Melihat kondisi tersebut, Tim SAR Gabungan memutuskan untuk melakukan penyelamatan segera. Nelayan tersebut bernama Saidi (45), warga Senayang yang tidak bisa kembali ke darat. Keputusan diambil untuk menunda sementara penyisiran korban hilang demi menyelamatkan nyawa. Kapal pompong milik Saidi kemudian ditarik (towing) menuju Pelabuhan AL Senayang dan tiba dengan selamat pada pukul 11.35 WIB.
Babinsa Kelurahan Senayang, Praka Dwi Santoso, menyampaikan bahwa keterlibatannya dalam Tim SAR bukan hanya tugas perbantuan, melainkan wujud tanggung jawab moral terhadap warga. "Sebagai bagian dari Tim Gabungan, kami tidak hanya fokus pada misi utama pencarian korban, tetapi juga harus peka terhadap keselamatan warga yang kami temui di lapangan. Alhamdulillah, berkat kerja sama yang solid antara Basarnas, Polri, dan TNI, Saudara Saidi bisa kita evakuasi dengan selamat. Ini adalah bukti bahwa keselamatan rakyat adalah prioritas di atas segalanya," ujarnya.
Baca Juga:
Rasa lega juga diungkapkan oleh Saidi. Ia mengapresiasi kesigapan tim gabungan. "Saya berterima kasih kepada Bapak-bapak petugas, baik dari Basarnas, Pak Polisi, maupun Pak Babinsa yang mengenali saya. Bantuan penarikan
kapal ini sangat berarti karena ombak mulai tinggi," tuturnya.
Tim SAR Gabungan menjadwalkan pencarian Kapten TB Trans Permata akan dilanjutkan kembali pada pukul 13.00 WIB setelah konsolidasi, dengan catatan kondisi cuaca memungkinkan.