Pada perdagangan Kamis (11/2/2021), rupiah ditutup menguat 0,07 ke Rp 13.973 per dolar Amerika Serikat (AS). Alhasil, jika dihitung dalam sepekan, rupiah menguat sebesar 0,33. Rupiah di pasar spot berhasil menguat dalam sepekan ini.
Hingga akhir perdagangan, hanya yen Jepang dan dolar Hong Kong yang masih bertahan melemah. Di mana, yen Jepang melemah 0,42 terhadap the greenback dan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia.
Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sesuai dengan fundamentalnya dan bekerjanya mekanisme pasar, melalui efektivitas operasi moneter dan ketersediaan likuiditas di pasar.
Pada akhir perdagangan Rabu (20/1/2021), rupiah ditutup pada level Rp 14.035 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat 0,21 dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 14.065 per dolar AS
Ini membuat rupiah menguat 0,28 dibandingkan dengan penutupan Kamis (14/1) di Rp 14.059 per dolar AS. Alhasil, rupiah pun menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di kawasan pada perdagangan jelang sore ini.
Penguatan nilai tukar rupiah melanjutkan kinerja positif pada perdagangan Rabu (13/1/2021). Nilai tukar rupiah diprediksi bakal menguat terhadap dollar Amerika Serikat pada hari ini, Kamis (14/1/2021).
Pada penutupan hari terakhir perdagangan tahun 2020, Kamis (Jumat pagi WIB), harga emas berjangka sedikit menguat, untuk hari ketiga berturutturut, seiring dengan berlanjutnya pelemahan dolar AS terhadap mata uang utama lainnya.
Diikuti, rupee India yang naik 0,19 dan baht Thailand yang terangkat 0,15. Selanjutnya ada yuan China yang terkerek 0,11. Sedangkan dolar Hong Kong terlihat menguat tipis 0,01 pada perdagangan tengah hari ini.