<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0">
    <channel>
        
        <title></title>
        
        <link>https://www.matatelinga.com/</link>
        <description>Berita Terkini Medan, Sumut dan Aceh. Berita Medan Langsung dari Sumbernya</description>
        <lastBuildDate>Sat, 11 Jul 2026 07:38:12 +0700+0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

            <item>
            <guid isPermaLink="false">10 Kamar Rantauprapat Hotel Terbakar</guid>
            <pubDate>Sat, 11 Jul 2026 07:30:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[10 Kamar Rantauprapat Hotel Terbakar]]></title>
            <description><![CDATA[MATATELINGA,Rantauprapat  10 (sepuluh) kamar di Rantauprapat Hotel (RPH), yang terletak di Jalan A Yani Rantauprapat, Labuhanbatu, terbakar]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.matatelinga.com">MATATELINGA</a>,</b><b>Rantauprapat</b> : 10 (sepuluh) kamar di Rantauprapat Hotel (RPH), yang terletak di Jalan A Yani Rantauprapat, Labuhanbatu, <a href="https://www.matatelinga.com/tag/terbakar/" target="_blank">terbakar</a> Sabtu (7/7/2026) siang.<br>Meski belum terkonfirmasi dari aparat terkait, penyebab kebakaran dan asal api, diduga akibat <a href="https://www.matatelinga.com/tag/korslet/" target="_blank">korslet</a>ing listrik dari salah satu kamar.<br>Api dengan cepat membesar dan menghanguskan kamar beserta isi <a href="https://www.matatelinga.com/tag/hotel/" target="_blank">hotel</a> legendaris, yang ada di ibukota Kabupaten Labuhanbatu ini.</p><p><div>[adsense]</div><hr><div>[adsense]</div>Salah seorang karyawan <a href="https://www.matatelinga.com/tag/hotel/" target="_blank">hotel</a>, Sawal menyampaikan, api diduga berasal dari kamar nomor 247.<br>"Saat kebakaran, kamar dalam kondisi kosong. Kobaran api pertama kali terlihat dari salah satu kamar di lantai dua <a href="https://www.matatelinga.com/tag/hotel/" target="_blank">hotel</a>", ucap Sawal.<br>Pada peristiwa kebakaran, yang sempat memacetkan arus lalulintas di depan Rantauprapat Hotel, dilaporkan tidak ada korban jiwa.<br>Kobaran api berhasil dipadamkan sekitar satu jam, oleh sejumlah karyawan <a href="https://www.matatelinga.com/tag/hotel/" target="_blank">hotel</a> dan petugas serta dibantu mobil pemadam kebakaran, milik Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu.<br>Saat kebakaran melanda Rantauprapat Hotel ini, terlihat kobaran api membesar, yang disertai asap hitam pekat yang membumbung tinggi ke udara.<br>Peristiwa kebakaran ini, sempat membuat warga sekitar dan para tamu <a href="https://www.matatelinga.com/tag/hotel/" target="_blank">hotel</a> panik, sehingga berhamburan keluar <a href="https://www.matatelinga.com/tag/hotel/" target="_blank">hotel</a>.<br>Aparat kepolisian dari Polres Labuhanbatu, terlihat mengamankan lokasi kebakaran, serta mengatur arus lalulintas yang sempat mengalami kemacetan.</p><p></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.matatelinga.com/uploads/images/2026/07/a597e50502f5ff68e3e25b9114205d4a_thumbnail-4.jpeg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.matatelinga.com/Berita-Sumut/190843/10-kamar-rantauprapat-hotel-terbakar/</link>
            <author><![CDATA[putra]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">PTPN IV PalmCo Tancap Gas Garap Kedelai, Siap Tekan Impor dan Percepat Swasembada Pangan Nasional</guid>
            <pubDate>Sat, 11 Jul 2026 07:00:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[PTPN IV PalmCo Tancap Gas Garap Kedelai, Siap Tekan Impor dan Percepat Swasembada Pangan Nasional]]></title>
            <description><![CDATA[MATATELINGA, Jakarta PTPN IV PalmCo mulai tancap gas menggarap pengembangan kedelai sebagai komoditas strategis untuk mendukung percepatan ]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.matatelinga.com">MATATELINGA</a>, Jakarta :</b>PTPN IV PalmCo mulai tancap gas menggarap pengembangan <a href="https://www.matatelinga.com/tag/kedelai/" target="_blank">kedelai</a> sebagai komoditas strategis untuk mendukung percepatan swasembada pangan nasional. BUMN perkebunan ini tengah mematangkan pilot project yang diharapkan mampu menjadi terobosan dalam meningkatkan produksi <a href="https://www.matatelinga.com/tag/kedelai/" target="_blank">kedelai</a> nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor.</p><p><div>[adsense]</div>Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan pengembangan kedelai menjadi salah satu langkah nyata perusahaan dalam mendukung program pemerintah memperkuat ketahanan pangan.</p><p><div>[adsense]</div>
			<blockquote>
      		<div class="clear pd5"></div>
      		<b>Baca Juga:</b>
      		<ul>
      		<li>
      		<a href="https://www.matatelinga.com/Lifestyle/190832/aksi-tanam-pohon-bersama-pelindo/">Aksi Tanam Pohon bersama Pelindo</a>
      		</li>
      		</ul>
	      	</blockquote>
	      	<div class="clear pd5"></div><hr></p><p><div>[adsense]</div><br>"Kedelai merupakan komoditas yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Karena itu, PalmCo terus mematangkan pilot project pengembangannya agar dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi <a href="https://www.matatelinga.com/tag/kedelai/" target="_blank">kedelai</a> nasional," ujar Jatmiko.</p><p>Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan bersama Menteri Pertanian, Panglima TNI, dan Ketua Komisi IV DPR RI ke sentra kedelai di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Mei 2026. Komitmen itu langsung diwujudkan melalui ground breaking Gerakan Tanam Kedelai di Desa Sarang Giting, Kecamatan Dolok Masihul, Sumatera Utara.</p><p><div>[adsense]</div>
			<blockquote>
      		<div class="clear pd5"></div>
      		<b>Baca Juga:</b>
      		<ul>
      		<li>
      		<a href="https://www.matatelinga.com/Lifestyle/190832/aksi-tanam-pohon-bersama-pelindo/">Aksi Tanam Pohon bersama Pelindo</a>
      		</li>
      		</ul>
	      	</blockquote>
	      	<div class="clear pd5"></div>PalmCo menggandeng Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sumatera Utara dalam penerapan teknologi budidaya dan penggunaan varietas unggul Grobogan. Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan model pengembangan <a href="https://www.matatelinga.com/tag/kedelai/" target="_blank">kedelai</a> yang modern, produktif, dan berkelanjutan.<br>Langkah PalmCo dinilai strategis mengingat kebutuhan <a href="https://www.matatelinga.com/tag/kedelai/" target="_blank">kedelai</a> nasional mencapai sekitar 2,6&ndash;2,7 juta ton per tahun, sementara produksi dalam negeri masih belum mampu memenuhi permintaan. Akibatnya, Indonesia hingga kini masih bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan industri pangan seperti tahu dan tempe.<br>Sebelum proyek dijalankan secara penuh, PalmCo masih melakukan kajian menyeluruh terhadap lahan yang akan digunakan, mulai dari karakteristik tanah, ketersediaan air, topografi, hingga kesesuaian agroklimat guna memastikan tingkat keberhasilan budidaya.</p><p>"Kami ingin memastikan pilot project ini dibangun di lokasi yang benar-benar memiliki tingkat keberhasilan tinggi. Seluruh aspek teknis terus kami kaji sebelum implementasi dilakukan," kata Jatmiko.</p><p><div>[adsense]</div>Dengan melibatkan pemerintah, petani, dan berbagai pemangku kepentingan, PalmCo berharap pilot project ini menjadi model nasional pengembangan kedelai yang mampu meningkatkan produksi, mengurangi impor, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.<br>(Erni)<br></p><p><div>[adsense]</div>
			<blockquote>
      		<div class="clear pd5"></div>
      		<b>Baca Juga:</b>
      		<ul>
      		<li>
      		<a href="https://www.matatelinga.com/Lifestyle/190816/koderal-i-dukung-penghijauan-lingkungan-asri-dan-bersahabat/">Koderal I Dukung Penghijauan Lingkungan, Asri dan Bersahabat</a>
      		</li>
      		</ul>
	      	</blockquote>
	      	<div class="clear pd5"></div></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.matatelinga.com/uploads/images/2026/07/42a0e188f5033bc65bf8d78622277c4e_thumbnail-3.jpeg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.matatelinga.com/Ekonomi/190842/ptpn-iv-palmco-tancap-gas-garap-kedelai-siap-tekan-impor-dan-percepat-swasembada-pangan-nasional/</link>
            <author><![CDATA[putra]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Pelindo Regional 1 Gelar Lomba di Belawan, Libatkan 143 Lingkungan dari 6 Kelurahan</guid>
            <pubDate>Sat, 11 Jul 2026 06:30:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Pelindo Regional 1 Gelar Lomba di Belawan, Libatkan 143 Lingkungan dari 6 Kelurahan]]></title>
            <description><![CDATA[MATATELINGA, Belawan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan mel]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.matatelinga.com">MATATELINGA</a></b>, <b>Belawan</b>: PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pe<a href="https://www.matatelinga.com/tag/lestari/" target="_blank">lestari</a>an lingkungan melalui penyelenggaraan <a href="https://www.matatelinga.com/tag/lomba/" target="_blank">Lomba</a> Lingkungan di wilayah Kecamatan Medan Belawan.<br>Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 143 lingkungan yang tersebar di enam kelurahan di kawasan tersebut.<br><a href="https://www.matatelinga.com/tag/lomba/" target="_blank">Lomba</a> lingkungan ini menjadi salah satu upaya <a href="https://www.matatelinga.com/tag/pelindo/" target="_blank">Pelindo</a> Regional 1 dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan, keindahan, serta keberlanjutan lingkungan di kawasan pesisir. Program ini juga sejalan dengan implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) serta prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang terus diintegrasikan dalam kegiatan perusahaan.</p><div>[adsense]</div><p></p><div>[adsense]</div>
			<blockquote>
      		<div class="clear pd5"></div>
      		<b>Baca Juga:</b>
      		<ul>
      		<li>
      		<a href="https://www.matatelinga.com/Lifestyle/190832/aksi-tanam-pohon-bersama-pelindo/">Aksi Tanam Pohon bersama Pelindo</a>
      		</li>
      		</ul>
	      	</blockquote>
	      	<div class="clear pd5"></div><hr>Manager Hukum dan Humas PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1, Fadillah Haryono, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan.<br>"Melalui lomba lingkungan ini, kami ingin mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Ini juga menjadi bagian dari upaya bersama antara <a href="https://www.matatelinga.com/tag/pelindo/" target="_blank">Pelindo</a>, pemerintah, dan stakeholder dalam membangun kawasan Belawan yang lebih baik," ujar Fadillah.<br>Proses penilaian akan melibatkan 9 stakeholder yang berasal dari berbagai unsur di wilayah Belawan, termasuk pemerintah, instansi terkait, serta elemen masyarakat. Penjurian dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan aspek kebersihan, pengelolaan lingkungan, partisipasi masyarakat, serta inovasi dalam menjaga ke<a href="https://www.matatelinga.com/tag/lestari/" target="_blank">lestari</a>an lingkungan.<br>Pengumuman perlombaan telah disampaikan pada saat acara seremonial penanaman pohon yang dilaksanakan pada 9 Juli 2026, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan lingkungan yang diinisiasi <a href="https://www.matatelinga.com/tag/pelindo/" target="_blank">Pelindo</a> Regional 1.<br>Sementara itu, pengumuman pemenang lomba direncanakan akan dilaksanakan pada sekitar tanggal 10 Agustus 2026, setelah seluruh tahapan penjurian selesai dilakukan. Dalam kompetisi ini, akan dipilih enam lingkungan terbaik yang terdiri dari kategori Harapan 3, Harapan 2, Harapan 1, Juara 3, Juara 2, hingga Juara 1.<br>Melalui kegiatan ini, <a href="https://www.matatelinga.com/tag/pelindo/" target="_blank">Pelindo</a> Regional 1 berharap dapat meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan, sekaligus menciptakan kawasan Belawan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.</p><div>[adsense]</div><p></p>			 	      	<div class="clear pd5"></p><div>[adsense]</div>
			<blockquote>
      		<div class="clear pd5"></div>
      		<b>Baca Juga:</b>
      		<ul>
      		<li>
      		<a href="https://www.matatelinga.com/Lifestyle/190832/aksi-tanam-pohon-bersama-pelindo/">Aksi Tanam Pohon bersama Pelindo</a>
      		</li>
      		</ul>
	      	</blockquote>
	      	<div class="clear pd5"></div>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.matatelinga.com/uploads/images/2026/07/9b8619251a19057cff70779273e95aa6_img20260710wa0061.jpg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.matatelinga.com/Berita-Sumut/190841/pelindo-regional-1-gelar-lomba-di-belawan-libatkan-143-lingkungan-dari-6-kelurahan/</link>
            <author><![CDATA[putra]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Tuntut Transparansi Reklamasi Kotanopan, Jurnalis Madina Layangkan 7 Poin Konfirmasi Menohok ke Tim Terpadu Pemprovsu</guid>
            <pubDate>Sat, 11 Jul 2026 06:00:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Tuntut Transparansi Reklamasi Kotanopan, Jurnalis Madina Layangkan 7 Poin Konfirmasi Menohok ke Tim Terpadu Pemprovsu]]></title>
            <description><![CDATA[MATATELINGA,Mandailing Natal,  Situasi sosial di Kabupaten Mandailing Natal kian memanas akibat simpang siur informasi pascapenertiban tam]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.matatelinga.com">MATATELINGA</a>,Mandailing Natal</b>, : Situasi sosial di Kabupaten Mandailing Natal kian memanas akibat simpang siur informasi pasca-penertiban tambang <a href="https://www.matatelinga.com/tag/emas/" target="_blank">emas</a> ilegal (PETI) di Kotanopan oleh Tim Terpadu Sumut. Menanggapi tensi kerawanan tersebut, salah seorang jurnalis lokal Magrifatullah Lubis resmi mengirimkan 7 <a href="https://www.matatelinga.com/tag/poin/" target="_blank">poin</a> konfrontasi data dan konfirmasi kepada Tim Terpadu Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi Sumber Daya Mineral Dedy Jamiansyah Harahap dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Hedi Wahyudi Marpaung pada Jumat (10/7/2026).<br>Fokus utama konfirmasi ini menyoroti indikasi manipulasi informasi dan dugaan pembohongan publik yang telah meruntuhkan integritas dan wibawa Pemerintah Provinsi Sumut oleh oknum Kepala Desa Singengu Julu, Maraginda Hakim Nasution (MH). Oknum yang diduga kuat bertalian dengan inisial pelaku PETI "GD" ini disebut kerap menggunakan narasi yang bertolak belakang (kontradiksi) dengan substansi dan regulasi, bahkan dia berupaya menggiring opini publik bahwa aktivitas pengerukan tanah yang dilakukannya adalah "reklamasi sah" yang didukung dan direstui oleh Pemerintah provinsi.</p><p><div>[adsense]</div><hr><div>[adsense]</div>"Kami melayangkan konfirmasi ini berdasarkan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Publik berhak tahu apakah ada izin dan payung hukum resmi untuk reklamasi tersebut, atau ini sekadar modus kamuflase untuk mengeruk <a href="https://www.matatelinga.com/tag/emas/" target="_blank">emas</a> dengan aktivitas illegal PETI (Pertambangan Emas Tanpa Izin)" tegas Magrifatullah dalam keterangannya di depan Kantor DPRD Kab Madina (Jumat, 10/07).<br>Langkah konfirmasi ini, menurut Magrifatullah yang mantan aktivis HMI ini diambil guna uji sahih klaim sepihak oknum Kepala Desa Singengu Julu MH/GD. Oknum tersebut secara terbuka membantah terlibat dalam Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), bahkan dia juga bersikeras inisial "GD" selaku terduga pelaku PETI dalam rilis resmi Pemprov Sumut bukanlah dirinya, melainkan orang lain. Ia bahkan berami mengklaim di hadapan media bahwa foto bersama saat penertiban Tim Terpadu Pemprov Sumut adalah moment klarifikasi kepada Tim bahwa yang bersangkutan adalah pelaku reklamasi dan dia berkilah surat yang dia terima adalah dokumen untuk pengajuan WPR-IPR yang dititipkan oleh Pemprov Sumut.<br>Demi menjaga marwah institusi negara dan menjamin hak publik atas informasi yang akurat, publik Madina bereaksi keras mendesak Tim Terpadu Pemprov Sumut untuk "buka suara" dan melakukan klarifikasi resmi secara terbuka agar masyarakat Madina tidak terpecah dan terus diwarnai pro-kontra pasca kedatangan Tim Terpadu ke Kotanopan.<br>Magrifatullah Lubis yang juga Ketua Bidang Infokom PD GPI (Gerakan Pemuda Islam) Kab Madina menuturkan, dia melayangkan konfirmasi tertulis yang memuat tujuh <a href="https://www.matatelinga.com/tag/poin/" target="_blank">poin</a> krusial kepada Pemerintah Provinsi Sumatera melalui Tim Terpadu Pemprov Sumut cq Kepala Dinas Perindag ESDM Sumut, Dedi Jamiansyah Putra Harahap melalui kontak resmi 0811 65** 1** dan Kepala Dinas LHK Sumut, Heri Wahyudi Marpaung melalui nomor kontak resmi 0823 639* **** untuk menjawab 7 persoalan mendasar yakni apakah Tim Terpadu benar mendukung "reklamasi swadaya" versi oknum Kades, atau klaim tersebut hanya pencatutan nama institusi, kemudian <a href="https://www.matatelinga.com/tag/poin/" target="_blank">poin</a>t penegasan validasi identitas/keabsahan inisial "GD" dan "PW" yang disebut dalam dokumen resmi Tim Terpadu, serta korelasi inisial GD dengan oknum Kades berinisial MH.<br>Selanjutnya jurnalis Madina juga mempertanyakan apakah berkas yang diserahkan di lokasi penertiban merupakan surat teguran keras penghentian PETI atau sekadar fasilitasi pengajuan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) seperti yang diklaim oknum Kades.<br>Magrifatullah juga meminta klarifikasi terkait kronologi, kejadian sebenarnya dan konteks foto bersama di lokasi penertiban.<br>Selain itu, jurnalis Magrifatullah yang juga Koordinator Eksternal IDEA (Institute for Development, Evaluation and Analysis) Kab Madina ini turut mempertanyakan legalitas dan dasar hukum reklamasi, kewenangan oknum Kades GD/MH, izin AMDAL/UKL-UPL, serta jaminan reklamasi yang disahkan oleh Pemprov atau Kementerian ESDM.<br>Dia juga mempersoalkan apa langkah antisipatif, preventif dan monitoring Tim Terpadu terhadap modus "reklamasi" yang diduga kuat menjadi kedok baru pengerukan <a href="https://www.matatelinga.com/tag/emas/" target="_blank">emas</a> ilegal. Point terakhir, Magrifatullah meminta ketegasan hukum pemprov dan langkah tim terpadu untuk melaporkan oknum tersebut atas dugaan penyebaran berita bohong dan pencemaran nama baik institusi Pemerintah Provintasi.<br>Menurut jurnalis, Tim Terpadu Pemprov Sumut diberikan tenggat waktu (deadline) selama 3 hari ini hingga Senin, 13 Juli 2026, pukul 08.00 WIB untuk memberikan jawaban tertulis via WhatsApp. Jika bungkam, pihak media menilai Tim Terpadu tidak kooperatif, tidak profesional, dan melepaskan hak jawabnya, sehingga laporan jurnalistik berantai akan dirilis berdasarkan data lapangan yang ada.<br>Menanggapi ini, sejumlah organisasi dan aktivitis lingkungan turut bereaksi keras atas kelambanan Pemprov Sumut dalam menyikapi keresahan sosial dan pro kontra pasca kedatangan Tim Terpadu ke Kotanopan.<br>"Kita minta Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution dan Tim Terpadu Pemprov lebih transparan dalam menyampaikan informasi ke publik Madina tentang polemik dan motif penertiban PETI Kotanopan. Atau jangan-jangan Tim hanya datang "gertak sambal" dan minta setoran" ujar Direktur Eksekutif The Green Madina Institute Ridwandi Nasution dan Ketua Presidium SIPLAH (Solidaritas Pemuda Peduli Lingkungan Hidup) Ahmad Rifai kepada pers.<br>Secara terpisah, Ketua PC IPA (Ikatan Pelajar Alwashliyah) Hanafi Lubis dan Ketua PC IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) Nuzul Ramadhan juga mendesak Pemprov Sumut untuk tidak membiarkan simpang siur informasi ini bergulir menjadi keresahan sosial yang akut di Kabupaten Mandailing Natal. "Kalau Tim Terpadu "diam" berarti ada sesuatu hal yang disembunyikan. Maka kami m<a href="https://www.matatelinga.com/tag/emas/" target="_blank">emas</a>tikan untuk "menggeruduk" Kantor Gubernur Sumut bersama ratusan massa untuk mempertanyakan kinerja Tim Terpadu dan menagih komitmen serta keseriusan Gubernur dalam pemberantasan PETI di Madina" tegas mereka.<br>(Tim)</p><p></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.matatelinga.com/uploads/images/2026/07/202cb962ac59075b964b07152d234b70_img20260710wa0053.jpg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.matatelinga.com/Berita-Sumut/190839/tuntut-transparansi-reklamasi-kotanopan-jurnalis-madina-layangkan-7-poin-konfirmasi-menohok-ke-tim-terpadu-pemprovsu/</link>
            <author><![CDATA[putra]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">SPMB Gelombang Pertama, SMK Swasta Pemda Labuhanbatu Jaring 296 Calon Siswa</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 21:00:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[SPMB Gelombang Pertama, SMK Swasta Pemda Labuhanbatu Jaring 296 Calon Siswa]]></title>
            <description><![CDATA[MATATELINGA, Rantauprapat  SMK S Pemda (Sekolah Menengah Kejuruan Swasta Pemerintah Daerah) Rantauprapat, Labuhanbatu, pada gelombang perta]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.matatelinga.com">MATATELINGA</a></b>, <b>Rantauprapat</b> : SMK S Pemda (Sekolah Menengah Kejuruan Swasta Pemerintah Daerah) Rantauprapat, Labuhanbatu, pada gelombang pertama SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru), yang berlangsung dari 1 Mei - 29 Juni 2026, berhasil menjaring calon <a href="https://www.matatelinga.com/tag/siswa/" target="_blank">siswa</a> sebanyak 296 calon <a href="https://www.matatelinga.com/tag/siswa/" target="_blank">siswa</a>.<br>Hal ini, disampaikan Kepala SMK S Pemda Rantauprapat, Ir Manot Ritonga, kepada media online https://matatelinga.com, di kantornya, Jumat (10/7/2026) siang.<br>Disebutkannya, pada tahun pelajaran 2027-2028, SMK S Pemda Rantauprapat, menetapkan 2 (dua) gelombang.<br></p><p><div>[adsense]</div><hr><br>"SPMB di SMK Swasta Pemda Rantauprapat, untuk tahun ini, dibuka dalam dua gelombang", ucap Manor Ritonga.<br>Jadwal pendaftaran tersebut katanya, yakni sebagai berikut: gelombang I, 1 Mei s.d. 29 Juni 2026. Kemudian gelombang II, 1 Juli s.d. 1 Agustus 2026 (dibuka pukul 08:00 - 12:00 WIB).<br>Menurut dia, dari dua gelombang <a href="https://www.matatelinga.com/tag/penerimaan/" target="_blank">penerimaan</a> murid <a href="https://www.matatelinga.com/tag/baru/" target="_blank">baru</a> tersebut, ditargetkan sebanyak 324 orang. "Diharapkan, hingga akhir masa pendaftaran, target tersebut dapat terpenuhi", tambahnya.<br>Manor Ritonga menjelaskan, di SMK Swasta Pemda Rantauprapat ini, ada 5 (lima) jurusan program pendidikan.<br>Lima jurusan tersebut, ujar Manor Ritonga, yakni : Teknik Kendaraan Ringan (TKR). Fokus pada perawatan dan perbaikan mobil. Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM). Mempelajari mekanik dan servis sepeda motor.<br>Kemudian, Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Pembelajaran seputar komputer, instalasi jaringan, dan administrasi sistem. Teknik Pemesinan. Keahlian yang mencakup teknik bubut, las, dan produksi manufaktur. Dengan moto : SMK Swasta Pemda Rantauprapat, Pabrik SDM Andalan yang Mencetak Teknisi.<br>Terakhir, jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL). Mempelajari instalasi sistem kelistrikan dan penerangan.<br>Diakhir keterangannya, Kepala SMK Pemda Swasta Rantauprapat, Ir Manor Ritonga, yang resmi dilantik sebagai Kepala Sekolah, pada April 2026 menyatakan, seluruh calon <a href="https://www.matatelinga.com/tag/siswa/" target="_blank">siswa</a> yang sudah terdaftar, akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) mulai 13 Juli 2026 mendatang.<br>Sedangkan target calon <a href="https://www.matatelinga.com/tag/siswa/" target="_blank">siswa</a>, dia berkeyakinan hingga berakhirnya masa pendaftaran SPMB, akan tercapai.</p><p><div>[adsense]</div></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.matatelinga.com/uploads/images/2026/07/07e1cd7dca89a1678042477183b7ac3f_thumbnail.jpeg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.matatelinga.com/Berita-Sumut/190838/spmb-gelombang-pertama-smk-swasta-pemda-labuhanbatu-jaring-296-calon-siswa/</link>
            <author><![CDATA[putra]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">RS Adam Malik Perkuat Layanan Paru dengan Alat EBUS untuk Diagnostik Penyakit</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 20:00:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[RS Adam Malik Perkuat Layanan Paru dengan Alat EBUS untuk Diagnostik Penyakit]]></title>
            <description><![CDATA[MATATELINGA, Medan  Rumah Sakit Umum Adam Malik terus memperkuat layanan kesehatan melalui pemanfaatan teknologi medis modern. Dimana salah]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.matatelinga.com">MATATELINGA</a></b>, <b>Medan</b> : <a href="https://www.matatelinga.com/tag/rumah/" target="_blank">Rumah</a> Sakit Umum Adam Malik terus memperkuat layanan kesehatan melalui pemanfaatan teknologi medis modern. Dimana salah satunya Endobronchial Ultrasound (EBUS), yang menggabungkan alat bronkoskopi dengan teknologi ultrasonografi (USG). Dengan teknologi baru tersebit, prosedur pencitraan diagnostik pada saluran pernapasan dan sekitarnya, termasuk paru-paru bisa dilakukan secara menyeluruh dan lebih detail.<br>Hal itu seperti yang dijelaskan, dokter spesialis paru RS Adam Malik, dr. Netty Yosefhin Damanik, Sp.P, FISR, EBUS merupakan teknologi bronkoskopi yang dilengkapi dengan ultrasound. Sehingga memungkinkan untuk melihat struktur saluran pernapasan secara lebih detail, sekaligus melakukan biopsi atau pengambilan sampel jaringan di lokasi yang lebih sulit. Dengan itu, proses diagnosis penyakit terkait saluran pernapasan dapat dilakukan dengan tingkat akurasi lebih dari 90 persen.</p><p><div>[adsense]</div><hr><div>[adsense]</div>&quot;Ini alat khusus yang berbeda dengan alat bronkoskopi biasa. Di ujung scope alat bronkoskopi ini ada ultrasound untuk mendeteksi pembesaran KGB (kelenjar getah bening) di balik dinding mukosa bronkus. Kemudian, juga dapat mendeteksi massa di balik dinding mukosa percabangan bronkus. Nilai dari akurasi alat ini di atas 90 persen menurut referensi, karena dapat membiopsi pembesaran KGB ataupun massa yang tidak terlihat di percabangan bronkus,&quot; terang dr. Netty.<br>Kehadiran alat kesehatan canggih ini pun menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas diagnosis dan penanganan berbagai penyakit paru dan saluran pernapasan, seperti pembesaran kelenjar getah bening dan tumor paru. Apalagi, alat kesehatan ini juga dilengkapi dengan USG Doppler yang mampu memberikan gambaran pembuluh darah secara tepat, sehingga dapat meminimalisir risiko terjadinya perdarahan saat melakukan tindakan medis pada pasien.<br>&quot;Di sini ada dilengkapi juga dengan USG Doppler untuk mendeteksi view (gambaran) dari pembuluh darah, sehingga potensi terjadinya perdarahaan atau bleeding sangat kecil. Karena kita tidak membiopsi secara blind (tanpa alat bantu), tapi kita dapat membiopsi target yang kita tuju, yaitu massa atau pembesaran KGB, tanpa mengenai pembuluh darah. Itulah makanya disebutkan bahwa tingkat keamanan dari terjadinya perdarahan atau bleeding sangat kecil,&quot; lanjut dr. Netty.<br>Dengan fungsi dan kemampuannya tersebut, EBUS ini pun dapat dimanfaatkan untuk menegakkan diagnosa yang lebih tepat pada pasien-pasien yang terindikasi mengalami tumor paru, dan juga tumor mediastinum atau pertumbuhan sel abnormal dalam rongga antara paru-paru. &quot;EBUS ini digunakan untuk pasien-pasien yang terdiagnosa secara CT-Scan atau pemeriksaan radiologi, (kemungkinan) tumor paru, tumor mediastinum,&quot; tambah dr. Netty.<br>Pemanfaatan EBUS ini diharapkan dapat mendukung penanganan berbagai penyakit sistem pernapasan dan paru secara lebih efektif, dengan prosedur minimal invasif atau tanpa operasi bedah terbuka. Inovasi layanan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dari RS Adam Malik dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.<br>Sebagai rumah <a href="https://www.matatelinga.com/tag/sakit/" target="_blank">sakit</a> rujukan utama di wilayah Sumatera bagian utara, RS Adam Malik terus menegaskan komitmen untuk menghadirkan layanan kesehatan yang modern, aman, dan berorientasi pada kebutuhan pasien, dengan dukungan teknologi medis terkini. Salah satunya adalah EBUS yang diketahui merupakan satu-satunya di Sumatera Utara. (Mtc/edi). -</p><p></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.matatelinga.com/uploads/images/2026/07/f899139df5e1059396431415e770c6dd_1-dokter-spesialis-paru-rs-adam-malik-dr-netty-yosefhin-damanik-spp-fisr-dengan-alat-endobronchial-ultrasound-ebus-untuk-diagnosis-penyakit-saluran-pernapasan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.matatelinga.com/Berita-Sumut/190837/rs-adam-malik-perkuat-layanan-paru-dengan-alat-ebus-untuk-diagnostik-penyakit/</link>
            <author><![CDATA[putra]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Diresmikan Presiden Prabowo, Bendungan Meninting Garapan Hutama Karya Jadi Pusat Peresmian Lima Bendungan Nasional</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 19:30:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Diresmikan Presiden Prabowo, Bendungan Meninting Garapan Hutama Karya Jadi Pusat Peresmian Lima Bendungan Nasional]]></title>
            <description><![CDATA[MATATELINGA, Lombok Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto didampingi Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meresmikan lima bendu]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.matatelinga.com">MATATELINGA</a>, Lombok :</b>Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto didampingi Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meresmikan lima bendungan yang telah rampung dibangun, dilaksanakan secara terpusat di <a href="https://www.matatelinga.com/tag/bendungan/" target="_blank">Bendungan</a> Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat (10/7). Dua dari lima bendungan yang diresmikan merupakan garapan PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya), yakni <a href="https://www.matatelinga.com/tag/bendungan/" target="_blank">Bendungan</a> Meninting di Kabupaten Lombok Barat, NTB, serta <a href="https://www.matatelinga.com/tag/bendungan/" target="_blank">Bendungan</a> Keureuto di Kabupaten Aceh Utara, Aceh. Peresmian ini menegaskan kontribusi perusahaan dalam mewujudkan Asta Cita, khususnya swasembada pangan, ketahanan air, dan ketahanan energi nasional.<br>Selain kedua bendungan tersebut, Presiden turut meresmikan <a href="https://www.matatelinga.com/tag/bendungan/" target="_blank">Bendungan</a> Jlantah di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah; <a href="https://www.matatelinga.com/tag/bendungan/" target="_blank">Bendungan</a> Sidan di Kabupaten Gianyar, Bali; serta <a href="https://www.matatelinga.com/tag/bendungan/" target="_blank">Bendungan</a> Rukoh di Kabupaten Pidie, Aceh. Kelima bendungan dibangun pada periode 2015&ndash;2025 dengan kapasitas tampung gabungan sebesar 371,23 juta m&sup3;. Secara keseluruhan, kelima bendungan mendukung layanan irigasi hingga 39.540 ha, penyediaan air baku sebesar 3,6 m&sup3; per detik, reduksi potensi banjir pada kawasan seluas 932 ha, serta potensi pengembangan energi melalui PLTA berkapasitas 9,635 MW dan PLTS terapung berkapasitas 345,94 MW.</p><p><div>[adsense]</div><hr><div>[adsense]</div>Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto bersyukur bendungan ini bisa diresmikannya, dan menegaskan dalam pemerintahan yang dipimpinnya, telah mencapai tonggak-tonggak bersejarah. Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia berhasil menurunkan harga pupuk dan surplus beras. &quot;Saya titip, Jaga bendungan-bendungan ini dengan baik. Kelola dengan profesional, rawat dengan baik. Pastikan bahwa air yang dibutuhkan petani, sampai ke petani,&quot; ujarnya<br>Peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirine. Turut mendampingi Presiden antara lain Menteri Pertanian, Amran Sulaiman; Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan; Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono; Mensesneg Prasetyo Hadi; Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya; Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal; dan Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini.<br>Menteri PU, Dody Hanggodo menyampaikan bahwa air yang tertampung wajib sampai ke sawah. &quot;Air yang tertampung di bendungan wajib menjadi air irigasi bagi sawah, sesuai arahan Bapak kepada kami sejak di Magelang dahulu. Selain menjadi air baku bagi masyarakat, bendungan juga dapat dikembangkan sebagai sumber energi serta memberikan perlindungan terhadap kawasan dari ancaman banjir,&quot; ujarnya.<br><a href="https://www.matatelinga.com/tag/bendungan/" target="_blank">Bendungan</a> Meninting merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) milik Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I Mataram yang dikerjakan dalam dua paket sejak akhir 2018, dengan nilai proyek keseluruhan Rp1,473 triliun. Hutama Karya menggarap Paket I senilai Rp902 miliar melalui Kerja Sama Operasi (KSO) Hutama&ndash;Bangunnusa bersama PT Bahagia Bangunnusa (porsi Hutama Karya 80%), meliputi pembangunan tubuh bendungan utama, bangunan fasilitas, jalan akses kiri dan kanan, hingga lanskap serta jembatan desa yang terintegrasi dengan lingkungan sosial masyarakat. Adapun Paket II dikerjakan oleh KSO Nindya Karya&ndash;SAC Nusantara. <a href="https://www.matatelinga.com/tag/bendungan/" target="_blank">Bendungan</a> Meninting menjadi bendungan kelima yang dibangun Hutama Karya di Provinsi NTB.<br>Berdiri di antara Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunungsari dan Desa Dasan Geria, Kecamatan Lingsar, bendungan tipe urugan tanah dengan inti tegak ini memiliki tinggi 74 meter, panjang puncak 418 meter, dan lebar puncak 15 meter, dengan kapasitas tampung total 12,18 juta m&sup3; serta luas genangan 46,16 ha. Proses pengisian awal waduk (impounding) telah dimulai sejak 29 Juni 2025. Ke depan, <a href="https://www.matatelinga.com/tag/bendungan/" target="_blank">Bendungan</a> Meninting akan melayani irigasi seluas 1.559,29 ha yang menjangkau lebih dari 3.200 petani, menyediakan air baku 0,15 m&sup3; per detik bagi Kabupaten Lombok Barat bagian utara termasuk kawasan wisata Senggigi, mendukung pembangkit listrik tenaga air berkapasitas 0,80 MW dan potensi PLTS terapung 9,23 MW, serta mereduksi risiko banjir pada kawasan seluas 59 ha di Kecamatan Gunung Sari, Lingsar, Batu Layar, hingga Ampenan. Manfaat bendungan ini menjangkau lima kecamatan di Lombok Barat hingga Kota Mataram.<br>Turut hadir dalam kegiatan ini, Direktur Operasi I Hutama Karya, Gunadi; Executive Vice President (EVP) Infrastruktur I Hutama Karya, Arif Rahman; dan Kepala Proyek <a href="https://www.matatelinga.com/tag/bendungan/" target="_blank">Bendungan</a> Meninting, I Gusti Ngurah Ketut Udara.<br>Dalam pembangunan <a href="https://www.matatelinga.com/tag/bendungan/" target="_blank">Bendungan</a> Meninting menghadapi tantangan kondisi geologi dan cuaca yang dinamis, sehingga perusahaan mengedepankan digitalisasi konstruksi sejak tahap perencanaan. &quot;Kami menerapkan Building Information Modelling (BIM) yang terintegrasi dengan digital survey dan fotogrametri, dashboard Project Management Information System (PMIS), serta CCTV proyek yang saling terkoneksi. Pendekatan ini menjaga presisi, mutu, dan keselamatan konstruksi, sekaligus mengantarkan proyek meraih penghargaan Top Entry in Country pada Autodesk ASEAN Innovation Awards 2023,&quot; terang Direktur Operasi I Hutama Karya, Gunadi.<br>Lebih lanjut, Gunadi menyampaikan bahwa kepercayaan mengerjakan dua dari lima bendungan yang diresmikan hari ini merupakan kebanggaan sekaligus amanah bagi perusahaan. &quot;Kami sadar air adalah kunci produktivitas pertanian. Ketika bendungan berfungsi optimal dan airnya mengalir sampai ke sawah, di situlah nilai sesungguhnya infrastruktur ini bagi petani dan masyarakat,&quot; ujarnya.<br>Di lapangan, Hutama Karya mencatatkan pembangunan bendungan memberikan multiplier effect dengan menggerakkan ekonomi dan wisata. Contohnya, kedua proyek ini melibatkan lebih dari 475 tenaga kerja yang mayoritas merupakan putra-putri NTB dan Aceh. Kehadiran proyek juga diiringi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), mulai dari penanaman 5.000 pohon dan penghijauan kawasan, pembangunan jembatan desa dan akses jalan warga, pembangunan masjid di Dusun Murpeji dan Batu Kemalik, hingga penambahan ruang kelas sekolah dasar.<br>Dengan diresmikannya <a href="https://www.matatelinga.com/tag/bendungan/" target="_blank">Bendungan</a> Meninting dan <a href="https://www.matatelinga.com/tag/bendungan/" target="_blank">Bendungan</a> Keureuto, Hutama Karya memperkuat rekam jejak di sektor sumber daya air setelah sebelumnya merampungkan sejumlah bendungan di berbagai wilayah Indonesia, antara lain <a href="https://www.matatelinga.com/tag/bendungan/" target="_blank">Bendungan</a> Bintang Bano di NTB dan <a href="https://www.matatelinga.com/tag/bendungan/" target="_blank">Bendungan</a> Ameroro di Sulawesi Tenggara. Hutama Karya berkomitmen terus menghadirkan infrastruktur sumber daya air yang berkualitas dan berkelanjutan guna mendukung terwujudnya swasembada pangan, ketahanan air, ketahanan energi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.</p><p></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.matatelinga.com/uploads/images/2026/07/7e7757b1e12abcb736ab9a754ffb617a_img20260710wa0058.jpg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.matatelinga.com/Nasional/190840/diresmikan-presiden-prabowo-bendungan-meninting-garapan-hutama-karya-jadi-pusat-peresmian-lima-bendungan-nasional/</link>
            <author><![CDATA[putra]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Rico Waas Dukung Peringatan Hari Anak di CFD, Ingatkan Pentingnya Ruang Bermain yang Aman</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 19:10:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Rico Waas Dukung Peringatan Hari Anak di CFD, Ingatkan Pentingnya Ruang Bermain yang Aman]]></title>
            <description><![CDATA[MATATELINGA,Medan  Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyambut baik rencana penyelenggaraan Peringatan Hari Anak yang akan digelar L]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.matatelinga.com">MATATELINGA</a>,Medan</b> : Wali Kota Medan <a href="https://www.matatelinga.com/tag/rico/" target="_blank">Rico</a> Tri Putra Bayu Waas menyambut baik rencana penyelenggaraan Peringatan Hari Anak yang akan digelar Lion Club pada 26 Juli 2026 di kawasan Lapangan Merdeka, bertepatan dengan pelaksanaan Car Free Day (CFD). Menurutnya, kegiatan yang berpusat pada anak-anak perlu terus diperbanyak sebagai upaya membangun kepedulian masyarakat terhadap tumbuh kembang generasi muda.<br>Hal itu disampaikan <a href="https://www.matatelinga.com/tag/rico/" target="_blank">Rico</a> Waas saat menerima audiensi pengurus Lion Club di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Jumat (10/7/2026). Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Jones Tjiunardi dan Ika R. Dewi bersama jajaran pengurus Lion Club.</p><p><div>[adsense]</div><hr><div>[adsense]</div><a href="https://www.matatelinga.com/tag/rico/" target="_blank">Rico</a> Waas menilai, anak-anak merupakan aset masa depan yang membutuhkan perhatian lebih dari seluruh elemen masyarakat. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, menurutnya, tantangan dalam pola pengasuhan juga semakin besar sehingga diperlukan lebih banyak ruang yang mendorong interaksi langsung antara anak dan lingkungan sekitarnya.<br>"Anak-anak itu menyenangkan. Namun terkadang kesadaran kita terhadap kebutuhan anak masih lemah. Mereka sekarang lebih banyak disuguhi tontonan dan gadget. Karena itu, ruang bermain yang aman dan sehat harus terus kita perjuangkan," katanya.<br>Ia menambahkan, kemajuan teknologi membawa banyak manfaat, tetapi juga memengaruhi pola pendidikan dan pengasuhan anak. Karena itu, kegiatan yang menghadirkan ruang interaksi, edukasi, sekaligus hiburan dinilai sangat penting.<br>"Kegiatan seperti ini sangat baik karena memberikan porsi yang tepat bagi anak-anak untuk bermain, belajar, dan berinteraksi. Hal-hal seperti ini perlu terus didukung," ujarnya.<br>Sebagai bentuk dukungan, <a href="https://www.matatelinga.com/tag/rico/" target="_blank">Rico</a> Waad mengatakan Pemko Medan akan berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut. Pemko Medan, katanya, akan menghadirkan mobil pemadam kebakaran sebagai wahana edukasi bagi anak-anak, sekaligus mengajak mereka mengunjungi fasilitas Integrated Traffic Control (ITC) agar lebih mengenal layanan dan teknologi yang dimiliki pemerintah dalam mengelola lalu lintas kota.<br>Peringatan Hari Anak yang digelar Lion Club itu dipusatkan di kawasan Lapangan Merdeka bersamaan dengan Car Free Day agar lebih mudah menjangkau masyarakat. Kegiatan ditargetkan diikuti sekitar 1.000 anak dengan menghadirkan berbagai layanan, seperti pemeriksaan kesehatan, konsultasi gizi, penyuluhan pencegahan kekerasan terhadap anak, serta pembagian makanan dan susu gratis.</p><p></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.matatelinga.com/uploads/images/2026/07/b73ce398c39f506af761d2277d853a92_img20260710wa0052.jpg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.matatelinga.com/Lifestyle/190836/rico-waas-dukung-peringatan-hari-anak-di-cfd-ingatkan-pentingnya-ruang-bermain-yang-aman/</link>
            <author><![CDATA[putra]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Polrestabes Medan Ungkap Rumah Kos Jadi Gudang Pod Getar, 2 Warga Aceh Ditangkap</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 17:30:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Polrestabes Medan Ungkap Rumah Kos Jadi Gudang Pod Getar, 2 Warga Aceh Ditangkap]]></title>
            <description><![CDATA[MATATELINGA, Medan Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan kembali mengungkap kasus narkoba jenis pod getar setelah menggerebek rumah kos ]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.matatelinga.com">MATATELINGA</a>, Medan :</b>Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan kembali mengungkap kasus narkoba jenis pod getar setelah menggerebek rumah kos di Jalan Pasundan, Kecamatan Medan Petisah, Kamis (9/7/26).<br>Polisi menyita barang bukti sebanyak 680 vape narkoba berbagai merk asal Malaysia dan meringkus dua pria warga Aceh, yakni inisial MY (35) dan MI (28).<br>Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, Jumat (10/7/2026) menjelaskan, awalnya kedua tersangka di<a href="https://www.matatelinga.com/tag/tangkap/" target="_blank">tangkap</a> di warung kopi kawasan Jalan Wahidin, Medan, dengan dengan barang bukti 30 vape narkoba.</p><p><div>[adsense]</div><hr><div>[adsense]</div>Petugas kemudian melakukan pengembangan ke rumah kos keduanya.<br>"Dari pengeledahan di kamar kos keduanya ditemukan lebih dari 600 vape narkoba,&quot; jelas AKBP Rafli Yusuf Nugraha.<br>Barang bukti vape narkoba itu disimpan pelaku dalam tas ransel dan disembunyikan di bawah tempat tidur.<br>Rafli menyatakan, pihaknya sedang mengejar pemasok narkoba kepada kedua pelaku, yang identitasnya sudah diketahui.<br>"Kami pastikan pemasok narkoba kepada kedua pelaku akan terus kami kejar sampai kapan pun," tegasnya</p><p></p><p><div>[adsense]</div>
			<blockquote>
      		<div class="clear pd5"></div>
      		<b>Baca Juga:</b>
      		<ul>
      		<li>
      		<a href="https://www.matatelinga.com/Berita-Sumut/190834/polsek-medan-area-amankan-2-jambret-sempat-dihajar-massa/">Polsek Medan Area Amankan 2 Jambret, Sempat Dihajar Massa</a>
      		</li>
      		</ul>
	      	</blockquote>
	      	<div class="clear pd5"></div></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.matatelinga.com/uploads/images/2026/07/8f85517967795eeef66c225f7883bdcb_img20260710wa0040.jpg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.matatelinga.com/Berita-Sumut/190835/polrestabes-medan-ungkap-rumah-kos-jadi-gudang-pod-getar-2-warga-aceh-ditangkap/</link>
            <author><![CDATA[putra]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Polsek Medan Area Amankan 2 Jambret, Sempat Dihajar Massa</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 16:57:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Polsek Medan Area Amankan 2 Jambret, Sempat Dihajar Massa]]></title>
            <description><![CDATA[MATATELINGA, Medan Polsek Medan Area mengamankan dua pelaku jambret yang sempat dihajar massa, Kamis (9/7/2026) malam.Keduanya beraksi di J]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.matatelinga.com">MATATELINGA</a>, Medan :</b>Polsek Medan Area mengamankan dua pelaku jambret yang sempat dihajar massa, Kamis (9/7/2026) malam.<br>Keduanya beraksi di Jalan Jermal IV, Kecamatan Medan Denai dan sempat kabur hingga akhirnya ter<a href="https://www.matatelinga.com/tag/tangkap/" target="_blank">tangkap</a> di Jalan Bromo Medan Denai<br><a href="https://www.matatelinga.com/tag/tersangka/" target="_blank">Tersangka</a> adalah, Sukriadi alias Badak (31), warga Dusun Kenanga Gang Langgar dan M Fauzi Padilah (21), warga Jalan Datuk Kabu, Pasar III Tembung.</p><p><div>[adsense]</div><hr><div>[adsense]</div>"Kedua tersangka merampas handphone (HP) milik korban yang diletakkan di dashboard sepeda motor," terang Ka<a href="https://www.matatelinga.com/tag/polsek/" target="_blank">polsek</a> Medan Area, AKP M Ainul Yaqin, Jumat (10/7/2026).<br>Awalnya, kata Yaqin, korban Rani Puspita (20), warga Jalan Panglima Denai menaiki sepeda motor bersama temannya Desi (44) hendak ke rumah neneknya, tak jauh dari kediamannya.<br>Sampai di Jalan Jermal IV, korban dipepet dua pria naik sepeda motor Honda Beat putih dan HP miliknya yang diletakkan di dashboard langsung dirampas.<br>Kedua tersangka kemudian kabur. Namun, korban berteriak sambil melakukan pengejaran dan akhirnya tersangka berhasil dihentikan warga di Jalan Bromo, Medan.<br>Selanjutnya, kedua tersangka berikut barang bukti 1 unit HP Oppo A 38 milik korban, 1 HP Oppo RENO 4 milik tersangka M Fauji, dan 1 unit sepeda motor Honda nomor polisi BK 2811 AIE, milik M Fauji.<br>"Kedua tersangka mengakui perbuatannya. <a href="https://www.matatelinga.com/tag/tersangka/" target="_blank">Tersangka</a> Sukriadi berperan sebagai eksekutor," pungkas Ka<a href="https://www.matatelinga.com/tag/polsek/" target="_blank">polsek</a> Medan Area, AKP M Ainul Yaqin.</p><p></p><p><div>[adsense]</div>
			<blockquote>
      		<div class="clear pd5"></div>
      		<b>Baca Juga:</b>
      		<ul>
      		<li>
      		<a href="https://www.matatelinga.com/Berita-Sumut/190820/habis-begal-wanita-polisi-jeput-dua-pelaku-bersenjata-tajam/">Habis Begal Wanita, Polisi Jeput Dua Pelaku Bersenjata Tajam</a>
      		</li>
      		</ul>
	      	</blockquote>
	      	<div class="clear pd5"></div></p><p></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.matatelinga.com/uploads/images/2026/07/7ef605fc8dba5425d6965fbd4c8fbe1f_img20260710wa0037.jpg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.matatelinga.com/Berita-Sumut/190834/polsek-medan-area-amankan-2-jambret-sempat-dihajar-massa/</link>
            <author><![CDATA[putra]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kios Pedagang Pasar Bakaran Batu Terbakar</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 15:59:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kios Pedagang Pasar Bakaran Batu Terbakar]]></title>
            <description><![CDATA[MATATELINGA, Deliserdang Kebakaran menghanguskan satu unit kios pedagang di Gang Bidan Pasar Tradisional Bakaran Batu, Kecamatan Lubuk Paka]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.matatelinga.com">MATATELINGA</a>, Deliserdang :</b>Kebakaran menghanguskan satu unit kios pedagang di Gang Bidan <a href="https://www.matatelinga.com/tag/pasar/" target="_blank">Pasar</a> Tradisional Bakaran Batu, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Jum&#039;at dini hari, 10/7/2026.<br>Tidak ada korban jiwa dan luka dalam peristiwa itu, namun kerugian ditaksir jutaan rupiah. Sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.<br>Informasi dihimpun, kebakaran awalnya diketahui oleh penjaga malam pasar tradisional yang melihat asap mengepul dari salah satu kios, api lalu membesar dan saksi menghubungi petugas Damkar Deli Serdang.</p><p><div>[adsense]</div><hr><div>[adsense]</div>Tak berapa lama satu regu petugas <a href="https://www.matatelinga.com/tag/damkar/" target="_blank">damkar</a> dipimpin langsung Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Deli Serdang, Khairul Azman tiba dan langsung melakukan pemadaman serta pendinginan kios yang <a href="https://www.matatelinga.com/tag/terbakar/" target="_blank">terbakar</a> agar tak menjalar ke bagian kios yang lain.<br>Data dihimpun kios yang <a href="https://www.matatelinga.com/tag/terbakar/" target="_blank">terbakar</a> milik Rendi (60), yang disewakan kepada pedagang minyak Karo.<br>" pemadaman berhasil dilakukan hingga tak menjalar ke kios yang lain. Untuk korban luka tidak ada dan penyebab kebakaran juga dalam penyelidikan," ujar Kepala Damkar Khairul Azman.(</p><p></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.matatelinga.com/uploads/images/2026/07/a8f15eda80c50adb0e71943adc8015cf_img20260710wa0015.jpg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.matatelinga.com/Berita-Sumut/190833/kios-pedagang-pasar-bakaran-batu-terbakar/</link>
            <author><![CDATA[putra]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Aksi Tanam Pohon bersama Pelindo</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 14:16:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Aksi Tanam Pohon bersama Pelindo]]></title>
            <description><![CDATA[MATATELINGA, Belawan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 melaksanakan penanaman 2.500 pohon di kawasan Belawan dalam rangka memperi]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.matatelinga.com">MATATELINGA</a>, Belawan :</b>PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 melaksanakan penanaman 2.500 <a href="https://www.matatelinga.com/tag/pohon/" target="_blank">pohon</a> di kawasan Belawan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penghijauan kawasan pesisir sekaligus mendorong kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan.<br>Kegiatan diawali dengan seremoni penanaman <a href="https://www.matatelinga.com/tag/pohon/" target="_blank">pohon</a> secara simbolis yang dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kota Medan, Kodaeral I, KSOP Utama Belawan, TNI AD, Kepolisian, Bea dan Cukai, Imigrasi, Pemerintah Kecamatan Belawan, para lurah, tokoh masyarakat, serta para pemangku kepentingan lainnya.</p><p><div>[adsense]</div><hr><div>[adsense]</div>Executive General Manager Pelindo Regional 1 Cabang Belawan, Yusrizal, menyampaikan bahwa penanaman <a href="https://www.matatelinga.com/tag/pohon/" target="_blank">pohon</a> merupakan salah satu upaya yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan apabila dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan berbagai pihak.<br>"Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus mendorong kepedulian bersama dalam menjaga kelestarian kawasan Belawan," ujar Yusrizal.<br>Sebanyak 2.500 <a href="https://www.matatelinga.com/tag/pohon/" target="_blank">pohon</a> akan ditanam di sejumlah titik di kawasan Belawan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026.</p><p></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.matatelinga.com/uploads/images/2026/07/da4fb5c6e93e74d3df8527599fa62642_img20260709wa03531078855331133132498400x225.jpg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.matatelinga.com/Lifestyle/190832/aksi-tanam-pohon-bersama-pelindo/</link>
            <author><![CDATA[putra]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Wali Kota Wesly Bersama Tokoh Agama Sambut Tim Peneliti SETARA di Rumdis</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 13:38:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Wali Kota Wesly Bersama Tokoh Agama Sambut Tim Peneliti SETARA di Rumdis]]></title>
            <description><![CDATA[MATATELINGA,Pematangsiantar  Wali Kota Wesly Silalahi SH MKn bersama sejumlah tokoh agama menerima kunjungan tim peneliti dari SETARA Insti]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.matatelinga.com">MATATELINGA</a>,Pematangsiantar</b> : Wali Kota <a href="https://www.matatelinga.com/tag/wesly/" target="_blank">Wesly</a> Silalahi SH MKn bersama sejumlah tokoh agama menerima kunjungan tim peneliti dari SETARA Institute, di rumah dinas Wali Kota Pematangsiantar, Jalan MH Sitorus Kelurahan Teladan Kecamatan Siantar Barat, Kamis (09/07/2026) siang.<br>SETARA Institute adalah lembaga riset dan advokasi kebijakan yang bertujuan mewujudkan masyarakat <a href="https://www.matatelinga.com/tag/setara/" target="_blank">setara</a>, plural, dan bermartabat dalam tata sosial politik demokratis.<br>Wali Kota <a href="https://www.matatelinga.com/tag/wesly/" target="_blank">Wesly</a> mengatakan, Pemko Pematangsiantar memandang Indeks Kota Toleran (IKT) bukan semata-mata sebuah penilaian atau pemeringkatan dan menjadi instrument evaluasi yang penting untuk mengukur sejauh mana kebijakan, tata Kelola pemerintahan, serta kehidupan sosial masyarakat mampu menciptakan ruang yang inklusif dan bebas dari diskriminasi.</p><p><div>[adsense]</div><hr><div>[adsense]</div>&quot;Kami berharap hasil penelitian dapat memberikan masukan, rekomendasi, dan perspektif yang konstruktif bagi Pemerintah Kota Pematangsiantar dalam memperkuat kebijakan, program, dan strategi pembangunan yang berorientasi pada penguatan toleransi, kerukunan, dan perlindungan hak-hak seluruh masyarakat,&quot; kata <a href="https://www.matatelinga.com/tag/wesly/" target="_blank">Wesly</a>.<br>Masih kata <a href="https://www.matatelinga.com/tag/wesly/" target="_blank">Wesly</a>, dalam penilaian IKT Tahun 2025, Kota Pematangsiantar berada pada peringkat empat secara nasional. Sebelumnya tahun 2024 berada di peringkat lima.<br><a href="https://www.matatelinga.com/tag/wesly/" target="_blank">Wesly</a> menamabahkan, rancangan peraturan daerah (ranperda) tentang penyelanggaraan toleransi kehidupan bermasyarakat telah diajukan pemerintah daerah ke Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Pematangsiantar.<br>&#039;Kami berharap tahun ini peraturan daerah dapat di-undangkan. Kemudian kita juga mendorong OPD teknis untuk membuat kegiatan yang mendorong kemajuan toleransi,&quot; terang <a href="https://www.matatelinga.com/tag/wesly/" target="_blank">Wesly</a>.<br>Menurut <a href="https://www.matatelinga.com/tag/wesly/" target="_blank">Wesly</a>, pencapaian tersebut bukan hanya kerja pemerintah daerah. Namun hasil kolaborasi semua pihak di daerah, baik itu elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, Forum Kerukunan Umat Beragama, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan yang selama ini terus menjaga harmoni sosial dan menjadi teladan dalam merawat keberagaman di Kota Pematangsiantar.<br>Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pematangsiantar Drs HM Ali Lubis menerangkan, FKUB di Pematangsiantar sangat berwarna dan lengkap. &quot;Setelah menjadi Ketua FKUB, maka saya pernah satu kamar hotel dengan pendeta,&quot; katanya.<br>Menurut Ali, di Kota Pematangsiantar tidak ada konflik agama. "Apalagi, kegiatan FKUB tidak pernah ditolak oleh wali kota. Termasuk berkunjung ke rumah-rumah ibadah,&quot; sebut Ali, yang sudah empat periode menjabat Ketua FKUB Kota Pematangsiantar.<br>Tim Peneliti SETARA Institute, Sayyidatul Insiyah bersama Okki Kawasa, pihaknya datang ke Kota Pematangsiantar dan secara khusus ingin beraudiensi dengan Wali Kota <a href="https://www.matatelinga.com/tag/wesly/" target="_blank">Wesly</a> Silalahi. &quot;Ingin ingin melihat dampak research kami sejauh mana di Kota Pemaangsiantar, termasuk dalam pembangunan ekonomi,&quot; terangnya.<br>Sayyidatul berharap bisa diskusi lebih mendalam tentang dampak IKT. "Terima kasih kepada Bapak Wali Kota yang sudah menerima kami,&quot; sebutnya.(sip)</p><p></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.matatelinga.com/uploads/images/2026/07/8f53295a73878494e9bc8dd6c3c7104f_img20260710wa0030.jpg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.matatelinga.com/Berita-Sumut/190831/wali-kota-wesly-bersama-tokoh-agama-sambut-tim-peneliti-setara-di-rumdis/</link>
            <author><![CDATA[putra]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Hadiri PRSU ke 50, Wesly ; Keberagaman Modal Kuat Bangun Daerah Maju</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 12:21:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Hadiri PRSU ke 50, Wesly ; Keberagaman Modal Kuat Bangun Daerah Maju]]></title>
            <description><![CDATA[MATATELINGA,,Pematangsiantar  Kota Pematangsiantar memiliki keberagaman seni, budaya, kuliner, serta kreativitas masyarakat yang menjadi id]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.matatelinga.com">MATATELINGA</a>,,Pematangsiantar</b> : Kota Pematangsiantar memiliki keberagaman seni, budaya, kuliner, serta kreativitas masyarakat yang menjadi identitas. Keberagaman ini menjadi kekuatan yang harus dirawat sebagai modal membangun daerah yang maju, harmonis, dan berdaya saing.<br>Penuturan itu disampaikan Wali Kota Wesly Silalahi SH MKn pada acara Pagelaran Seni dan Budaya Kota Pematangsiantar di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 Tahun 2026, di Komplek PRSU, Jalan Jenderal Gatot Subroto Kota Medan, Rabu (08/07/2026) malam.</p><p><div>[adsense]</div><hr><div>[adsense]</div>Sebelumnya, Wesly berkunjung ke Paviliun Kota Pematangsiantar yang berada di komplek PRSU. Di paviliun tersebut, ditampilkan produk ikonik Kota Pematangsiantar yang cocok untuk wisata keluarga.<br>Wesly menilai PRSU bukan sekadar pameran dan hiburan, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat persaudaraan, memperkokoh budaya, mendorong promosi pariwisata, serta membuka peluang investasi dan pembangunan ekonomi kreatif.<br>Melalui pagelaran tersebut, lanjutnya, Kota Pematangsiantar ingin memperkenalkan keberagaman seni, budaya, kuliner, serta kreativitas masyarakat yang menjadi identitas.<br>"Keberagaman ini menjadi kekuatan yang harus kita rawat, sebagai modal membangun daerah yang maju, harmonis, dan berdaya saing," sebut Wesly.<br>Ia berharap penampilan para seniman dapat menjadi duta budaya yang memperkenalkan wajah Kota Pematangsiantar, kepada masyarakat Sumut, maupun para pengunjung dari berbagai daerah.<br>Wesly juga mengajak seluruh masyarakat Kota Pematangsiantar untuk melestarikan dan mengembangkan budaya lokal, agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.<br>Secara khusus, Wesly juga berterima kasih kepada kontingen kota Pematangsiantar atas dedikasi dan kerja keras dalam mempersiapkan kegiatan tersebut. "Tampilkan yang terbaik dengan penuh semangat, percaya diri, dan tetap menjunjung tinggi serta persaudaraan," tutup Wesly.<br>Pagelaran Seni dan Budaya Kota Pematangsiantar penampilan tarian Sanggar Himapsi, Sanggar PT STTC, Siantar Zoo, dan sejumlah band asal Kota Pematangsiantar dan dimeriahkan dengan lucky draw.(sip)</p><p></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.matatelinga.com/uploads/images/2026/07/0336dcbab05b9d5ad24f4333c7658a0e_img20260710wa0020.jpg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.matatelinga.com/Berita-Sumut/190830/hadiri-prsu-ke-50-wesly-keberagaman-modal-kuat-bangun-daerah-maju/</link>
            <author><![CDATA[putra]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Rumah Terbakar di Jalan Makmur, 2 Luka Bakar</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 12:00:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Rumah Terbakar di Jalan Makmur, 2 Luka Bakar]]></title>
            <description><![CDATA[MATATELINGA, Medan Satu unit rumah permanen di Jalan Makmur Lingkungan VII, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat terbakar, Jumat (10/7]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.matatelinga.com">MATATELINGA</a>, Medan :</b>Satu unit rumah permanen di Jalan Makmur Lingkungan VII, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat ter<a href="https://www.matatelinga.com/tag/bakar/" target="_blank">bakar</a>, Jumat (10/7/2026) pagi.<br>Peristiwa itu mengakibatkan dua orang penghuni mengalami luka <a href="https://www.matatelinga.com/tag/bakar/" target="_blank">bakar</a> dan harus mendapatkan perawatan medis.<br>Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, ke<a href="https://www.matatelinga.com/tag/bakar/" target="_blank">bakar</a>an terjadi sekitar pukul 06.50 WIB.</p><p><div>[adsense]</div><hr><div>[adsense]</div>Api melalap satu unit rumah permanen dengan tingkat kerusakan diperkirakan mencapai sekitar 90 persen.<br>Dua korban yang mengalami luka <a href="https://www.matatelinga.com/tag/bakar/" target="_blank">bakar</a> diketahui bernama Munarsyah dan Helimah. Keduanya langsung dievakuasi ke <a href="https://www.matatelinga.com/tag/rumah/" target="_blank">Rumah</a> Sakit Royal Prima untuk mendapatkan penanganan medis.<br>Koordinator Pusdalops-PB BPBD Kota Medan, Anwar Fakhrizal Nasution mengatakan, petugas gabungan segera bergerak ke lokasi setelah menerima laporan ke<a href="https://www.matatelinga.com/tag/bakar/" target="_blank">bakar</a>an.<br>"Objek yang ter<a href="https://www.matatelinga.com/tag/bakar/" target="_blank">bakar</a> merupakan satu unit rumah permanen dengan persentase kerusakan sekitar 90 persen. Dua orang mengalami luka <a href="https://www.matatelinga.com/tag/bakar/" target="_blank">bakar</a> dan telah dibawa ke <a href="https://www.matatelinga.com/tag/rumah/" target="_blank">Rumah</a> Sakit Royal Prima untuk mendapatkan perawatan," ujar Anwar Fakhrizal Nasution.<br>Ia menambahkan, personel Dinas Pemadam Ke<a href="https://www.matatelinga.com/tag/bakar/" target="_blank">bakar</a>an dan Penyelamatan Kota Medan berhasil mengendalikan kobaran api sehingga tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi. Api dinyatakan berhasil dipadamkan sekitar pukul 08.00 WIB.<br>Sementara itu, penyebab ke<a href="https://www.matatelinga.com/tag/bakar/" target="_blank">bakar</a>an hingga kini masih dalam penyelidikan pihak berwenang.</p><p></p><p><div>[adsense]</div>
			<blockquote>
      		<div class="clear pd5"></div>
      		<b>Baca Juga:</b>
      		<ul>
      		<li>
      		<a href="https://www.matatelinga.com/Internasional/190822/sebanyak-28-warga-china-tewas-ini-penyebabnya/">Sebanyak 28 Warga China Tewas , Ini Penyebabnya</a>
      		</li>
      		</ul>
	      	</blockquote>
	      	<div class="clear pd5"></div></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.matatelinga.com/uploads/images/2026/07/2b44928ae11fb9384c4cf38708677c48_img20260710wa0017.jpg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.matatelinga.com/Berita-Sumut/190828/rumah-terbakar-di-jalan-makmur-2-luka-bakar/</link>
            <author><![CDATA[putra]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kelangkaan BBM Lumpuhkan Pelayanan SPBU di Sumut, Pertamina Diminta Bertanggung Jawab</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 11:30:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kelangkaan BBM Lumpuhkan Pelayanan SPBU di Sumut, Pertamina Diminta Bertanggung Jawab]]></title>
            <description><![CDATA[MATATELINGA,Medan  Kelangkaan hampir seluruh jenis BBM Pertamina kembali terjadi di berbagai wilayah Sumatera Utara. Situasi tersebut melip]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.matatelinga.com">MATATELINGA</a>,</b>Medan : Kelangkaan hampir seluruh jenis BBM Pertamina kembali terjadi di berbagai wilayah Sumatera Utara. Situasi tersebut meliputi Kota Medan, Deliserdang, Binjai, Langkat, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Asahan, Batu Bara, hingga Tanjung Balai.<br>Kondisi ini bukan lagi sekadar keterlambatan distribusi, tetapi telah mengganggu pelayanan publik, aktivitas ekonomi, dan operasional ratusan SPBU. Masyarakat kembali dipaksa mengantre panjang hanya untuk mendapatkan BBM, sementara banyak SPBU tidak dapat melayani konsumen karena stok belum tiba.<br>Salah satu kondisi tersebut terlihat pada SPBU 14.201.106 Jalan AH. Nasution, Medan, pada Jumat (10/7/2026) pukul 07.37 WIB. Terlihat papan pemberitahuan Pertalite, Biosolar, Pertamax, dan Pertamina Dex &quot;Dalam Perjalanan&quot;, yang menunjukkan pasokan belum tersedia di SPBU, begitu juga jalan Lintas Langkat - Banda Aceh lumpuh total.<br>Anto, warga Medan Johor menuturkan, ia sudah mendatangi sejumlah SPBU di Medan, tapi rata-rata pihak pengelola mengaku kehabisan stok atau lagi dalam perjalanan.<br>"Besar sekali efeknya kalau terjadi kelangkaan seperti ini. Aktivitas masyarakat pun jadi terhambat," keluhnya.<br>Ia juga menyesalkan sikap Pertamina sebagai perusahaan yang mengurusi penyediaan BBM di tanah air yang terkesan tidak peka dengan kondisi ini.<br>"Masyarakat sudah diberatkan dengan harga BBM yang tinggi, sekarang dihadapkan lagi dengan kelangkaan. Kan kacau. Sudah hampir 81 tahun kita merdeka, tapi permasalahan klasik seperti ini terus saja berulang," ucapnya.<br>Ironisnya, meskipun berbagai pihak telah meminta adanya perbaikan sistem distribusi BBM di Sumatera Utara, tapi hal itu belum juga terealisasi.<br>Selain masyarakat, para pengusaha SPBU turut mempertanyakan mengapa gangguan distribusi masih terus terjadi tanpa solusi yang mampu mencegah kejadian berulang.<br>Pada gangguan distribusi sebelumnya, Pertamina pernah menyampaikan bahwa faktor cuaca menjadi penyebab terhambatnya distribusi.<br>Dampak yang ditimbulkan sangat besar:<br>* Antrean kendaraan mengular hingga keluar area SPBU dan menyebabkan kemacetan panjang.* Aktivitas masyarakat terganggu karena waktu habis untuk mengantre BBM.* Pengusaha SPBU mengalami kerugian karena tidak dapat melakukan penjualan, sementara biaya operasional seperti gaji karyawan, listrik, keamanan, dan biaya lainnya tetap berjalan.* Banyak Delivery Order (DO) yang belum terealisasi sehingga stok di SPBU kosong berjam-jam bahkan lebih lama.<br>Para pengusaha SPBU juga meminta Pertamina Patra Niaga menjelaskan secara terbuka penyebab terganggunya distribusi BBM. Berbagai informasi yang beredar di lapangan mengenai keterbatasan armada mobil tangki, peru<a href="https://www.matatelinga.com/tag/bahan/" target="_blank">bahan</a> jumlah pengemudi, maupun faktor operasional lainnya perlu dijelaskan secara resmi agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.<br>Pengusaha SPBU dan masyarakat mendesak Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut untuk:<br>1. Memulihkan distribusi BBM secepatnya di seluruh Sumatera Utara.2. Menjelaskan secara terbuka penyebab gangguan distribusi.3. Menjamin kejadian serupa tidak terus berulang.4. Mengevaluasi seluruh rantai distribusi BBM apabila terbukti terdapat kelemahan yang menyebabkan keterlambatan pasokan.<br>"BBM merupakan kebutuhan vital masyarakat. Gangguan distribusi yang berulang tidak hanya merugikan pengusaha SPBU, tetapi juga menghambat aktivitas ekonomi, pelayanan publik, dan mobilitas masyarakat luas. Karena itu, penyelesaian yang cepat, transparan, dan menyeluruh menjadi kebutuhan mendesak," ucap salah seorang pengusaha SPBU di Medan</p><p><div>[adsense]</div></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.matatelinga.com/uploads/images/2026/07/eb160de1de89d9058fcb0b968dbbbd68_img20260710wa0016.jpg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.matatelinga.com/Ekonomi/190827/kelangkaan-bbm-lumpuhkan-pelayanan-spbu-di-sumut-pertamina-diminta-bertanggung-jawab/</link>
            <author><![CDATA[putra]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Aparat Penegak Hukum Segera Introspeksi Diri</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 11:30:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Aparat Penegak Hukum Segera Introspeksi Diri]]></title>
            <description><![CDATA[Tanpa harus mengungkap atau membuka ruang untuk memaparkan siapa yang salah dan siapa yang benar, banyaknya pemberitaan terkait aparat peneg]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.matatelinga.com">MATATELINGA</a></b> - Tanpa harus mengungkap atau membuka ruang untuk memaparkan siapa yang salah dan siapa yang benar, banyaknya pemberitaan terkait aparat penegak hukum yang diduga melakukan tindak pidana korupsi dan memperkaya diri sendiri atau kelompok.</p><p><div>[adsense]</div>Berdasarkan analisa dan pandangan penulis terhadap aparat penegak hukum, khususnya institusi <a href="https://www.matatelinga.com/tag/polri/" target="_blank">Polri</a> dan Kejaksaan harus segera melakukan introspeksi diri. Jangan sampai istilah &#039;maling teriak maling&#039; disematkan ke tubuh aparat penegak hukum.</p><p>Jangan pula melakukan sesuatu karena unsur balas dendam atau tak terima temannya diamankan karena terlibat korupsi. Lantas, institusi tersebut mencari cara untuk membuka aib institusi lainnya.</p><p><div>[adsense]</div>
			<blockquote>
      		<div class="clear pd5"></div>
      		<b>Baca Juga:</b>
      		<ul>
      		<li>
      		<a href="https://www.matatelinga.com/Nasional/190813/saling-sandera-di-cipete-ketika-hukum-jadi-alat-barter/">Saling Sandera di Cipete: Ketika Hukum Jadi Alat Barter</a>
      		</li>
      		</ul>
	      	</blockquote>
	      	<div class="clear pd5"></div>Pola-pola seperti ini sudah terbaca oleh masyarakat awam sekali pun. Karena, tak hanya di tingkat atas atau di kalangan &#039;bintang&#039; di kalangan pangkat paling rendah pun sudah melakukan hal-hal seperti ini. Contoh yang pernah penulis alami sebagai Advocat pada saat membela korban untuk melapor ke aparat penegak hukum, tetap saja diperlakukan tidak adil dan proses hukumnya ditunda-tunda.</p><p>Ada juga aparat penegak hukum yang diduga sudah menerima sesuatu dari tersangka atau korban, memaksakan agar perkaranya segera di P-21 kan oleh Jaksa. Karena tak kunjung P-21, oknum aparat kepolisian membuat opini atau menggiring opini agar Jaksa dipermalukan dan dilaporkan ke Jamwas. Padahal, berdasarkan penelitian Jaksa perkara tersebut tidak layak untuk dilanjutkan.</p><p><div>[adsense]</div>Di tingkat &#039;bintang&#039; konteksnya berbeda, selain menunjukkan upaya atau kerja nyata terhadap pimpinan,sebaliknya tinggkat bawah malakukan hal yang sama. Padahal aturan hukum yang berlaku sudah disosialisasikan ke berbagai kalangan, termasuk KUHP dan KUHAP baru.</p><p>Yang jadi pertanyaan adalah, kenapa oknum penegak hukun sendiri yang melanggar aturan hukum yang berlaku. Aparat penegak hukum saat ini sedang mempertontonkan keburukannya masing-masing. Lantas, pada siapa lagi masyarakat percaya, semoga dengan adanya peristiwa yang memalukan ini aparat penegak hukum berbenah dan melakukan introspeksi diri. <b>(Amrizal, SH,MH - Wakil Ketua PWI Sumut Bidang Hukum)</b></p><p><div>[adsense]</div>
			<blockquote>
      		<div class="clear pd5"></div>
      		<b>Baca Juga:</b>
      		<ul>
      		<li>
      		<a href="https://www.matatelinga.com/Berita-Sumut/190640/359-personel-naik-pangkat-pesan-kapolda-sumut-nugraha-sakanti-jadi-amanah-dan-tingkatkan-pengabdian/">359 Personel Naik Pangkat,  Pesan Kapolda Sumut: Nugraha Sakanti Jadi Amanah, dan Tingkatkan Pengabdian</a>
      		</li>
      		</ul>
	      	</blockquote>
	      	<div class="clear pd5"></div></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.matatelinga.com/uploads/images/2026/07/cedebb6e872f539bef8c3f919874e9d7_amrizal.jpg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.matatelinga.com/Opini/190829/aparat-penegak-hukum-segera-introspeksi-diri/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Curhat&quot; Bupati Madina ke Publik Soal Efisiensi Anggaran, Signal &quot;Kecengengan&quot; dan Frustasi&quot; Politik</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 10:54:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Curhat" Bupati Madina ke Publik Soal Efisiensi Anggaran, Signal "Kecengengan" dan Frustasi" Politik]]></title>
            <description><![CDATA[MATATELINGA,Mandailing Natal  Pernyataan Bupati Mandailing Natal Saifullah Nasution yang berulang kali curhat ke tengah publik menyoroti ]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.matatelinga.com">MATATELINGA</a>,</b>Mandailing Natal : Pernyataan <a href="https://www.matatelinga.com/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> Mandailing Natal Saifullah Nasution yang berulang kali "curhat" ke tengah publik menyoroti rendahnya kemampuan fiskal daerah dan dampak kebijakan efisiensi anggaran mendapat sorotan tajam dari sejumlah elemen masyarakat.<br>Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Pemantau Kebijakan Pemerintah (AMP2K) Pajarur Rohman Nasution menyebutkan seorang kepala daerah memang perlu menyampaikan kondisi riil daerah kepada publik. Namun, apabila narasi yang lebih dominan adalah keluhan mengenai keterbatasan anggaran, hal itu justru berpotensi menimbulkan sentimen negatif di tengah masyarakat terhadap kapasitas dan ketangguhan kepemimpinan seorang bupati.</p><p><div>[adsense]</div><hr><div>[adsense]</div>"Kami memahami bahwa kondisi fiskal daerah sedang tidak mudah. Kebijakan efisiensi anggaran merupakan kebijakan nasional yang dirasakan hampir seluruh kabupaten dan kota di Indonesia, bukan hanya Mandailing Natal. Karena itu, tantangan tersebut seharusnya dijawab dengan inovasi pembangunan, peningkatan PAD, strategi dan terobosan, bukan dengan narasi "curhat" yang terus berkeluh kesah di tengah masyarakat. Hal ini signal dari "kecengengan politik" dan rasa frustasi mendalam serta lemahnya percayaan diri dari seorang pemimpin" ujar Ketua AMP2K Pajarur Rohman dalam keterangan pers di Panyabungan (09/07)<br>Ia menilai masyarakat makin jenuh dan tidak membutuhkan pemimpin yang lebih sering menjelaskan hambatan daripada menawarkan solusi. Dalam situasi sulit rakyat, yang diharapkan adalah keberanian mengambil keputusan, kemampuan membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah pusat dan provinsi, serta langkah-langkah konkret untuk menjaga agar pembangunan tetap berjalan biarpun anggaran terbatas.<br>"<a href="https://www.matatelinga.com/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> dipilih dan digaji oleh rakyat untuk mencari solusi, bukan untuk mengeluhkan keadaan kepada masyarakat. Keseharian seorang Kepala Daerah dalam 24 jam melekat dengan semua fasilitas yang digaji oleh rakyat. Mulai dari baju dinas, rumah dinas, kenderaan dinas dan seluruh operasional semuanya dibiayai oleh rakyat. Leader seorang <a href="https://www.matatelinga.com/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> adalah "problem solver". bukan malah terlihat "cengeng" dan berkeluh kesah, malah ikut pula latah mempertanyakan solusi kepada rakyat" tambah Pajar yang aktivis PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) ini.<br>Pajarur Rohman menambahkan bahwa apabila setiap kesempatan bertemu masyarakat diisi dengan keluhan mengenai kondisi keuangan daerah, pasti memicu asumsi liar dan sederet pertanyaan publik tentang kapasitas seorang pemimpin.<br>"Kalau seorang bupati lebih sering mencurahkan kesulitan kepada rakyat, lalu rakyat harus mengadu kepada siapa ketika mereka menghadapi persoalan hidupnya? Bukankah pemerintah hadir untuk mendengar dan menyelesaikan keluhan masyarakat, bukan sebaliknya?" tanya Pajar yang alumnus Pasca Sarjana UIN Suska- Riau ini.<br>Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh dijadikan alasan untuk melemahkan rasa optimisme masyarakat. Justru pada kondisi seperti inilah kualitas kepemimpinan diuji, yaitu melalui kemampuan mengelola sumber daya secara efektif, meningkatkan pendapatan daerah, menarik investasi, memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat, serta menghadirkan kebijakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.<br>Lebih lanjut, Pajarur Rohman menegaskan bahwa kritik ini bukan ditujukan untuk menjatuhkan wibawa pemerintah daerah, melainkan sebagai pengingat bahwa harapan masyarakat terhadap pemimpin yang mereka pilih masih sangat besar.<br>"Jika merasa tidak sanggup menjawab tantangan dengan berbagai keterbatasan yang ada. Jika merasa sudah tak sanggup lagi memimpin Madina, maka langkah paling elegan dan terhormat silahkan Saifullah Nasution untuk mundur dan meletakkan jabatan selaku <a href="https://www.matatelinga.com/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a>. Kami lebih yakin, Atika Azmi Utammi Nasution selaku Wakil <a href="https://www.matatelinga.com/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> pasti lebih siap dan energik, progressif, produktif dengan ide pembangunan inovatif melanjutkan kepemimpinan, reformasi birokrasi dan membawa kesejahteraan rakyat Madina ke arah lebih baik" tambah Pajar.<br>Pihaknya menyayangkan sikap <a href="https://www.matatelinga.com/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> yang terkesan terlihat lemah dalam segi kepemimpinan,tentu berpotensi tingginya kekhawatiran akut, pesimisme dan hilangnya kepercayaan (lost of trus) ditengah publik yang mempertanyakan komitmen dan kesiapan kepemimpinan. Namun dia berharap agar <a href="https://www.matatelinga.com/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> lebih sadar dan memilih membuktikan kemampuannya melalui kerja nyata, bukan dengan terus mengulang narasi tentang kesulitan fiskal.<br>Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Pemantau Kebijakan Pemerintah menegaskan akan terus menjalankan fungsi kontrol sosial secara objektif dan konstruktif demi mendorong lahirnya pemerintahan yang responsif, inovatif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat Mandailing Natal.<br>"Rakyat memilih pemimpin untuk menghadirkan solusi. Kepemimpinan tidak diukur dari seberapa besar tantangan yang diceritakan, tetapi dari seberapa besar persoalan yang mampu diselesaikan" tutupnya.</p><p></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.matatelinga.com/uploads/images/2026/07/c45147dee729311ef5b5c3003946c48f_img20260710wa0014.jpg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.matatelinga.com/Berita-Sumut/190826/curhatquot-bupati-madina-ke-publik-soal-efisiensi-anggaran-signal-quotkecengenganquot-dan-frustasiquot-politik/</link>
            <author><![CDATA[putra]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Paviliun Kabupaten Asahan Di PRSU Dikunjungi Tim Komisi VII DPR RI Dan Gubsu</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 10:00:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Paviliun Kabupaten Asahan Di PRSU Dikunjungi Tim Komisi VII DPR RI Dan Gubsu]]></title>
            <description><![CDATA[MATATELINGAAsahan Bupati Asahan Taufik ZA Siregar yang menyambut kedatangan tim komisi VII DPR RI dan Gubernur Sumatera Utara saat menyamba]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.matatelinga.com">MATATELING</a>A</b><b>Asahan</b> :Bupati Asahan Taufik ZA Siregar yang menyambut kedatangan tim komisi VII DPR RI dan Gubernur Sumatera Utara saat menyambangi pavaliun PRSU pada ajang gelar Pekan Raya Sumatera Utara 2026, Kamis (09/07/2026).<br>Bupati Asahan Taufik ZA Siregar dalam keterangannya yang disampaikan Plt.Kepala Dinas Kominfo Asahan Arbin Ariadi Tanjung mengatakan <a href="https://www.matatelinga.com/tag/bupati/" target="_blank">bupati</a> Asahan bersama para pejabat Pemkab Asahan yang sedang berada di arena PRSU tersebut turut serta menyambut kehadiran tim komisi VII DPR RI yang dipimpin ketua tim Komisi VII DPR RI Dr.Evita Nursanty dan Gubernur Sumatera Utara <a href="https://www.matatelinga.com/tag/bobby/" target="_blank">Bobby</a> Nasution, di paviliun PRSU, <a href="https://www.matatelinga.com/tag/bupati/" target="_blank">bupati</a> Asahan juga menyampaikan kondisi UMKM yang berada di kabupaten Asahan terdapat berbagai potensi unggulan yang ada di Kabupaten Asahan, khususnya perkembangan industri "Sepatu Bunut" yang telah menjadi salah satu ikon UMKM Kabupaten Asahan dan memiliki potensi untuk terus dikembangkan hingga pasar nasional.Sejak dahulu produksi sepatu Bunut yang berada di kecamatan Bunut kabupaten Asahan sudah dikenal oleh masyarakat baik lokal maupun manca negara, dan hingga kini produksi sepatu Bunut terus dikembangkan dan sepatu Bunut ini juga menjadikan industri home bagi masyarakat di Bunut, ujarnya.</p><p><div>[adsense]</div><hr><div>[adsense]</div>Lebih lanjut <a href="https://www.matatelinga.com/tag/bupati/" target="_blank">bupati</a> Asahan juga mengatakan dengan digelarnya Pekan Raya Sumatera Utara ini, merupakan momen yang paling tempat bagi kabupaten Asahan untuk dapat menampilkan karya karya nyata yang persembahkan oleh warga masyarakat untuk bangsa ini, dan khususnya produksi dan hasil karya warga masyarakat Asahan dapat kembali menjadi perhatian warga secara umum.Dan dengan digelarnya Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) Tahun 2026 merupakan ajang promosi budaya, perdagangan, investasi, dan ekonomi kreatif terbesar di Sumatera Utara yang mengusung tema "Harmoni Emas dengan Semangat Kolaborasi Tradisi, Bangkitkan Inspirasi."Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 3 Juli s.d. 2 Agustus 2026 dengan menampilkan pameran produk UMKM, hiburan, pertunjukan seni budaya, serta kolaborasi berbagai pelaku industri kreatif dari kabupaten dan kota se-Sumatera Utara.<br>Dalam kunjungan tersebut ketua tim komisi VII DPR RI Dr.Evita Nursanty memberikan apresiasi terhadap kualitas produk-produk unggulan yang dipamerkan di Paviliun Kabupaten Asahan.Menurutnya, Sepatu Bunut memiliki desain yang menarik, kualitas jahitan yang rapi, serta daya saing yang baik sehingga berpotensi menembus pasar yang lebih luas, sebagai bentuk dukungan ketua tim komisi VII DPR RI Dr.Evita Nursanty yang melihat secara langsung produksi sepatu Bunut tersebut dengan kualitas yang tidak kalah dengan produksi sepatu dari luar sana, ketua tim komisi VII juga membeli sepasang sepatu bunut tersebut.<br>Dr.Evita Nursanty juga berharap Pemerintah Kabupaten Asahan terus memberikan pembinaan, pendampingan, serta dukungan kepada para pelaku UMKM agar mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, dan terus berinovasi sehingga dapat memperkuat perekonomian daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, ungkapnya<br></p><p></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.matatelinga.com/uploads/images/2026/07/06409663226af2f3114485aa4e0a23b4_thumbnail-3.jpeg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.matatelinga.com/Berita-Sumut/190825/paviliun-kabupaten-asahan-di-prsu-dikunjungi-tim-komisi-vii-dpr-ri-dan-gubsu/</link>
            <author><![CDATA[putra]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Diduga Disabotase OTK, Ratusan Tanaman Ubi Petani di Deli Serdang Dirusak, Program Ketahanan Pangan Terancam</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 09:30:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Diduga Disabotase OTK, Ratusan Tanaman Ubi Petani di Deli Serdang Dirusak, Program Ketahanan Pangan Terancam]]></title>
            <description><![CDATA[MATATELINGA,Deli Serdang Aksi perusakan tanaman yang diduga dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) menggegerkan para petani di Desa Limauma]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.matatelinga.com">MATATELING</a>A,</b><b>Deli Serdang</b> :Aksi pe<a href="https://www.matatelinga.com/tag/rusak/" target="_blank">rusak</a>an tanaman yang diduga dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) menggegerkan para petani di Desa Limaumanis, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Ratusan tanaman ubi kayu milik anggota Forum Kelompok Tani Masyarakat Limaumanis Medan Sinembah (FKTMLM) ditemukan dicabuti secara sengaja, sehingga memicu keresahan di tengah masyarakat (9/7/26).<br>Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Pasar 13-14, Gang Pendidikan, Jalan Limaumanis&ndash;Medan Sinembah. Berdasarkan keterangan para petani, aksi pe<a href="https://www.matatelinga.com/tag/rusak/" target="_blank">rusak</a>an diduga berlangsung pada malam hari, antara 7 hingga 8 Juli 2026, saat warga sedang beristirahat. Tanaman yang telah berusia beberapa bulan hingga bibit yang baru ditanam menjadi sasaran pelaku.</p><p><div>[adsense]</div><hr><br>Akibat kejadian itu, sekitar 350 petani yang tergabung dalam FKTMLM mengaku khawatir. Mereka menilai tindakan tersebut bukan hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga berpotensi mengganggu upaya peningkatan produksi pangan yang sejalan dengan program Ketahanan Pangan yang menjadi prioritas pemerintah.<br>Salah seorang petani, Hutabarat, mengungkapkan bahwa tanaman ubi miliknya yang telah berumur sekitar empat bulan di lahan seluas lima rantai habis dicabuti. Bahkan, batang ubi yang baru ditanam juga tidak luput dari aksi pe<a href="https://www.matatelinga.com/tag/rusak/" target="_blank">rusak</a>an. Ia berharap pelaku segera ditemukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.Menyikapi kondisi tersebut, para petani yang tergabung dalam FKTMLM berencana mengaktifkan kembali sistem ronda atau penjagaan malam di sekitar area pertanian. Langkah ini dilakukan untuk mempersempit ruang gerak pelaku sekaligus menjaga hasil tanam masyarakat dari aksi pe<a href="https://www.matatelinga.com/tag/rusak/" target="_blank">rusak</a>an berikutnya.<br>Perwakilan petani, Sutario 753, berharap aparat penegak hukum segera turun tangan menyelidiki kasus tersebut. Menurutnya, apabila aksi pe<a href="https://www.matatelinga.com/tag/rusak/" target="_blank">rusak</a>an terus dibiarkan, bukan hanya petani yang dirugikan, tetapi juga dapat mengancam keberlangsungan produksi pertanian dan semangat masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.</p><p><div>[adsense]</div></p><p></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.matatelinga.com/uploads/images/2026/07/65ded5353c5ee48d0b7d48c591b8f430_thumbnail-2.jpeg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.matatelinga.com/Berita-Sumut/190824/diduga-disabotase-otk-ratusan-tanaman-ubi-petani-di-deli-serdang-dirusak-program-ketahanan-pangan-terancam/</link>
            <author><![CDATA[putra]]></author>
        </item>
        </channel>
</rss>