kisaran datang untuk kembali berobat dengan keluhan gatal gatal pada sekujur tubuhnya.

Kami juga sudah melakukan penangan medis terhadapnya serta berkonsultasi dengan dokter spesialis anak yaitu dr.Titiek dan disarankan agar dirujuk ke rumah sakit yang ada di Medan, terlebih lagi dokter spesialis kulit yang ada di RSU HAMS Kisaran saat ini sedang mengikuti latsar.


Jadi issu adanya malprajrik ini terlalu dini untuk dihembuskan, dan kami dalam menangani pasien tersebut sudah sesuai dengan prosedur, terlebih lagi setelah tiga minggu pasien tersebut keluar dari rumah sakit issu ini muncul, jadi dalam hal ini kami membantah terjadinya malpraktik di RSUD HAMS Kisaran dan lagi Kabid pelayanan RSUD HAMS juga telah memberikan penjelasan dalam conferency persnya, pungkasnya. (dieks)
Editor
: Rizky
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru