MATATELINGA, Medan:Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan mencatat dalam sepakan ke depan di awal November 2020, masyarakat Sumatera Utara harus mewaspadai terjadinya cuaca ekstrem yang mengakibatkan terjadinya hujan lebat, tanah longsor, dan bencana alam lainnya.
Kepala BMKG Wilayah I Medan Edison Kurniawan menjelaskan, fenomena La Lina yang sudah terjadi sejak September lalu di seluruh wilayah Indonesia, memicu terjadinya cuaca ekstrem di wilayah Barat, Tengah, dan Timur Indonesia.Dikatakan Edison Kurniawan, fenomena iklim La Nina disebabkan tingginya suhu permukaan laut yang ada di wilayah Indonesia dan sekitarnya. Sedangkan di wilayah pasifik itu terjadi penurunan suhu udara.
“La Nina potensi terjadi seiring dengan tingginya curah hujan. Hal itu terjadi karena tingginya suhu permukaan laut memberikan peran proses penguapan cukup tinggi. Dengan tingginya proses penguapan juga memberikan peluang pembentukan awan hujan di Indonesia,” ucap Edison, Kamis (5/11) siang.
Lebih lanjut Edison menjelaskan yang paling terdampak La Lina adalah Indonesia wilayah tengah dan Timur. Sedangkan untuk wilayah Indonesia wilayah Barat khususnya Sumatera, terjadi di hampir seluruh wilayah pantai barat Sumatera yang berdekatan dengan wilayah Samudera Hindia sebelah Barat Sumatera. “Ini juga dipengaruhi peningkatan suhu permukaan laut di pantai barat Sumut. Inilah yang menyebabkan dampak peningkatan curah hujan di Sumut,” jelasnya.
Sejumlah wilayah di Sumut saat ini juga masih mengalami curah hujan tinggi, seperti di kawasan Gunungsitoli, Nias, Tapanuli Selatan, Tapteng, Humbang Hasundutan, Pakpak Barat, dan Mandailing Natal. Dalam 24 jam terakhir, sejumlah daerah di Sumut ini curah hujannya cukup tinggi, seperti di Gunungsitoli yang tercatat 75 mm curah hujannya dalam kategori sedang. Kemudian di Stasiun Meteorologi Binaka di Nias juga mencatat ada 74,10 mm. Kemudian di Silangit juga tercatat 64 mm.
“Beberapa wilayah di Sumut curah hujannya cukup ekstrem terutama di wilayah seputaran danau toba dan pantai barat Sumut. Seperti Tapanuli Selatan, Tapteng, Taput, Humabhas, Pakpak Barat, dan Mandailing Natal itu daerah " daerah yang berpotensi curah hujan terus meningkat. Ke depan daerah " daerah ini perlu diwaspadai terutama dengan adanya potensi peningkatan curah hujan,” ujar Edison.
“Kita juga sudah koordinasi dengan Balai wilayah Sungai. Karena daerah dataran tinggi yang mengalami cuaca tinggi akan berpotensi terjadi luapan pada daerah aliran sungai. Untuk itu, kita koordinasi secara intensif untuk memantau wilayah aliran sungai termasuk upaya mitigasi dengan pembersihan sampah di sungai agar tidak terjadi pendangkalan,” bebernya. (mtc/fae)